Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2021

Kumpulan Khotbah Kristen Terbaru dan Terbaik


KHOTBAH KRISTEN

Khotbah Kristen






Ketakutan


Bacaan: Mazmur 118:5-9




“Jangan risau terhadap apa yang kudu engkau derita! Sesungguhnya Iblis bakal melemparkan lebih dari satu orang berasal dari antaramu ke di dalam penjara sehingga kamu dicobai dan kamu bakal mendapatkan ada gangguan sepanjang sepuluh hari. Hendaklah engkau setia hingga mati, dan Aku bakal mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”


Wahyu 2:10




Takut merupakan suatu tanggapan terhadap suatu semangat khusus seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa risau merupakan tidak benar satu emosi basic tak hanya rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat diambil alih asumsi bahwa ketakutan adalah suatu tanggapan emosi seseorang terhadap suatu ancaman. Saya yakin kita seluruh sebagai manusia tentu dulu mengalami ketakutan atau rasa takut.




Rasa risau yang dialami masing-masing orang berbeda-beda terkait berasal dari responnya terhadap suatu kondisi tertentu. Ketika rasa risau menguasai seseorang, biasanya orang itu tidak bisa berpikir bersama dengan bersama dengan logis.




Ketika ketakutan muncul, adakalanya seseorang bisa mengambil alih alih cara yang tidak cocok bersama dengan bersama dengan Firman Tuhan.




Misalnya saja kala seseorang risau oleh binatang dan ada binatang yang tidak disukainya mengejar, orang seterusnya bakal mengeluarkan umpatan atau kata kasar lainnya. Ketika seseorang risau bakal hari esok sebab kudu membayar hutang orang seterusnya bakal melacak cara untuk mendapatkan duwit kecuali saja bersama dengan bersama dengan mencuri.




Sayapun dulu mengalami rasa risau dan kala rasa risau itu semakin membesar akhirnya saya kudu berbohong untuk menutupi ketakutan yang saya rasakan.




Lalu sesungguhnya mengapa seseorang bisa jadi takut?




Seseorang bisa jadi risau sebab jadi sedang berhadapan bersama dengan bersama dengan suatu perihal terlebih seseorang yang jauh lebih kuat, jauh lebih besar dan jauh lebih besar dibandingkan bersama dengan bersama dengan dirinya. Orang seterusnya jadi dirinya lemah, kecil, tidak berdaya dan tidak memiliki apa-apa itu menandingi atau mengalahkan suatu perihal yang membuatnya ketakutan. Bisa saya suatu perihal atau seseorang itu laksanakan ancaman atau serangan terhadap diri kita sehingga kita jadi di dalam bahaya dan sekuat tenaga berupaya untuk melindungi diri berasal dari ancaman tersebut. Misalnya saja kala seseorang divonis oleh dokter bahwa ia memiliki penyakit beresiko dan usianya tinggal dua bulan lagi.




Apa yang bakal dijalankan oleh orang itu?




Pasti orang itu bakal ketakutan dan berupaya semaksimal kemungkinan terlebih mau mengeluarkan banyak duwit sehingga penyakitnya bisa sembuh dan ia bisa hidup lebih lama lagi. Beda halnya kecuali orang seterusnya cuma mengalami demam atau flu.




Orang seterusnya tentu tidak bakal jadi risau dan masih tenang di dalam menghadapinya.




Mengapa bisa begitu?




Ini sebab apa yang dialami dan dirasakan bukanlah suatu perihal yang besar dan mengancam diri kita. Dalam Lukas 12:4-5 dikatakan demikian “Aku bicara kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu risau terhadap mereka yang bisa membunuh tubuh dan kemudian tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku bakal menunjukkan kepada kamu siapakah yang kudu kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke di dalam neraka. Sesungguhnya Aku bicara kepadamu, takutilah Dia!” Dalam ayat seterusnya sudah sadar disebutkan bahwa kita tidak kudu risau bakal apapun. Yang kudu kita takuti adalah Tuhan Allah kita yang berkuasa atas hidup dan kehidupan kita.




Macam-macam Ketakutan



Setiap manusia tentu saja bakal mengalami rasa takut. Rasa risau itu lumrah dan sesungguhnya dibutuhkan untuk memberitahu kita bakal ada suatu bahaya sehingga bersama dengan bersama dengan ada rasa risau kita menjadi berhati-hati bakal suatu hal. Namun, kala ketakutan itu sudah terlampau menguasai kita, kita kudu mencoba menghilangkannya sebab ketakutan bisa membahayakan kesehatan kita kecuali rasa risau itu sudah tidak wajar. Berikut ini merupakan macam-macam ketakutan yang sebaiknya kita buang.




1. Takut gagal



Manusia tentu risau untuk gagal. Ketika mencoba suatu perihal yang baru berkenaan yang tentu keluar di dalam anggapan manusia yakni kegagalan. Jika kita berkesinambungan jadi risau gagal sebelum saat bakