Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Februari 2021

SEJARAH SANTA CLAUS Kisah Nyata St. Nicholas


SEJARAH SANTA CLAUS
Asal Mula Santa Claus
“Santa Claus is coming to town, Santa Claus is coming to town, Santa Claus is coming to town.” Tidak menjadi Natal udah tinggal mengkalkulasi hari. Suasana Natal yang menjadi dekat ini juga sanggup aku rasakan di mana pun aku berapa. Namun, bagi anak-anak perihal yang ditunggu-tunggu saat Natal adalah hadiah yang dapat mereka dapatkan. Dua figur yang terlalu menempel bagi anak-anak dikala hari Natal tiba yakni Santa Claus dan Piet Hitam. Orang tua biasanya dapat menceritakan dua tokoh ini kepada anak-anaknya supaya anak-anak biasanya sudi berbuat baik mendekati hari Natal karena meminta dapat diberi hadiah oleh Santa Claus dan tidak dapat dipukul oleh Piet Hitam. Wah.. wah.. wahh..
Siapa itu Santa Claus dan Piet Hitam?
Sinterklas (dalam bahasa lain juga dikenal dengan nama Santa Klaus, Santo Nikolas, Santo Nick, Bapak Natal, Kris Kringle, Santy atau Santa) adalah tokoh dalam beragam budaya yang menceritakan perihal seorang yang memberikan hadiah kepada anak-anak, terutama pada Hari Natal. Nama Santa Claus sendiri berasal berasal dari Sinterklaas dalam Bahasa Belanda yang berdasarkan berasal dari pembawaan Santo Nikolas. Dia juga diketahui dengan nama Saint Nikolas di mana menjelaskan penggunaan 2 nama yang berbeda, Santa Claus dan Santo Nikolas atau Santo Nick. Di Tiongkok juga ada Sinterklas yang lebih umum dipanggil sebagai Dun Che Lao Ren, yang bermakna Kakek Natal
Santa berasal berasal dari tokoh dalam cerita rakyat di Eropa yang berasal berasal dari tokoh Nikolas berasal dari Myra, yang lahir kurang lebih 280 M di Patara yang letaknya tidak jauh berasal dari Myra (Demre) yang saat ini terdapat di negara Turki. Ayahnya adalah seorang Arab yang bernama Epifanius tetapi ibunya bernama Johanna. Nikolas adalah seorang uskup yang memberikan hadiah kepada orang-orang miskin. Tokoh Santa ini lantas menjadi anggota perlu berasal dari rutinitas Natal di dunia barat dan juga di Amerika Latin, Jepang dan anggota lain di Asia Timur. Menurut legenda Nikolas merupakan seorang uskup yang baik hati dan puas membagi-bagikan hadiah pada anak-anak di malam hari pada tanggal 5 Desember. St. Nicholas terlahir berasal dari keluarga Kristen yang saleh dan dalam suasana yang serba mencukupi,. Setelah orang tuanya meninggal, ia memakai warisannya untuk menopang orang miskin dan menempuh studi di Biara Sion Kudus, dekat kota Myra.
Di lantas hari, ia dipercaya menjadi Uskup di usia muda yakni pada usia 18 tahun. Ia dikenal di semua negeri karena kemurahan hatinya pada mereka yang membutuhkan, cintanya untuk anak-anak, dan perhatiannya pada pelaut dan kapal. Meski St. Nicholas pernah dianiaya, ditangkap, dan dipenjara pada jaman Kaisar Romawi Diocletian yang kejam, tetapi ia tidak pernah menyangkali imannya. St. Nicholas menghabiskan sisa hidupnya di Myra untuk mengikuti orang-orang sakit, merawat yatim piatu, merawat orang miskin, merawat hak-hak legal orang Yahudi, dan puas memberikan hadiah kepada anak-anak. Ia pun dikenal sebagai orang yang dermawan, puas melepaskan budak, menopang orang yang perlu pertolongan, dan dikenal sebagai pelindung anak-anak. Ia meninggal pada tanggal 6 Desember 343 M di Myra dan kematiannya menjadi hari perayaan St. Nicholas Day. Kisah kemurahan hati dan kasihnya kepada anak-anak selalu berkembang supaya tidak hilang dalam legenda Santa Claus.
SEJARAH SANTA CLAUS Kisah Nyata St. Nicholas Yuk Baca ceritanya
Kisah Nyata St. Nicholas. Pizabay.com
Legenda ini diadopsi di Belanda sebagai “Sinter Klass” yang diekspresikan sebagai uskup yang berjanggut dengan jubah resmi. Kemudian menjadi tenar dikala cerita ini dibawa oleh orang-orang Belanda yang bermigrasi ke New York. Di Amerika namanya beralih menjadi Santa Claus di mana pada malam Natal ia menaiki kereta salju penuh dengan hadiah, ditarik oleh 8 ekor rusa kutub. Santa Claus lantas terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah kepada anak-anak di semua dunia. Figur Santa Claus yang berkembang di Amerika Serikat merupakan berpaduan antara legenda Santo Nikholas yang dicampur adukkan dengan Dewa Odin yang disembah orang Norwegia. Dewa Odin (Wodan) merupakan seorang Dewa di mana tiap-tiap tahunnya pada jaman perayaan Yule dapat melakukan pesta perburuan yang dibimbing oleh dewa-dewa dan prajurit yang mati dalam dunianya. Ketika Dewa Odin melakukan pesta perburuan, anak-anak dapat menyimpan wortel, jerami atau gula yang lantas disimpan di dalam sepatu yang di tempatkan dekat cerobong asap supaya dikala Odin mendekat dengan kuda terbangnya, Sleipnir, kuda terbangnya sanggup memakannya.
Dewa Odin lantas dapat berikan hadiah atau permen kepada anak-anak itu untuk kebaikannya karena udah memberikan makanan untuk Sleipnir. Hal ini lantas diadopsi dalam cerita Santa Claus pada hari Natal. Santa Claus diekspresikan sebagai orang tua yang tidak mahal senyum dan berjanggut putih mengenakan baju baju merah dengan kerpus merah di kepalanya. Saat dapat memberikan sesuatu, Santa Claus mengupayakan sebaik kemungkinan tidak dilihat maupun diketahui oleh si penerima, sesuai dengan ajaran berasal dari Alkitab. Pada suatu hari ia mengupayakan untuk menopang seseorang berasal dari sebuah atap rumah dengan menjatuhkan sekantung duit melalui cerobong asap. Dan kebetulan duit tersebut jatuh ke dalam kaos kaki yang sedang digantungkan oleh anak si pemilik rumah untuk dikeringkan di dekat api pemanas. Hal ini rupanya diketahui oleh si pemilik rumah. Sejak saat itu timbul kepercayaan bahwa Sinterklas selalu berkunjung melalui cerobong asap di saat sedang malam dan berikan hadiah untuk anak-anak di kaos kaki atau kantong di dekat ranjang atau di bawah pohon Natal.
Menurut cerita rakyat yang berkembang di Belanda, Santa Claus dapat selalu dengan dengan Piet Hitam dikala dapat memberikan hadiahnya kepada anak-anak. Piet Hitam atau Zwarte Piet dalam kisahnya diekspresikan sebagai budak yang berasal berasal dari Afrika yang udah diselamatkan oleh St. Nikolas. Zwarte Piet lantas berterima kasih. Namun, ia tidak tau harus kemana karena dia terpisah berasal dari rekannya dan karena pada saat itu ia tidak mempunyai pekerjaan kelanjutannya St. Nikolas menawarkannya pekerjaan. Seiring berjalannya waktu, Piet Hitam yang dikisahkan sebagai budak berasal dari Afrika saat ini diekspresikan mempunyai muka dan tubuh yang hitam karena ia bertugas untuk memanjat cerobong asap dan menjadi hitam karena jelaga berasal dari api.
Dalam beragam kisah, Piet Hitam diekspresikan sebagai navigasi untuk kereta yang dibawa oleh Santa Claus berasal dari Spanyol menuju Belanda, atau ada pula yang menjelaskan bahwa Piet Hitam bertugas menopang Santa untuk memanjat atap untuk memasukan hadiah kedalam cerobong asap. Beberapa juga menjelaskan terkecuali ia bertugas untuk menulis daftar perihal yang diingini oleh anak-anak. Namun ada juga melukiskan bahwa Piet Hitam dapat memukul anak nakal dengan tongkat atau memasukan mereka ke dalam karung dan mempunyai mereka ke Spanyol dan tidak dapat memberikannya hadiah layaknya yang dikerjakan oleh Santa Claus.
Terlepas berasal dari cerita Santa Claus dan Piet Hitam yang sesungguhnya, ke-2 tokoh ini merupakan tokoh fiksi yang selalu digunakan untuk membohongi anak-anak dikala mendekati Natal bahwa Santa Claus dapat memberikan hadiah terkecuali menjadi anak yang baik dan Piet Hitam dapat menghukum anak yang nakal dengan memasukkannya ke dalam karung. Mendengar kata hadiah pasti saja anak-anak dapat puas dan meminta hadiah Natal yang dapat mereka dapatkan. Hari Natal sebenarnya merupakan kesempatan atau momen yang pas untuk sharing kasih dan puas ria bagi orang yang dikasih. Namun, janganlah kami menceritakan cerita fiksi ini bagi anak-anak. Jika anak-anak terlalu meminta dapat kehadiran Santa Claus, bagaimana ia sanggup tahu makna perlu berasal dari Tuhan Yesus yang udah lahir ke dunia pada hari Natal? Merry Christmas.

Read More

Senin, 01 Februari 2021

3 Renungan Malam Hari Kristen yang Memotivasi Hidup


Daftar Isi :
Renungan Malam 1 : Belajar berasal dari Samuel

Renungan Malam 2: Untuk Apa Menyimpan Dendam dalam Hatimu?

Renungan Malam 3 : Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Renungan Malam 1
Belajar berasal dari Samuel
Bacaan: 1 Samuel 3:1-21
”Dan Samuel jadi lama besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun berasal dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel berasal dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel sudah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.”
1 Samuel 3:1-21
Samuel merupakan anak berasal dari Hana dan Elkana. Hana merupakan seorang perempuan yang waktu taat kepada Tuhan. Ketika usianya jadi lama lanjut Hana belum dikaruniai seorang anak pun. Hati Hana jadi sedih dan sakit lebih-lebih setaip pergi ke daerah tinggal TUHAN, Penina istri Elkana yang lain menyakiti Hana. Setiap hari, baik pagi maupun malam, Hana berdoa kepada Tuhan agar ia dapat memiliki seorang anak, lebih-lebih Hana bernazar kepada Tuhan, kecuali Tuhan mengaruniakannya seorang anak laki-laki, ia dapat mempersembahkan anak itu jadi hamba Tuhan seumur hidupnya. Tuhan pun mendengar doa Hana dan Hana dapat memiliki kandungan dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamainya Samuel yang bermakna “Aku sudah memintanya berasal dari pada TUHAN.”
Setelah Hana menyapih Samuel, dia menitipkan anaknya itu kepada imam Eli agar iman Eli dapat mendidik Samuel jadi seorang hamba dan pelayan yang setia kepada Tuhan. Iman Eli memili dua orang anak yang bernama Hofni dan Pinehas. Namun, ke dua anak imam Eli memiliki sikap yang jelek agar mereka tidak rela di hadapan Tuhan. Mereka tidak mengindahkan tiap tiap korban bakaran yang dibawa untuk Tuhan agar jadi lama besarlah dosa mereka. Berbeda dengan Samuel. Di bawah asuhan imam Eli, Samuel tumbuh jadi seorang pelayan Tuhan. Pada waktu itu, firman berkenaan Tuhan jarang disaksikan dan didengarkan dan juga penglihatan-penglihatan jarang terjadi. Imam Eli pun jadi lama tua dan penglihatannya jadi kabur. Saat Samuel tidur di dalam bait Suci Tuhan, Tuhan memanggil Samuel. Namun, gara-gara Samuel belum paham bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan ia jadi datang ke imam Eli sampai Tuhan memanggil Samuel sebanyak tiga kali. Karena terus menerus didatangi oleh Samuel, imam Eli jadi paham bahwa Samuel sudah dipanggil oleh Tuhan agar ia menyuruh Samuel menjawab “Berbicaralah, TUHAN, gara-gara hamba-Mu ini mendengar,” (1 Samuel 3:9). Lalu, Tuhan datang kembali menghampiri dan memanggil Samuel dan Samuel menjawab seperti apa yang sudah imam Eli katakan. Tuhan terhitung berfirman kepada Samuel bahwa Tuhan dapat menghukum Israel dan keluarga imam Eli gara-gara dosa yang sudah dilakukan oleh anak-anaknya dan ia tidak memaharahi mereka (1 Samuel 3:11-14).
Ketika pagi hari Samuel bangun, Samuel enggan untuk memberitahukan apa yang Tuhan katakan kepada imam Eli. Namun gara-gara perkataan imam Eli kepadanya, pada akhirnya Samuel memberitahukan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya dan tidak menyembunyikan apa pun kepada imam Eli. Setelah bicara demikian, imam Eli tidak memarahi Samuel justru ia menyembah Tuhan dapat apa yang dikatakan Samuel kepadanya. Karena itu juga, Samuel jadi lama besar dan Tuhan menyertai Samuel dan menemati janji-Nya (1 Samuel 3:19).
Dari cerita berkenaan hidup Samuel, kami dapat memandang bahwa Samuel adalah seorang anak muda yang taat kepada perintah Tuhan. Ia senantiasa rela studi dan taat dengan apa yang imam Eli katakan. Disini, imam Eli dapat kitalihat peranannya sebagai bapak angkat berasal dari Samuel. Meskipun bukan orang tua kandungnya sendiri, Samuel senantiasa mengasihi dan taat dengan apa yang dikatakan oleh imam Eli. Kita terhitung dapat memandang bahwa Samuel dapat memasang dirinya dan dapat paham apa yang jadi prioritas hidupnya. Sebagai anak muda, kami tentu paham bahwa berkenaan yang paling di idamkan adalah kesenangan duniawi sama seperti yang Hofni dan Pinehas lakukan. Namun gara-gara permohonan duniawi mereka inilah, mereka hidup dengan tidak rela di hadapan Allah dan lebih-lebih jadi percakapan banyak orang gara-gara sikap jelek yang mereka tunjukkan. Ini menyatakan bahwa baik tua maupun muda wajib memiliki prioritas dalam hidupnya. Manusia mana sih yang tidak rela hidup dalam kesenangan? Namun, seluruh itu ada batasannya tersendiri. Tujuan hidup kami adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita boleh saja melacak kesenangan dunia ini, namun jangan sampai kami jadi melakukan berkenaan yang tidak rela di hadapan-Nya dan justru jadi merugikan orang lain gara-gara sikap kami yang tidak baik. Tuhan memandang tiap tiap apa yang kami lakukan. Bahkan Tuhan pun paham pikiran kita. Ia sudah paham lebih-lebih dahulu isikan hati kami dan apa yang dapat kami perbuat selanjutnya. Ia idamkan agar kami hidup jadi anak yang taat dan khawatir pada-Nya dengan tidak senantiasa mendahulukan permohonan duniawi ini. Pada waktu ini kami dapat studi sikap yang dimiliki oleh Samuel.
Sikap-sikap yang dapat kami pelajari yaitu:
1. Menghormati orang tua
Sikap Samuel pertama yang dapat kami pelajari adalah menghormati orang tua atau menghormati orang yang umurnya jauh lebih tua dibandingkan kami meskipun kami belum mengenalnya. Seperti yang kami ketahui, imam Eli merupakan bapak angkat berasal dari Samuel, namun Samuel senantiasa menghormati imam Eli sebagaimana mestinya. Ini terbukti waktu Tuhan memanggil Samuel, namun Samuel mengira yang memanggilnya adalah imam Eli, Samuel dengan cepat menghampiri imam Eli yang sedang terbaring lebih-lebih Samuel sampai berlari. Samuel pun dengan sigap menanyakan “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Ini tidak terjadi sekali namun sampai tiga kali. Meskipun imam Eli menjelaskan bahwa ia tidak memanggil Samuel, namun waktu namanya dipanggil Samuel segera berlari menghampirinya. Ini menyatakan bahwa Samuel menghormati imam Eli.Apakah kami pada waktu ini sudah melakukan tindakan seperti apa yang sudah Samuel lakukan. Mungkin tidak seluruh dianta kami jarang untuk menghormati orang tua. Ketika orang tua kami memanggil, apakah kami segera datang menghampiri panggilan itu? Yang ada kadang waktu kami marah dan kesal lebih-lebih dahulu. Mari pada waktu ini kami belajardari Samuel. Ia menghormati dan taat kepada orang tuanya meskipun itu bukanlah orang tua kandungnya. Bahkan dalam Keluaran 20:12 dikatakan demikianlah “Hormatilah ayahmu dan ibumu, agar lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
2. Menentukan prioritas
Hal setelah itu yang dapat kami pelajari berasal dari Samuel yaitu, Samuel dapat mengetahu prioritas mana yang lebih penting dalam hidupnya. Sebagai manusia kadang waktu kami lupa apa sebenarnya prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai seorang pelajar kadang waktu kami lupa bahwa prioritas kami adalah studi agar jadi pakai waktu yang dimiliki untuk bermain. Sebagai seorang pekerja, kadang waktu kami lupa priorita kami dalam pekerjaan agar tidak bekerja secara maksimal. Dalam hidup, berkenaan yang wajib kami memiliki yakni sebuah prioritas. Prioritas sangat penting dalam kehidupan kami gara-gara tanpa ada prioritas manusia dapat hidupseenaknya. Hal ini terhitung sama seperti Hofni dan Pinehas yang tidak paham apa prioritas utama dalam hidup mereka. Karena inilah mereka hidup seenaknya dan jadi berbuat dosa agar hidupnya tidak kembali rela di hadapan Tuhan. Oleh gara-gara itu, marilah jadi saat ini kami paham apa sebenarnya prioritas utama dalam hidup kami agar kami dapat mengatur kehidupan yang kami miliki.
3. melakukan tanggung jawab yang dimiliki dengan sepenuh hati
Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab dalam hidupnya. Tanggung jawab yang dimiliki tiap tiap orang berbeda-beda bergantung berasal dari apa yang ia kerjakan. Namun, tidak seluruh orang dapat selesaikan tanggung jawab yang dimilikinya sampai selesai dengan baik. Pada waktu ini kami dapat studi berasal dari Samuel yang mengerjakan tanggung jawab yang ia memiliki dengan sepenuh hati. Samuel merupakan pelayan Tuhan yang disebutkan bahwa Samuel tidur di dalam bait suci Tuhan atau di dalam daerah tinggal Tuhan. Dalam ayat 15 disebutkan bahwa Samuel tidur sampai pagi dan sesudah itu dibukakannya pintu daerah tinggal Tuhan. Pada malam itu kami paham bahwa Samuel tidak dapat tidur gara-gara ia terus menerus dipanggil oleh Tuhan, dapat saja Samuel bangun sampai siang gara-gara ia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Namun, Samuel tidak melakukan itu. Ia paham apa yang sudah jadi tanggung jawabnya dan apa yang wajib dilakukannya. Ia senantiasa bangun pagi dan membkakan pintu daerah tinggal Tuhan. Apakah kami dapat seperti itu? Ketika kami memiliki sebuah tanggung jawab, maka kerjakanlah tanggung jawab itu dengan sepenuh hati. Janganlah justru gara-gara alasan capek atau senantiasa mengantuk kami jadi meninggalkan tanggung jawab yang dimiliki.
4. Berbicara apa adanya
Hal yang paling kerap ditakuti oleh seseorang adalah bicara apa ada kepada orang lain lebih-lebih kecuali perkataan selanjutnya dianggap dapat menyakiti hati orang yang bersangkutan. Seseorang terhitung dapat khawatir bicara apa ada berkenaan dirinya gara-gara khawatir orang lain menanggap dirinya rendah atau dapat meremehkannya. Namun, pernahkan kami berpikir dapat efek yang dapat ditimbulkan ke depannya pada seseorang kecuali kami tidak rela bicara apa ada atau bicara jujur? Misalnya waktu orang selanjutnya melakukan kekeliruan dan kami tidak rela bicara berkenaan kesalahannya tersebut. Orang itu tentu dapat terus menerus ulangi kekeliruan yang sama jadi dapat lebih parah berasal dari sebelumnya. Oleh gara-gara itu, janganlah kami khawatir bicara apa adanya. Selagi itu sebenarnya benar dan dapat melakukan perbaikan dan juga menyapa seseorang, lakukanlah itu.
Pada hari ini kami diajarkan untuk lebih benar-benar mengerjakan tugas yang kami miliki. Kita wajib paham sebenarnya apa prioritas utama dalam hidup kita. Kita tidak boleh senantiasa mengejar kesenangan duniawi gara-gara itu adalah tindakan yang tidak dikehendaki oleh Allah. Selain itu kami diajar untuk mengimbuhkan suatu hal apa adanya. Jika sebenarnya pesan atau perkataan yang kami sampaikan dapat menyaiti hati atau merupakaan perkataan yang tidak menyenangkan, kami senantiasa wajib mengimbuhkan pesan itu gara-gara itu merupakan suatu kebenaran yang wajib disampaikan apa ada agar tidak boleh kami tambahi atau lebih-lebih kurangi. Janganlah justru kami khawatir untuk mengimbuhkan kebenaran. Selain itu, kami terhitung wajib hidup dan dengar-dengarnya dapat panggilanNya. Untuk paham arti panggilanNya dalam hidup kita, kami wajib membangun sebuah interaksi yang dekat dengannya. Salah satu langkah untuk dapat membangun interaksi yang dekat dengan Tuhan yakni dengan berdoa dan membaca firman. Kiranya hidup kami terbekati oleh renungan ini. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam
Renungan Malam
Renungan Malam 2
Untuk Apa Menyimpan Dendam dalam Hatimu?
Bacaan: Kejadian 45:1-15
”Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menagis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf. Yusuf mencium seluruh saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.”
Kejadian 45:14-15
Pernahkah saudara jadi disakiti oleh seseorang lebih-lebih oleh orang yang anda kasihi atau lebih-lebih oleh keluarga anda sendiri? Jika pernah, sudahkan malam ini saudara mengampuni mereka yang sudah menyakiti saudara? Jika belum, apa alasan anda untuk tidak mengampuni orang yang sudah menyakiti saudara? Jika jawaban saudara adalah gara-gara orang selanjutnya sudah melakukan kekeliruan yang sama secara berulang dan senantiasa mengecewakan anada waktu anda sudah memaafkannya agar pada waktu ini anda tidak dapat memaafkannya, bukankah anda justru jadi orang yang waktu perhitungan pada waktu ini? Memang manusia memiliki batas kesabaran tiap-tiap namun bukankah dalam firman Tuhan sudah dikatakan bagi kami untuk senantiasa memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Dalam Matius 18:21-22 dikatakan demikianlah “Kemudian datanglah Petrus dan bicara kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku wajib mengampuni saudaraku kecuali ia berbuat dosa pada aku? Sampai tujuh kali? Yesus bicara kepadanya: “Bukan! Aku bicara kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Dalam Injil Matius ini sudah paham dikatakan bagi kami bahwa kami wajib senantiasa mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Dalam praktiknya, memaafkan adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Memaafkan orang yang sangat dekat dengan kami justru lebih sulit lagi. Ketika orang paling dekat kami menyakiti kita, interaksi kami dengannya justru jadi rusak dan tidak sedekat dulu. Mungkin saja sudah saling memaafkan, namun waktu berdekatan jadi canggung untuk menyapa dan dekat lagi. Perlu kami sadari, manusia merupakan makhluk yang kerap kali berbuat dosa dan kesalahan. Tanpa kami mengerti dapat saja sikap tingkah laku atau perkataan kami menyinggung orang lain dan orang lain membenci kita. Bukankah ini merupakan berkenaan yang semestinya kami mengerti juga? Bukan hanya orang lain, dapat saja saja sikap dan tingkah laku kami terhitung menyinggung perasaan Tuhan. Namun, apakah waktu kami melakukan kekeliruan Tuhan marah pada kami dan Ia meninggalkan kami begitu saja? Tidak. Tuhan tidak marah kepada kita, justru Ia menunggu kami untuk datang kepadaNya dan memohon ampun atas segala kekeliruan yang sudah kami perbuat. Ia adalah Allah yang panjang sabar dan Allah yang senantiasa mengampuni dosa umat-Nya waktu kami datang dengan benar-benar ke hadapannya.
Pada waktu ini kami dapat studi berasal dari kisah Yusuf. Kita tentu sudah kerap mendengar kisah berkenaan Yusuf, jadi berasal dari Sekolah Minggu sampai waktu Ibadah Minggu di Gereja. Namun, pada waktu ini kami dapat studi kembali berkenaan kisah Yusuf. Yusuf merupakan anak berasal dari Yakub dan isteri yang dikasihinya Rahel. Yakub sangatlah menyayangi Yusuf agar seluruh saudara-saudaranya membenci Yusuf. Kebencian saudara-saudaranya jadi malah waktu Yusuf menceritakan mimpinya. Ketika saudara-saudara Yusuf menggembalakan kambing domba, Yakub menyuruh Yusuf untuk mengantarkan makanan kepada saudara-saudaranya. Namun, keinginan baik Yusuf dibalas dengan kejahatan oleh saudara-saudara Yusuf. Mereka bermufakat untuk melacak langkah bagaimana membunuh Yusuf. Ketika Yusuf datang, mereka segera menanggalkan jubah Yusuf dan membuangnya ke dalam sumur kosong yang tidak berair. Yusuf sesudah itu dijual oleh saudara-saudaranya agar Yusuf bekerja kepada Potifar sebagai kepala pengawal raja. Penderitaan Yusuf tidak sampai disana saja. Ketika Yusuf bekerja kepada Potifar, isterinya menjebak Yusuf agar Yusuf wajib di penjara. Di dalam penjara Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti. Karena hikmat Tuhan, Yusuf pun dapat menafsirkan mimpi ke dua orang itu dengan balasan Yusuf terhitung dapat dibebaskan berasal dari dalam penjara. Setelah juru minum bebas, ia justru remehkan Yusuf. Tak berapa lama, Firaun bermimpi dan tidak ada seorang pun yang dapat menafsirkan mimpi Firaun kecuali Yusuf. Karena hikmat yang sudah Tuhan berikan kepada Yusuf, ia dapat menafsirkan mimpi Firaun dan pada akhirnya Firaun melantik Yusuf jadi penguasa atas seluruh Mesir. Ketika terjadi kelaparan di seluruh negeri, saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk belanja gandum kepada Yusuf. Saudara-saudaranya tidak paham bahwa Yusuf sudah jadi penguasa. Di Mesir dan pada waktu ini mereka sedang bicara kepada Yusuf. Saat bertemu dengan saudara-saudaranya kembali apa yang dilakukan oleh Yusuf? Apakah Yusuf membenci dan menghukum saudara-saudaranya? Tentu tidak. Yusuf justru mengampuni saudara-saudaranya lebih-lebih Yusuf menangis dengan keras waktu memandang saudara-saudaranya. Ini sudah menyatakan bahwa Yusuf senantiasa mengasihi saudara-saudaranya meskipun mereka sudah menyakiti Yusuf.
Kita pada waktu ini studi mengampuni berasal dari Yusuf. Ketiaka saudara-saudaranya menyakiti dia, membencinya, membuangnya lebih-lebih menjualnya, Yusuf sama sekali tidak membenci saudar-saudaranya. Ia senantiasa mengasihi saudara-saudaranya dan terus menerus merindukan mereka. Apa yang dialami Yusuf sangat berat lebih-lebih jauh lebih berat daripada yang kami alami waktu ini. Namun apakah langkah dapat seperti Yusuf yang rela mengampuni saudara-saudara yang sudah menyakitinya? Kita kerap kali terpaku pada perasaan kami saja. Kita kerap lupa dapat apa yang semestinya kami perbuat waktu ada orang yang menyakiti kita. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita, kami justru menyimpan dendam terhadapnya dan tidak rela mengampuni kesalahannya. Meskipun kami bicara sudah memaafkan, namun kami tidak rela dekat dengan orang itu lagi.
Adapun hal-hal yang dapat kami pelajari berasal dari Yusuf yaitu;
1. Mengasihi orang yang membencinya
Hal yang paling sulit dilakukan adalah mengasihi orang yang sedang membenci kita. Jika ada orang yang membenci kami justru kami jadi ikut-ikutan membencinya. Pada waktu ini kami diajari oleh Yusuf bahwa kami wajib senantiasa mengasihi sesama kami meskipun orang itu membenci kita. Dari awal Yusuf sudah tentu paham kecuali saudara-saudaranya membenci dirinya. Ia pasi paham kecuali sikap saudara-saudaranya tidak baik terhadapnya. Namun, itu tidak membawa efek Yusuf membenci saudara-saudaranya, lebih-lebih Yusuf senantiasa mengasihi mereka dengan sepenuh hati. Apakah kami dapat seperti Yusuf? Jika belum bisa, yang wajib kami melakukan adalah datang kepadaNya dan berdoa dan juga memohon penyertaanNya dalam hidup kita.
2. Memaafkan orang yang bersalah
Yang sangat sulit dilakukan adalah memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Jika sudah disakiti hati kami tentu seakan tertutup untuk orang tersebut. Ketika orang selanjutnya mengalami kesusahan, kami tidak dapat membantunya gara-gara rasa pikirkan kami sudah hilang. Saat berpapasan dengannya seolah-olah kami memandang suatu hal yang wajib kami menyingkirkan berasal dari hadapan kita. Bukankah kecuali kami seperti itu sikap kami menyatakan bahwa kami bukanlah anak-anak Allah. Apa yang kami alami waktu ini tidaklah seperti Yusuf di mana ia sampai dijual oleh saudara-saudaranya. Namun apakah kami dapat seperti Yusuf yang senantiasa mengampuni saudara-saudaranya? Renungkanlah dalam diri dan hati saudara masing-masing. Sudahkan kami membukakan pintu maaf kepada orang-orang yang menyakiti hati anda?
3. Berdoa dan berharap penyertaan Tuhan selalu
Berdoa dan berharap penyertaan Tuhan adalah langkah yang dapat anda melakukan agar anda dapat mengampuni orang yang sudah menyakiti hati anda. Ketika kami menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan ke dalam penyertaan Tuhan, Tuhan tentu dapat melembutkan hati kami dan memakai hidup kami seturut dengan kehendaknya. Mengampuni tidaklah sulit untuk dilakukan kecuali kami rela berharap penyertaan berasal dari Tuhan. Tidak ada hati yang sangat kuat untuk Tuhan lembutkan. Tidak ada hidup yang sangat sulit untuk Ia ubahkan. Semua itu kembali kembali kepada diri kami tiap-tiap apakah kami rela diubahkan olehNya atau tidak.
Mengampuni bukan hanya hanya mengucapkan aku memaafkan segala kekeliruan yang sudah anda melakukan kepadaku. Mengampuni bermakna rela remehkan kekeliruan itu dan rela memulai suatu interaksi yang baru berasal dari awal. Jika pada waktu ini kami belum bia memaafkan seseorang, berkenaan yang wajib kami melakukan adalah berdoa dan berharap hikmatNya. Kita wajib berdoa kepada Tuhan agar Tuhan rela melembutkan hati kami dan hati orang yang menyakiti kita. Tuhan melembutkan hati kami agar kami dimampukan untuk memaafkan kesalahn orang yang menyakiti kita. Kita berdoa kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang yang menyakiti kami agar ia paham kekeliruan apa yang sudah ia perbuat agar ia tidak dapat ulangi kesalahannya kembali dan rela beralih dan juga berharap maaf kepada orang-orang yang disakitinya. Meminta hikmat Tuhan bermakna kami minta tuntunan Tuhan agar tidak ada amarah dalam diri kami agar kami dapat mengintropeksi diri. Berkata demikianlah sebenarnya enteng namun berkenaan yang paling sulit adalah melakukannya. Jika pada waktu ini anda senantiasa jadi sulit untuk mengampuni, ingatlah bahwa Tuha sudah mengampuni kekeliruan dan dosa saudara berapa kali pun keslahan yang anda lakukan. Ia senantiasa mengasihi dan menyayangi saudara lebih-lebih Ia tidak dulu meninggalkan saudara sendirian. Mengampuni bukanlah persoalan waktu melainkan persoalan hati. Apakah hati kami sudah siap untuk mengampuni atau belum. Tuhan Yesus memberkati.Renungan Malam 3
Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka dalam segala suatu hal yang terjadi di bawah matahari; nasib seluruh orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan sesudah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang terhitung orang hidup membawa harapan, gara-gara anjing yang hidup lebih baik berasal dari pada singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup paham bahwa mereka dapat mati, namun orang yang mati tak paham apa-apa, tak ada upah kembali bagi mereka, lebih-lebih kenangan kepada mereka sudah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Apa yang paling anda dalam hidup anda waktu ini?
Kekayaan? Kepintaran? Kepopularitasan?
Keluarga yang bahagia? Atau dapat saja jabatan yang tinggi?
 Karena tidak benar satu atau kesemuanya itu yang anda miliki, pernahkan anda jadi bangga sesudah itu menyombongkan diri terhahap yang lain? Atau dapat saja waktu ada orang di bawah anda, idamkan berkenalan dengan anda, anda menolaknya dan bicara “kita tidak sama”. Ukuran persamaan Allah dengan manusia sangatlah jauh berbeda. Persamaan menurut manusia adalah waktu seseorang memiliki kekayaan, kepintaran atau jabatan yang sama. Karena itulah, manusia kerap kali memandang nasib orang berbeda-beda. Karena apa yang dimilikinya pada waktu ini ia berpikiran bahwa nasib baik yang sudah Tuhan berikan. Ketika memandang orang lain memiliki suatu hal di bawahnya kami justru menjelaskan nasib orang itu buruk.
Pada waktu ini, manusia menakar segala suatu hal yang terjadi pada dirinya atau apa yang ia memiliki sudah diatur oleh nasib. Bahkan tak sedikit orang memandang peruntungan nasib berdasarkan Shio atau Zodiak. Jika dalam ramalan menjelaskan nasibnya dapat jelek pada hari ini, orang selanjutnya justru enggan untuk nampak daerah tinggal dan bekerja. Bahkan senantiasa jadi khawatir kecuali ada suatu hal yang tidak di idamkan terjadi. Lain halnya kecuali dalam ramalan dikatakan bahwa orang selanjutnya dapat mengalami nasib yang baik pada hari ini jadi berasal dari persoalan kesehatan, keuangan, pekerjaan lebih-lebih asmara seutuhnya dikatakan baik. Orang selanjutnya dapat stimulus dalam merintis harinya gara-gara percaya nasib baik dapat terjadi padanya hari ini. Karena ramalan-ramalan yang belum tentu benar ini membawa efek seseorang jadi lebih percaya kepada apa yang dibacanya dalam ramalan dibandingkan percaya dan berserah kepada Tuha.
Namun, apakah benar seluruh yang terjadi dalam kehidupan kami bergantung berasal dari nasib yang kami alami?
Saya dulu mendengar keluhan berkenaan seorang ibu yang memiliki suami penggangguran dan ia yang wajib membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya. Ia terus menerus mengeluh dan membandingkan kehidupannya dengan saya. Ada suara kecewa lebih-lebih marah dalam suaranya. Diakhir percakapan lebih-lebih ibu itu menangis tersedu-sedu sampai anak yang digendongnya turut menangis. Namun, ada satu berkenaan yang tidak dapat aku lupakan berasal dari perkataan ibu tersebut. Ibu selanjutnya bekata seperti ini “Kenapa nasib aku jelek seperti ini. Hidup aku berasal dari dulu sampai saat ini kok kesulitan terus. Kasihan aku tiap pulang kerja wajib memandang anak-anak aku yang menunggu aku untuk dibuatkan makanan. Saya kerja banting tulang demi anak-anak berharap nasib anak aku tidak seperti orang tuanya.”  Setelah mendengar perkataan ibu tersebut, aku terus menerus berpikir apakah benar Tuhan menciptakan seseorang dengan nasib yang berbeda-beda. Kegalauan aku tidak berhenti sampai disana. Beberapa kali aku memandang lebih-lebih mendengar seseorang bicara “ingin merubah nasib”. Sebenarnya aku jadi perkataan Ibu selanjutnya atau orang-orang berkenaan idamkan merubah nasibnya adalah tidak benar yang benar adalah idamkan merubah kehidupan. Setelah aku membaca Pengkhotbah aku paham bahwa nasib tiap tiap orang yang Tuhan ciptakan adalah sama gara-gara pada pada akhirnya kelak dapat kembali kembali kepada sang Pencipta.
Nasib hidup seseorang adalah kematian.
Memang sulit bagi kami untuk merubah paradigma yang sudah mengakar dalam penduduk kecuali kesimpulan orang selanjutnya terhitung tidak turut diubah. Berbicara berkenaan nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu hal yang baru yang dapat kami temui kecuali kami bicara berkenaan nasib. Pada waktu ini kami tentu dapat memandang banyak orang  yang bangga dapat apa yang ia memiliki pada waktu ini lebih-lebih orang selanjutnya jadi bangga dapat nasib yang dimilikinya hinga bicara kepada banyak orang. Orang yang mendengarnya lebih-lebih ada yang jadi nasibnya jelek agar jadi malas untuk bekerja gara-gara jadi hidupnya sama saja. Padahal berkenaan yang wajib kami melakukan pada waktu ini adalah menikmati hidup yang sudah Tuhan berikan bagi kami dan bekerja sebaik mungkin. Dalam Pengkhotbah 9:9-10 dikatakan demikianlah “Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, gara-gara itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau melakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Segala suatu hal yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, gara-gara tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau dapat pergi.”
Nasib seluruh orang itu sama tidak ada yang tidak serupa gara-gara seluruh manusia dapat mati dan kembali kepada Bapa di Surga.
Dari pada terus menerus bicara berkenaan nasib yang tak ada habisnya, lebih baik kami pahami dan paham lebih-lebih dahulu apa sebenarnya kehidupan yang kami jalani itu.
1. Nasib seluruh orang sama
Seperti yang dikatakan sebelumnya, manusia pada waktu ini terus menerus bicara berkenaan nasib hidup yang menimpanya. Nasib hidup seluruh orang itu sama. Yang membuatnya nampak tidak serupa adalah manusia. Manusia memakai kandungan nasib baik dan nasib jelek untuk menilai kehidupan seseorang. Padahal Tuhan sudah memberi tambahan nasib yang baik bagi seluruh orang waktu seseorang jadi nasibnya sangat jelek di dunia ini, bermakna orang selanjutnya tidak rela berusaha dan bekerja untuk membawa efek kehidupannya lebih baik. Seseorang seringkali terpaku pada ramalan ansib harian. Tidak sedikit orang jadi men-tuhankan ramalan gara-gara lebih mempercayai ramalan dibandingkan dengan mempercayai Tuhan. Jika terus menerus berlanjut, kepercayaannya dapat ada Tuhan dapat jadi lama berkurang dan membawa efek seseorang jadi lupa kenapa Tuhan ada dalm hidupnya. Sekali lagi, nasib akhir hidup kami adalah kematian. Jadi, janganlah kembali kami membanding-bandingkan nasib aku dengan dia atau lebih-lebih nasih dia dengan saya. Sebab kecuali kami terus menerus membanding-bandingkannya bagaimana kami paham bahwa hidup kami ini adalah anugerah?
2. Menikmati hidup
Ketika kami diberikan peluang hidup oleh Tuhan, janganlah kami jadi pakai hidup kami untuk membanding-bandingkan hidup kami dengan orang lain. “Wah sedap banget hidupnya gak kaya aku, nasib jelek aja terus menerus yang aku dapetin.” Jika terus menerus berpikiran seperti itu bagaimana kami dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang sudah Tuhan berikan bagi kita. Yang Tuhan idamkan adalah kami mensyukuri segala berkenaan yang terjadi dalam hidup kami dengan tidak menyia-nyiakan peluang yang Ia berikan. Ia terhitung idamkan agar tiap tiap apa yang kami kerjakan, kami melakukan dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga jangan setengah-setengah. Ketika seseorang dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang dimilikinya, orang selanjutnya tentu dapat paham bahwa hidup yang sudah diberikan Tuhan adalah indah ada meskipun pada waktu ini ia ada dalam suasana sulit sekalipun.
3. Kematian
Kematian merupakan fase akhir dalam kehidupan seorang manusia. Kematian yang tentu dapat terjadi merupakan nasib berasal dari tiap tiap orang yang ada di bumi ini. Ketika seseorang sudah mati, ia tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Rasa sakit, amarah, kesenangan dan kenangan sudah dilupakannya. Ia tidak dapat merasakan kehangatan waktu dengan dengan orang yang dikasihi. Ia terhitung tidak dapat bekerja seperti waktu semasa hidupnya. Kita tidak dapat dulu paham sampai kapan waktu yang diberikan Tuhan untuk dirinya. Kematian itu seperti pencuri yang waktunya tidak dapat kami tentukan. Hanya Tuhanlah yang dapat menentukannya. Ketika seseorang dapat mengalami kematian, ia wajib mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia perbuat semasa hidupnya kepada Tuhan baik itu merupakan tingkah laku baik ataupun tingkah laku jahat.
Apapun yang terjadi dalam kehidupan kami waktu ini, ingatlah bahwa bukan nasib yang menentukannya melaikan Tuhan yang menentukan dan mengaturnya. Jangan menyalahkan nasib lebih-lebih berusaha untuk merubahnya gara-gara nasih yang kami memiliki tidak dapat kami ganti gara-gara bagaimana caranya agar kami dapat merubah kematian? Serahkanlah seluruh hidup dan kehidupan anda kepada Allah agar anda lebih dapat mensyukuri kehidupan yang sudah Tuhan berikan. Jangan berhenti berharap dan berdoa kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Kamis, 10 Desember 2020

Sejarah dan Makna Pohon Natal


Makna Pohon Cemara sebagai Pohon Natal
Hari Natal sanggup tiba. Pastinya banyak persiapan yang telah dikerjakan tidak benar satunya yaitu memasang pohon Natal. Baik pohon asli maupun replika, tiap tiap tahun pohon Natal menjadi tidak benar satu ikon yang wajib tersedia di didalam tiap tiap perayaan Natal. Pohon Natal termasuk kebanyakan tersedia di rumah-rumah lebih-lebih sanggup termasuk kami temukan di pusat perbelanjaan. Pohon berikut dihias sedemikian rupa sampai tercipta pohon Natal yang indah dan gemerlapan.
Makna Pohon Cemara sebagai Pohon Natal
Gambar : wikipedia.org
Namun tahukah kamu sejarah pohon Natal dan arti di dalamnya?
Pohon Natal persis bersama dengan pohon cemara atau pohon sejenis yang bentuknya mengerucut mengecil ke atas. Kebiasaan sesungguhnya pohon cemara sebagai pohon Natal telah di awali sejak abad ke-16 dan di awali dari Jerman. Pada awalnya, masyarakat Jerman kuno membawa rutinitas untuk memasang batang pohon lengkap bersama dengan cabang dan daunnya di area tinggal mereka untuk mengusir kebolehan jahat dan sebagai simbol sehingga musim semi cepat tiba.
Kebiasaan itu senantiasa berkembang sampai setelah itu mereka memasang pohon cemara sebagai simbol datangnya Natal. Saat masyarakat Jerman menyebar ke banyak variasi wilayah termasuk Amerika, mereka memasang cemara sebagi dekorasi Natal dan setelah itu sampai saat ini pohon cemara menjadi tidak benar satu ikon Natal di seluruh belahan dunia.
Ada banyak variasi macam cerita yang nampak tentang pohon Natal ini. Cerita yang pertama menjelaskan demikian, tersedia seorang rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifasius yang tengah melakukan perjalanan. Di tengah perjalanannya, ia bersua bersama dengan sekelompok orang yang sanggup mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon ek. Untuk menghentikan tingkah laku jahat mereka, Santo Bonifasius memukul pohon ek berikut sampai roboh.
Keajaiban pun muncul, area pohon ek berikut digantikan oleh pohon cemara yang secara ajaib tumbuh disana.
Cerita yang ke-2 mengisahkan seorang tokoh Reformasi Gereja, Martin Luther, yang pada suatu malam tengah berjalan-jalan di di didalam hutan. Pada saat itu, banyak bintang gemerlapan di langit malam. Sinar bintang-bintang berikut menembus cabang-cabang pohon cemara yang tersedia di hutan. Karena terpesona sanggup keindahannya, Martin Luther pun menebang tidak benar satu pohon cemara kecil dan membawanya pulang ke rumah. Agar pohon cemara yang ia tebang membawa keindahan yang sama, ia memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.
Perlu kami ketahui ternya sampai saat ini pemasangan pohon Natal tetap membawa dampak pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Ada cerita lain yang menjelaskan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi memakai pohon cemara untuk merayakan hari kelahiran Dewa Matahari yang bernama Mithras (Perayaan Saturnalia) pada tanggal 25 Desember. Mithras merupakan Dewa Matahari Iran yang sesudah itu dipuja di Roma. Yang membedakannya, pohon cemara di sini dihiasi bersama dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil. Menurut kabar yang beredar, Dewa Matahari tidak hanya Mithras saja tapi termasuk tersedia Osiris yang merupakan Dewa Matahari orang Mesir yang dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Serta Dewa Matahari Horus dan Apollo yang lahir pada tanggal 28 Desember.
Karena cerita yang beredar ini, sebagian aliran Gereja melarang pemasangan pohon cemara sebagai rutinitas di didalam merayakan Natal gara-gara dianggap sebagai pemujaan pada Dewa Matahari. Pemasangan pohon Natal lebih-lebih dianggap sebagai penyembahan berhala. Karena kontroversi ini, pemerintah Jerman sempat memberlakukan sebuah keputusan di mana tiap tiap orang yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal sanggup di kenai sanksi bersifat denda.
Terlepas dari banyak variasi cerita yang telah disebutkan di atas, pemasangan pohon cemara ternyata membawa arti yang besar di dalamnya. Ada pun arti dari penggunaan pohon cemara sebagai pohon Natal yaitu;
1. Makna kehidupan dan harapan
Pohon cemara merupakan pohon evergreen di mana pohon ini sanggup senantiasa hijau biarpun di didalam musim dingin. Saat musim salju tiba, seluruh tipe pohon menggugurkan daunnya terkecuali pohon cemara.
Melihat hal ini, setelah itu pohon cemara dilambangkan membawa arti kehidupan. Sebagai seorang yang percaya, kami wajib senantiasa hidup di di didalam Kristus. Bagaimana pun kondisi dan kondisi kami pada saat ini kami wajib senantiasa hidup bersama dengan berdiri teguh lebih-lebih di didalam badai sekalipun. Badai kehidupan yang kami alami jangan dijadikan sebagai sebuah alasan bagi kami untuk menggugurkan iman dan percaya kami kepadaNya.
Pada sebuah penelitian yang dikerjakan di Amerika Serikat disebutkan bahwa pohon Natal sanggup menjadi tempat tinggal bagi puluhan ribu ekor serangga seperti Collembola, Psocoptera, tungau, ngengat dan laba-laba. Serangga- setangga berikut selayaknya berhibernasi di musim dingin, tapi bersama dengan keberadaan sebuah pohon hijau dan terdapatnya kehangatan dari api unggun maupun pemanas ruangan, serangga-serangga berikut berkembang biak bersama dengan baik di sekitar pohon.
Karena hal inilah setelah itu pohon Natal menjadi simbol harapan. Sebagai orang percayakita termasuk selayaknya sanggup memberikan harapan bagi banyak orang. Keberadaan kami selayaknya menjadi suatu hal yang sanggup menyinari dan ditunggu oleh orang lain. Karena keberadaan kami pula selayaknya sanggup membangkitkan semangat bagi orang-orang yang telah kehilangan harapan di di didalam hidupnya.
2. Makna perkembangan iman
Karena pohon cemara senantiasa hijau lebih-lebih bertumbuh di di didalam musim dingin, pohon ini membawa arti perkembangan iman. Kita wajib membawa iman yang senantiasa bertumbuh di didalam kondisi apapun. Dalam kondisi badai yaitu persoalan hidup yang kami alami, kami diajarkan untuk senantiasa membawa sebuah harapan dan tidak membawa pengaruh kami justru mundur. Persoalan yang kami alami merupakan didikan dari Tuhan untk membawa pengaruh iman kami bertumbuh.
Pertumbuhan iman ditandai bersama dengan seberapa kuatnya kami mengahadapi persoalan yang tersedia gara-gara iman sanggup bertumbuh lewat persoalan tersebut. Jika sebuah persoalan justru merontokkan iman percaya kami maka kami merupakan manusia yang lemah. Adanya pohon cemara inin  membawa pengaruh kami mengerti bahwa iman kami wajib senantiasa bertumbuh di dalamNya.
Baca termasuk : Contoh Kata Sambutan Natal
3. Makna terang
Pohon  Natal yang dipasang kebanyakan ditambah oleh gemerlapan lampu yang menyinari pohon berikut dan sanggup indah terkecuali dicermati di di didalam kegelapan. Pohon Natal yang seperti ini membawa arti terang. Kita diharuskan sanggup menjadi terang sama sekali itu di didalam kegelapan. Terang yang kami membawa haruslah sanggup menyinari sekitar kami dan membawa sesama kami menuju terang itu. Terang yang kami membawa termasuk tidak bleh redup gara-gara terkecuali terang itu redup bagaimana kami sanggup menerangi sesama kita? Oleh gara-gara itu, jadilah terang yang sejati yang sanggup mengalahkan kegelapan.
Pohon Natal bukanlah suatu hal yang wajib tersedia di didalam perayaan Natal gara-gara pohon Natal hanya dijadikan sebuah simbol tentang perkembangan iman dan juga melambangkan kehidupan. Pohon Natal tidak tersedia hubungannya bersama dengan kelahiran Tuhan Yesus gara-gara pohon Natal persis bersama dengan perayaan musim dan juga perayaan keluarga. Selain itu, tidak tersedia pula keputusan tercantum tentang keharusan memasang pohon Natal baik di di didalam Gereja maupun di rumah-rumah sebagai simbol kelahiran Kristus.
Bagaimana pun respon kami tentang keberadaan pohon Natal, kiranya arti dari keberadaan pohon Natal berikut sanggup dimaknai bersama dengan sebaik-baiknya di didalam kehidupan kita. Kiranya Info yang telah diberikan sanggup bermanfaat bagi kami semua. Merry Christmas.

Read More

Senin, 07 Desember 2020

Alasan Kenapa ada Pulau Natal? Ini Sejarahnya


Pulau Natal atau Christmas Island merupakan sebuah pulau kecil mempunyai Australia. Mungkin bagi kami nama pulau ini tetap menjadi asing meskipun pulau ini dekat dengan Indonesia terutama Pulau Jawa. Pulau ini sempat menjadi kontroversi pada pihak Indonesia dan pihak Australia perihal siapa yang sesungguhnya berhak mempunyai pulau ini dikarenakan Australia begitu saja mengklaim kepemilikan atas pulau Natal. Jika diamati berasal dari faktor geografis dan etnis, pulau ini lebih mempunyai kemiripan dengan Indonesia dibandingkan dengan Australia.
Pulau Natal merupakan wilayah yang terdiri berasal dari satu pulau saja yang terdapat di Samudera Hindia dan merupakan wilayah teritorial Indonesia. Pulau ini mempunyai iklim tropis seperti Indonesia. Pulau Natal terdapat 2.600 km (1.600 mil) berasal dari arah barat laut kota Perth, Australia Barat, dan terdapat sejauh 500 km (310 mil) berasal dari arah selatan Jakarta, Indonesia dan 975 km (606 mil) berasal dari Pulau Cocos (Keeling).
Luas keseluruhan Pulau Natal yakni 135 km2. Sekitar 63% wilayah pulau ini merupakan taman nasional dengan keanekaragaman flora dan fauna yang unik, lebih dari satu bagian berasal dari hutan tropis di pulau ini merupakan wilayah hutan purba yang mirip sekali belum terjamah sehingga menjadi daerah tinggal bagi flora dan fauna endemik. Salah satu hewan yang banyak terkandung di pulau ini yakni burung dan kepiting merah atau Red Crab yang dapat raih 100 juta ekor. Beberapa sumber menjelaskan bahwa sebelum akan dihuni oleh manusia, pulau ini dihuni oleh ribuan ekor burung yang bermigrasi setelah itu menetap di pulau ini. Bisa dikatakan bahwa pulau ini merupakan pulau yang terisolasi sampai abad ke-19 sehingga tidak mengherankan apabila flora dan fauna endemik tetap relatif banyak ditemukan dikarenakan ekosistemnya tidak terganggu oleh Kedatangan manusia.
Populasi penduduk di pulau ini sebesar 1.402 warga yang tinggal di sejumlah daerah pemukiman di ujung utara pulau. Pemukiman daerah tinggal warga Pulau Natal yakni Settlement atau Flying Fish Cove atau Kampung, Silver City, Poon Saan dan Drumsite. Penduduk yang terkandung di Pulau Natal merupakan penduduk dengan campuran etnis China, Melayu dan Eropa yang kebanyakan singgah berasal dari daratan Australia. Keragaman kultur dan agama di pulau Natal ini ditandai dengan berdirinya beraneka daerah ibadah seperti Gereja, Masjid dan juga kuil.
Berdasarkan information Biro Pusat Statistik Australia berasal dari sensus tahun 2001 etnis penduduk Pulau Natal terdiri berasal dari 70% China, 20% Eropa dan 10% Melayu. Bila merujuk kepada information CIA World Factbook, kepercayaan yang dianut oleh penduduk Pulau Natal terdiri berasal dari Buddha 36%, Kristen 18%, Islam 25% dan agama dan juga kepercayaan lainya 21%. Sedangkan Bahasa yang digunakan oleh penduduk pulau ini terdiri berasal dari Bahasa Inggris sebagai Bahasa resmi, Bahasa China dan Bahasa Melayu.
Asal Mula Nama Pulau Natal
Pulau Natal pertama kali ditemukan oleh pelaut Inggris yakni kapten William Mynors yang sedang melakukan pelayaran memanfaatkan kapal Royal Mary mempunyai British East India Company. Kapal mempunyai kapten Mynors melintasi pulau ini terhadap waktu hari Natal tahun 1643 tepat 375 tahun yang lalu. Karena terhadap waktu ditemukan pulau ini belum mempunyai nama, maka kapten Mynors menamai pulau ini Pulau Natal atau Christmas Island dikarenakan pulau ini ditemukan tepat terhadap waktu hari Natal.
Awal abad ke 17 sebelum akan tahun 1666, Pulau Natal telah dimasukkan ke di didalam peta navigasi pelaut Inggris dan Belanda dikarenakan terhadap tahun setelah itu seorang kartografi Belanda bernama Pieter Goos menerbitkan sebuah peta dan memasukkan pulau setelah itu dengan nama pulau Mony, nama Mony sendiri berarti “belum jelas”.
Pada waktu itu, information perihal pulau kecil ini belum lengkap dikarenakan kapten Mynors sebagai penemu pertama Pulau Natal, tidak meninggalkan banyak catatan. Informasi yang lebih detail soal Natal baru didapatkan sehabis penjelajah laut asal Inggris William Dampier dengan kapalnya yang bernama Cygnet, tiba di Pulau Natal terhadap Maret 1688.
Sebenarya, obyek awal Dampier adalah Pulau Cocos, tapi dikarenakan cuaca buruk menyebabkan kapalnya dialihkan ke arah timur dan pada akhirnya terdampar di Pulau Natal. Dalam catatannya berjudul “Voyages”, Dampier menulis bahwa waktu dia dan anak buahnya tiba disana, pulau setelah itu tidak berpenghuni. Untuk mengecek suasana sekitar pulau, William menyuruh dua orang anak buahnya untuk turun dan memeriksa pulau tersebut. Akhirnya dua kru kapal setelah itu menjadi penduduk pertama yang menetap di Pulau Natal, tapi Dampier dan kru lainnya melanjutkan penjelajahan ke daerah lainnya.
Sejarah Singkat Pulau Natal
Pulau Natal pertama kali dikuasai oleh Kerajaan Inggris terhadap tanggal 6 Juni 1888 sehabis Sir John Davis Murray menemukan kadar fosfat murni yang terkandung di pulau ini. Segera seteah itu sebuah pemukiman kecil terbentuk di Flying Fish Cove oleh G. Clunies Ross yang merupakan pemilik berasal dari kepulauan Cocos yang terdapat sejauh 975 km berasal dari pulau Natal. Ia singgah ke pulau ini dengan obyek untuk memperoleh kayu dan pasokan bagi pembangunan industri di Pulau Cocos.
Pertambangan fosfat yang tersedia di pulau ini diawali terhadap tahun 1890 dengan memanfaatkan para pekerja paksa orang-orang Melayu berasal dari pulau Singapura, Malaya dan China. Para pekerja paksa ini pada akhirnya menetap di sini sehingga etnis dominan Pulau Natal merupakan etnis China dan Melayu. Pertambangan fosfat yang tersedia di Pulau Natal selalu tersedia sampai waktu ini, tapi aktivitas pertambangan yang tersedia tidak mengganggu apalagi menyebabkan rusaknya keindahan yang disuguhkan oleh pulau ini.
Pada waktu perang dunia kedua, Pulau Natal mempunyai nasib yang nyaris mirip dengan Indonesia. Pulau ini jatuh ke tangan pasukan Jepang. Pada bulan November 1943, lebih berasal dari 60% penduduk yang tersedia di pulau ini  dievakuasi ke camp tahanan di Surabaya (Indonesia) sehingga penduduk yang tersisa di pulau ini tidak lumayan berasal dari 500 orang China dan Melayu dan juga 15 orang Jepang. Perlu diketahui, Pulau Natal apalagi sempat menjadi pusat pengujian senjata nuklir oleh pemerintah Inggris pada tahun 1956 dan 1958 sebagai bagian berasal dari Operasi Grapple.
Pada tahun 1957, Kerajaan Inggris menyerahkan Pulau Natal kepada pemerintah Australia dengan konpensasi sebesar £2.9 Juta Pundsterling. Dan sejak tahun 1997, Pemerintah Federal Australia menyatukan administrasi Pulau Natal dengan Pulau Cocos (Keeling) ke di didalam kesatuan Administrasi dengan nama Australian Indian Ocean Territories (Wilayah Teritorial Australia di Samudera Hindia) dan dikepalai oleh seorang Administratur yang berkedudukan di Pulau Natal.
Baca juga : Makna Pohon Natal
Keindahan Pulau Natal
Pulau natal
http://blog.ub.ac.id/ykzirafmaysih/files/2013/12/ss.jpg
Selain pertambahan fosfat yang lumayan besar dan keanekaragaman flora dan fauna endemik di pulau ini, Pulau Natal merupakan tidak benar satu pulau dengan obyek rekreasi yang tidak boleh dilewatkan. Karena letaknya di daerah Samudera Hindia, pulau ini menawarkan suatu perihal yang amat luar biasa. Pantai yang tersedia di pulau ini amat indah dengan pemandangan segera ke arah Samudera Hindia. Bahkan tidak dipungkiri bahwa pemerintah Australia memperoleh banyak keuntungan berasal dari sektor wisata yang tersedia di pulau ini. Selain sektor wisata yang mengagumkan, Pulau Natal juga mempunyai kekayaan laut yang luar biasa. Bahkan lebih dari satu sumber menjelaskan bahwa Pulau Natal dapat menghasilkan hasil laut seperti ikan dan kepiting di didalam jumlah yang besar. Tak heran kecuali banyak traveller yang menjadikan destinasi wisata yang patut dikunjungi.
Demikianlah Info perihal Pulau Natal. Semoga berguna bagi kami semua.

Read More

Selasa, 01 Desember 2020

Pengertian dan Sejarah Pulau Paskah


Pulau Paskah atau Easter Island adalah sebuah Pulau kecil dan terpencil milik Chili yang terdapat di selatan Samudera Pasifik. Dalam bahasa Polonesia Pulau Paskah disebut Rapa Nui tapi di didalam bahasa Spayol disebut Isla de Pascua. Secara administrasif Pulau Paskah juga ke di didalam Provinsi Valparaiso.
Bentuk Pulau Paskah sendiri seperti segitiga dimana mempunyai luas lokasi seluas 163,6 km2. Daratan berpenghuni yang paling dekat bersama dengan pulau ini yakni Pulau Pitcairn yang jaraknya 2.075 km sebelah barat. Menurut sensus yang dilaksanakan terhadap tahun 2002, populasi yang terdapat di Pulau Paskah yakni sebesar 3.791 jiwa yang mayoritas penduduknya menetap di ibukota Hanga Roa.
Pulau Paskah
https:// pulau-easter-knightman.jpg
Pulau Paskah barangkali tidak asing ditelinga kami lebih-lebih lagi pulau ini kondang sebab terdapat 887 patung-patung monumental yang disebut moai. Moai merupakan sebuah patung berusia 400 tahun yang dipahat dari batu besar yang kini terdapat di sepanjang garis pantai Pulau Paskah. Moai mempunyai ketinggian biasanya 4 meter bersama dengan berat meraih 14 ton lebih-lebih lebih. Moai mempunyai tubuh yang lengkap merasa dari kepala hinggi kaki walau terhadap tepat ini banyak moai yang tertimbun tanah sehingga yang nampak hanya kepalanya saja. Banyak yang beranggapan bahwa moai dipahat untuk menghormati leluhur Pulau Paskah.
Ada sebuah legenda kuno yang menyebutkan demikian diceritakan tersedia seorang kepala suku yang sedang melacak area tinggal hingga selanjutnya ia tempati sebuah pulau yang dinamakan Pulau Paskah terhadap tepat ini. Ketika ia bakal menghembuskan nafas terakhirnya, pulau selanjutnya dibagi-bagikan kepada semua anak lelakinya. Berdasarkan kepercyaan masyarakat setempat, tiap-tiap tersedia kepala suku meninggal, sebuah moai bakal dibuat dan di tempatkan di makan kepala suku tersebut. Moai terssebut berguna untuk menangkap kemampuan ghaib atau mana yang dimiliki oleh kepala suku semasa hidupnya sehingga tidak pergi meninggalkan pulau. Mereka percaya bahwa bersama dengan merawat mana kepala suku sehingga tetap berada di pulau tersebut, keberuntungan bakal terjadi, hujan bakal turun dan tanaman bakal tumbuh.
Namun, tersedia juga cerita yang menyebutkan bahwa moai dibangun oleh masyarakat kelas bawah untuk menghormati masyarakat kelas atas. Orang kelas bawah ini tidak melakukannya dengansukarela tapi mereka dipaksa untuk membangun moai sepanjang bertahun-tahun hingga selanjutnya mereka memberontak. Pemberontakan yang mereka melakukan membawa efek banyak moai hancur, jumlah masyarakat menyusut bersama dengan pesat sehingga peristiwa Pulau Paskah tertimbun selamanya.
Terlepas dari bermacam cerita yang beredar, terhadap tahun 1995 UNESCO menegaskan Pulau Paskah sebagai daftar web site warisan dunia. Namun sangat disayangkan Pulau Paskah udah banyak mengalami keruntuhan baik dari aspek kerusakan ekosistem ataupun kepunahan spesies yang sebab over-eksploitasi sumber kemampuan pulau.
Sejarah Pulau Paskah
Menurut sumber yang beredar, orang yang pertama kali tempati Pulau Paskah adalah imigran yang berasal dari Polinesia yang barangkali besar berasal dari Pulau Mangareva atau Pitcairn di sebelah barat Pulau Paskah. Pulau ini dinamakan Paasch-Eyland atau Pulau Paskah sebab ditemukan terhadap tahun 1722 terhadap tepat hari Paskah oleh seorang pakar navigasi asal Belanda Jakob Roggeveen. Pada tepat ditemukan Roggeveen memperkirakan jumlah masyarakat di pulau ini hanya lebih kurang 2.000-3.000 jiwa yang sebab pulau ini letaknya terpencil dan terisolasi dari dunia luar. Namun ternyata jumlah populasinya meraih 10.000-15.000 jiwa terhadap abad ke 16 dan 17.
Pada masa kejayaannya, Pulau Paskah menjadi sebuah pulau yang mendukung peradaban manusia yang relatif maju dan kompleks. Namun, peradaban Pulau Paskah merasa merosot secara drastis semenjak 100 tahun sebelum akan kehadiran Belanda yang disebabkan oleh padatnya jumlah penduduk, penebangan hutan dan eksploitasi sumber kemampuan alam. Namun hingga pertengahan abad ke 19, populasi masyarakat di pulau ini merasa menjadi tambah hingga meraih 4.000 jiwa.
20 tahun sesudah itu lebih kurang tahun 1877, populasi masyarakat di pulau ini lagi merosot secara drastis lebih-lebih hanya tersisa 111 jiwa yang sebab banyak masyarakat dideportasi ke Peru dan Chili dan juga bermacam penyakit yang dibawa oleh orang Barat yang udah memusnahkan nyaris beberapa masyarakat di Pulau Paskah. Pada tahun 1888, pulau ini sesudah itu dianeksasi oleh Chili. Secara perlahan jumlah masyarakat pun udah menjadi tambah dari rekor paling rendah berjumlah 111 jiwa.
Penduduk asli yang berasal dari pulau ini dinamakan suku Rapanui. Nama Rapanui sendiri diciptakan oleh para imigran pekerja yang berasal dari suku asli Rapa di Kepulauan Bass sebab menyamakan Pulau Paskah seperti kampung halamannya.
Pada tepat ini, terjadi peningkatan wisatawan yang singgah ke Pulau Paskah sebab sektor wisata yang disuguhkan oleh Pulau ini berbeda bersama dengan area yang lain. Meskipun menaikkan devisa negara, perihal ini justru membawa efek keidentikan Polinesia di Pulau Paskah terancam hilang. Selain itu, terjadi masalah kepemilikan tanah antara pemerintah Chili bersama dengan beberapa suku asli Rapanui yang membawa efek ketegangan politik sepanjang 20 tahun terakhir.
Demografi Pulau Paskah
Pada tepat ini, kepadatan masyarakat Pulau Paskah hanya berkisar 23 masyarakat per km². Tentu saja jumlah selanjutnya jauh lebih kecil kecuali dibandingkan bersama dengan masa keemasan Pulau Paskah yang populasi penduduknya meraih 10.000-15.000 jiwa. Penduduk asli yang tempati Pulau Paskah yakni Rapanui. Dari jumlah populasi terhadap masa keemasan, populasi masyarakat alami penurunan hingga 2.000-3.000 jiwa sebelum akan kehadiran bangsa Eropa ke pulau ini.
Pada abad ke-19 atau lebih kurang tahun 1877, populasi masyarakat di pulau ini alami penurunan secara drastis sebab terdapatnya wabah penyakit, deportasi 2.000 Rapanui ke Peru sebagai budak dan juga keberangkatan paksa sisa suku Rapanui ke Chili yang membawa efek populasi di pulau ini hanya meraih 111 Rapanui saja. Dari 111 Rapanui yang tersisa, hanya 36 orang yang membawa keturunan.
Berdasarkan sensus yang dilaksanakan terhadap tahun 2002, populasi masyarakat yang tersedia di Pulau Paskah berjumlah 3.791 jiwa. Jumlah ini juga Rapanui 60% populasi, bangsa Chili keturunan Eropa juga 39% populasi dan sisanya 1% adalah etnis Amerika Asli dari daratan Chili. Hampir semua masyarakat yang tersedia di Pulau Paskah tinggal di kota Hanga Roa.
Baca juga : Sejarah terdapatnya Pulau Natal
Peninggalan Kuno Pulau Paskah
Selain Moai, tetap banyak peninggalan kuno yang terdapat di pulau ini. Peninggalan-peninggalan selanjutnya antara lain:
Petroglyph
Petroglyph merupakan gambar yang dipahat di atas sebuah batu. Gambar yang terbentuk terdiri dari bermacam kumpulan garis yang timbul. Ada lebih kurang 1.00 web site bersama dengan lebih dari 4.000 petroglyphs yang terdapat di Pulau Paskah. Desain ataupun gambar yang dipahat di atas batu selanjutnya berbeda terkait untuk obyek apa petroglyph selanjutnya dibuat. Ada yang membawa efek petroglyph untuk menciptakan totem, untuk menandai lokasi atau untuk mengabadikan peringatan seseorang atau peristiwa bersejarah.
Rongorongo
Rongorongo merupakan tulisan misterius di didalam bermacam lembaran atau tablet yang ditemukan di Pulau Paskah. Tulisan ini belum dapat diuraikan oleh pakar bahasa samasekali hingga tepat ini. Ada yang menyimpulkan bahwa makna dari rongorongo sendiri yakni damai-damai yang barangkali mencatat dokumen perjanjian damai seperti penguasa bertelinga panjang bersama dengan penguasa bertelinga pendek. Namun semua itu tetap diperdebatkan hingga tepat ini.
Glyphs
Glyphs merupakan gambar ikon kecil di didalam bahasa rongorongo yang mempunyai wujud manusia, hewan, wujud geometris dan sering membentuk senyawa tak beraturan dimana tiap-tiap gambar mempunyai makna yang berbeda. Glyphs dapat dimisalkan sebagai tulisan yang digunakan untuk berkomunikasi satu bersama dengan yang lain.
Demikianlah informasi perihal Pulau Paskah. Semoga berguna bagi kami semua.

Read More

Rabu, 04 November 2020

3 Alasan Mengapa Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus


Pohon Ara yang Dikutuk Tuhan Yesus
Salah satu mukjizat yang diperbuat oleh Tuhan Yesus yaitu pas ia mengutuk pohon ara. Pohon ara yang dikutuk ini dicatat di didalam Perjanjian Baru khususnya di didalam dua kitab Injil yaitu pada Injil Matius pasal 21 dan Injil Markus pasal 11. Pohon ara yang dikutuk ini dikisahkan berada di sedang jalur pada Betania dan Yerusalem. Dalam perjalanan menuju ke kota, Tuhan Yesus merasa lapar. Kemudian di pinggir jalur Ia melihat pohon ara yang berdaun lebat sehingga Yesus pun hendak melacak makan berasal dari buah pohon ara itu.
Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus
via freebibleimages.org
Setelah Yesus melihat pohon ara tersebut, Ia mendapati bahwa pohon ara tersebut tidak berbuah tetapi hanya berdaun lebat saja. Karena melihat pohon ara tersebut tidak berbuah sama sekali maka Ia mengutuk pohon ara tersebut hingga menjadi kering baik daun, ranting maupun akarnya sehingga pohon ara tersebut amat tidak dapat berbuah lagi.
Pohon Ara
Pohon ara merupakan keliru satu jenis pohon yang berdaun lebat dan rindnag. Biasanya pohon ini dapat tumbuh setinggi 6 meter. Ranting dan cabang-cabangnya merentang 7,5 mtr. hingga 9 mtr. ke samping. Oleh sebab itu pas cuaca sedang terik banyak sekali orang yang senang berteduh di bawah rindangnya pohon ara ini.
Karena pohonnya amat rindang, pasti saja Yesus meminta pohon ara ini termasuk mempunyai buah. Akan tetapi, Ia tidak meraih apa-apa berasal dari pohon ara itu tak hanya daunnya saja yang lebat. Seperti yang kita ketahui, Yesus dan murid-muridNya merupakan orang yang sederhana sehingga pas mereka lapar, mereka tidak bakal melacak makanan mewah yang mahal. Mereka makan bukan untuk memuaskan udara nafsu melainkan hanya untuk menghilangkan rasa laparnya saja yang di didalam artian mereka makan cocok dengan dengan kebutuhan.
Dalam hukum orang Yahudi, pohon ara yang terdapat di pinggir jalur bebas untuk diambil alih buahnya oleh tiap tiap orang yang melalui jalur itu. Oleh sebab itu, pas Yesus dengan dengan dengan dengan para murid melalui pohon ara yang terdapat di sedang jalur pada Betania dan Yerusalem, Ia bebas melacak buah yang ada pada pohon aratanpa harus terkena sanksi orang Yahudi.
Alasan Mengapa Yesus Mengutuk Pohon Ara

Bagi kita yang membacanya, mungkin tindakan Yesus yang mengutuk pohon ara ini muncul semena-mena sebab segera membinasakan pohon ara yang tidak berbuah melalui ucapan mulutnya sehingga saat itu juga pohon ara tersebut menjadi kering. Pohon yang pada mulanya hijau dan berdaun lebat saat itu juga menjadi kering sesudah Ia mengutuk pohon ara ini pasti memicu para muridNya tercengang atas kelakuan yang telah dijalankan Yesus.
Sebenarnya apa yang dijalankan oleh Yesus bukanlah sebuah tindakan yang semena-mena sebab sebetulnya Yesus menginginkan mengajarkan murid-muridNya prinsip ilahi melalui tindakan yang Ia laksanakan di didalam perikop Yesus mengutuk pohon ara. Lalu sebenarnya, apa yang dapat kita pelajari berasal dari perikop tersebut? Adapun yang dapat kita pelajari pada lain:
1. Sesuatu Yang Tidak Berguna Akan Binasa

Mungkin poin pertama ini merupakan keliru satu hukum kehidupan atau bahkan merupakan keliru satu prinsip ilahi dimana suatu hal yang tidak berguna lambat laun bakal binasa. Tuhan menciptakan kita tentunya ada maksud yang baik yaitu Ia menginginkan kita menjadi manusia yang berguna khususnya bagi sesama kita. Contoh sederhananya seperti ini. Sebuah lilin kita nyalakan di didalam kegelapan sebab lilin tersebut berguna untuk menerangi kita di sedang kegelapan. Garam dimasukkan di didalam makanan dengan dengan maksud untuk memberi tambahan cita rasa pada makanan tersebut.
Lalu bagaimana terkecuali lilin tersebut tidak dapat menerangi kita di di didalam kegelapan atau mungkin garam yang kita masukkan ke di didalam amakanan tidak dapat memberi tambahan rasa terhadapa makanan tersebut? Tentu saja lilin dan garam tersebut menjadi tidak berguna bkan? Begitu termasuk dengan dengan pohon ara yang dikutuk oleh Yesus.Meskipun daunnya lebat, pohonnya rindang tetapi pas ia tidak berbuah maka pohon ara tersebut termasuk tidak menjadi berguna.
Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, Ia menginginkan kita menjadi seseorang yang berguna sebab pas Ia menciptakan kita Ia mempunyai object yang jelas. Tujuan tersebut pada lainagar manusia laksanakan apa yang kudus dihadapan Allah dan juga untuk menggembirakan dan memuliakan namaNya di didalam kehidupannya. Allah menciptakan kita sebagai manusia sehingga kita menjadi manusia yang berguna bagi kemuliaan, kemauan dan juga kerajaanNya. Pohon ara yang ditemui Yesus di pinggir jalur tersebut dikutuk sebab pohon ara tersebut tidak menghasilkan buah sehingga pohon ara tersebut harus mati kering. Sebagai manusia Ia termasuk menginginkan kita mengahsilkan buah di didalam kehidupan ini.
2. Tidak Selalu Ditentukan Oleh Penampilan Luar

Pohon ara yang dilukiskan di di didalam Alkitab ini sebenarnye melukiskan orang percaya yang tidak menghasilkan buah di didalam kehidupannya. Pohon ara ini termasuk melukiskan iman tanpa kelakuan yang dimiliki oleh manusia. Pohon ara mempunyai daun yang lebat semestinya buah pada pohon ara tersebut lebat. Akan tetapi, penampilan luar berasal dari pohon ara yang hijau tersebut tidak menanggung bahwa pohon ara tersebut berbuah dengan dengan lebat juga.
Begitu pula kehidupan kita sebagai orang percaya, penampilan yang orang lain melihat belum pasti melukiskan Kekristenan yang kita mempunyai telah menghasilkan buah atau justru tidak menghasilkan buah sama sekali. Penampilan tiap tiap orang merasa berasal dari yang muda hingga tua, cantik, tampan, atau bahkan biasa saja tidak bakal memilih buah yang dihasilkan di didalam kehidupannya. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa Kekristenan bukan berbicara soal penampilan luar melainkan berbicara mengenai kehidupan sehari-hari apakah telah menghasilkan buah atau belum.
3. Penghakiman Hanya Berada di tangan Tuhan Yesus

Tindakan Yesus pas mengutuk pohon ara bukanlah  merupakan tindakan yang semena-mena sebab Ia mengutuk pohon ara tersebut dengan dengan object untuk mengingatkan para murid bahwa penghakiman harus hanya berada di tangan Tuhan Yesus. Tindakan Yesus ini mengajarkan kita bahwa Ia berhak untuk menghakimi suatu hal yang menurutNya tidak layak di hadapanNya berdasarkan penghakimanNya sebab penghakiman yang Ia mempunyai adalah adil dan harus sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melawanNya.
Karena penghakiman harus berada di tanganNya, maka Ia berkuasa untuk memelihara dan merawat bahkan Ia berkuasa untuk menghancurkan dan membinasakan suatu hal yang dirasa tidak pantas di hadapanNya. Oleh sebab itu, kita diajak untuk hidup seturut dengan dengan kehendakNya sebab terkecuali pas penghakiman telah tiba, kita harus mempertanggungjawabkan segala kelakuan kita entah itu yang baik ataupun tidak di hadapan Yesus sang hakim yang adil.
Yesus mengutuk pohon ara yang Ia jumpai di pinggir jalur pas menuju ke Yerusalem bukanlah merupakan tindakan yang semena-mena. Yesus mengutuk pohon ara tersebut sebab Yesus menginginkan mengajarkan kepada mara muridNya mengenai prinsip ilahi. Pada hari ini kita diajarkan untuk menjadi murid yang berguna di hadapanNya dengan dengan menjalankan panggilanNya di didalam kehidupan kita sehingga kita dapat menghasilkan buah yang lebat. Kita termasuk harus tahu bahwa Ia merupakan hakim yang adil yang bakal menghakimi manusia menurut perbuatannya. Kiranya artikel ini dapat memberkati dan memberi tambahan Info bagi kita semua.

Read More

Minggu, 25 Oktober 2020

Pengertian dan Makna Perpuluhan Dalam Kristen


Perpuluhan atau persepuluhan merupakan berkat yang wajib kami kembalikan lagi kepada Tuhan sebesar 10% berasal berasal dari apa yang kami dapatkan. Pada mulanya perpuluhan diajarkan kepada bangsa Israel. Konsep perpuluhan sendiri terkandung di dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa perpuluhan merupakan keputusan Hukum Taurat dimana tiap tiap orang Israel diwajibkan untuk berikan 10% berasal berasal dari apa yang mereka peroleh untuk Tebernakel atau Bait Suci. Ayar perihal perpuluhan ini dijelaskan dalam Imamat 27:30; Bilangan 18:26; Ulangan 14:24 serta 2 Tawarikh 31:5.
Perpuluhan
via medium.com
Pada sementara itu, banyak di pada orang Israel yang menganggap bahwa perpuluhan yang diterapkan dalam Perjanjian Lama dikatakan sebagai pajak untuk memenuhi kepentingan para imam dan orang-orang Lewi dalam sistim korban persembahan yang diberikan untuk Allah. Berbeda halnya bersama rencana perpuluhan yang diterapkan dalam Perjanjian Baru.
Dalam Perjanjian Baru, tidak tersedia perintah yang dimaksudkan kepada orang Kristen untuk tunduk terhadap proses perpuluhan sebesar 10% seperti yang tercantum dalam Perjanjian Lama. Ajaran Paulus perihal perpuluhan cuma perlihatkan bahwa orang-orang percaya semestinya menyisihkan lebih dari satu berasal berasal dari penghasilan mereka yang digunakan untuk membantu kegiatan gereja. Ini tercantum dalam 1 Korintus 16:1-2.
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, Perjanjian Baru tidak memilih kandungan penghasilan yang wajib disisihkan namun disana cuma tercantum untuk beri tambahan sesuai bersama apa yang kami peroleh yang tentu saja wajib diberikan bersama kerelaan hati supaya berkatNya yang melimpah sanggup tercurah ke atas kita.
Pada sementara ini, Gereja Kristen menerapkan perpuluhan yang diterapkan dalam Perjanjian Lama yaitu dalam kandungan 10% dan menerapkannya sebagai saran minimum yang wajib diberikan sementara persembahan. Meski demikian, kami tidak wajib menjadi diwajibkan untuk berikan perpuluhan. Sebaiknya orang Kristen berikan perpuluhan itu sesuai bersama apa yang dirasa sanggup dan wajib memberikannya bersama kesungguhan hati dan penuh suka cita.
Dalam 2 Korintus 9:7 udah amat mengetahui disebutkan bahwa kami wajib beri tambahan perpuluhan atau persembahan ke hadirat Tuhan menurut kerelaan hati dan jangan bersama sedih hati atau dikarenakan paksaan dikarenakan Ia mengasihi orang yang memberikannya bersama sukacita.
Penggunaan Uang Perpuluhan Oleh Gereja

Perpuluhan kebanyakan diserahkan atau diberikan tiap tiap sebulan sekali kepada Gereja. Besarnya perpuluhan yang diberikan berkenaan berasal berasal dari apa yang diperoleh. Biasanya perpuluhan yang diberikan kepada Gereja sebesar 10% berasal berasal dari keseluruhan pendapatan. Perpuluhan yang kami serahkan kepada gereja tentu saja dipakai gereja untuk banyak tujuan. Beberapa tujuan seterusnya pada lain:
Membangun, merenovasi serta menjaga bait suci, gedung ibadah atau pun bangunan lainnya yang tersedia di dalam gereja. Uang perpuluhan itu terhitung sanggup digunakan untuk meningkatkan sarana yang sanggup membantu kegiatan gereja.

Menyediakan dana untuk melaksanakan program kegiatan gereja seperti program untuk mengabarkan Injil dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan unit yang tersedia dalam gereja.

Menyediakan dana pengoperasian untuk membantu wilayah atau[un lingkungan yang tersedia di sekitar gereja.

Membantu program misionaris atau pelayan Tuhan yang tengah bertugas untuk mewartakan Injil atau tengah menempuh pendidikan.

Mendidik kaum muda yang tersedia di Gereja seperti program pelatihan musik dan sebagainya.

Mencetak dan mendistribusikan bahan ajarGereja kepada jemaat.

Membantu keluarga yang membutuhkan.

Membantu pekerjaan bait suci.
Prinsip dan Pentingnya Perpuluhan

Dengan beri tambahan perpuluhan bermakna kami mengembalikan berkat yang kami peroleh kepada Tuhan. Hal yang wajib diingat dan dimengerti di sini bahwa mengembalikan tidaklah sama bersama memberikan. Jika kami wajib mengembalikan apa yang kami peroleh kami terhitung wajib mengetahui bahwa semua berkat yang kami terima merupakan permberian berasal berasal dari Allah..
Sangat wajib bagi kami untuk beri tambahan perpuluhan itu dikarenakan melalui perpuluhan yang kami beri, kami sanggup membantu pembangunan gereja Tuhan dan sanggup jadi berkat untuk tiap tiap sarana yang dilakukan oleh gereja
Jika terhadap sementara ini di dalam benakmu terlihat pertanyaan “apakah Tuhan wajib duit kita?” bagaimana kamu sanggup melacak jawaban atas pertanyaan itu? Sebenarnya Tuhan tidak wajib duit kami dikarenakan Ia adalah Allah yang kaya supaya untuk apa duit yang kami memiliki Ia menggunakan jikalau Ia adalah Allah yang kaya? Tuhan cuma dambakan menyaksikan bagaimana kerelaan hati kami untuk mengembalikan berkat yang udah Ia memberikan untuk memperluas kerajaan Tuhan di bumi.
Masih banyak di pada kami yang tetap bermegah diri dan menyombongkan diri dikarenakan perpuluhan yang kami memberikan besar jumlahnya. Kita wajib ingat bahwa Tuhan tidak dulu kekurangan, jikalau kami tidak beri tambahan perpuluhan pun gerejaNya tidak sanggup mati. Oleh dikarenakan itu janganlah kami jadi pribadi yang sombong. Namun selamanya rendah hatilah sementara kami beri tambahan perpuluhan dikarenakan Ia sanggup memberkati umatNya yang beri tambahan perpuluhan itu bersama kerelaan dan ketulusan hati.
Pada sementara ini prinsip perpuluhan yaitu beri tambahan 10% yang kami peroleh kepadaNya supaya Ia menjaga 90% yang kami miliki. Ketika kami memberika perpuluhan bersama ketulusan hati, bukanlah suatu hal yang tidak barangkali bagiNya untuk memberkati kami melebihi 90% yang kami terima. Namun, janganlah kami hitung-hitungan bersama Tuhan. Jangan sampai sementara kami udah beri tambahan perpuluhan justru kami segera menuntut Tuhan supaya Ia memberkati dan mengembalikan apa yang udah diberi.
Pada sementara ini banyak yang mengeluhkan perihal prinsip perpuluhan ini. Salah satu perihal yang sering dikeluhkan yaitu jikalau gaji yang dimilikinya kecil. Saat disuruh untuk beri tambahan perpuluhan justru terlihat pertanyaan seperti ini “gaji saya kan kecil, jaman wajib selamanya beri tambahan perpuluhan? Nanti bagaimana saya sanggup makan?” Tidak cuma sampai disana, orang yang memiliki gaji besar pun kadang sementara mengeluhkan prinsip perpuluhan ini lebih-lebih jikalau perpuluhan yang ia hars memberikan tidaklah sedikit.
Hal yang wajib ditanamkan dalam hati pribadi kami masing-masing yaitu seberapa pun besar berkat yang udah Tuhan memberikan kepada kita, tetaplah tiap tiap dalam beri tambahan persepuluhan dan buuktikanlah bagaimana Tuhan mencurahkan berkatNya sementara kami setia beri tambahan perpuluhan kepadaNya. Baik besar apalagi kecil perpuluhan yang kami memberikan kepadaNya itu tidaklah jadi masalah sementara apa yang kami memberikan suka di hadapanNya.
Berkat Dari Perpuluhan

Saat kami beri tambahan perpuluhan, Tuhan berjanji sanggup memberkati kami sewaktu kami setia membayar perpuluhan tersebut. Dalam Maleakhi 3:10 Tuhan berfirman bahwa kami wajib mempunyai semua persembahan perpuluhan itu ke dalam baitNya untuk memperluas pekerjaanNya. Saat kami beri tambahan perpuluhan itu bersama segala kerelaan hati, maka Tuhan sanggup mencurahkan berkat yang melimpah ke atas kita.
Berbicara perihal berkat yang Tuhan memberikan pasti tidak tersedia habisnya dikarenakan Tuhan sanggup meberikan suatu hal yang tidak ternilai harganya. Berkat yang kami terima tentu saja tidak secara materi saja namun terhitung secara rohani. Jika kami memberinya bersama sukarela pasti Bapa di Sorga sanggup membantu dan menyediakan segala apa yang kami perlukan menjadi berasal berasal dari makanan, baju apalagi area untuk berlindung.
Perpuluhan amat wajib untuk kami melaksanakan dikarenakan bersama beri tambahan perpuluhan kami mengetahui bahwa berkat yang kami memiliki berasal berasal berasal dari Allah dan wajib dikembalikan lagi kepadaNya.Perpuluhan yang kami memberikan kepadaNya haruslah diberikan bersama kerelaan dan ketulusan hati dikarenakan Ia sanggup mencurahkan berkat yang melimpah kepada orang-orang yang berikan bersama kerelaan hati. Semoga artikel ini sanggup berfaedah dan beri tambahan Info bagi kami semua.

Read More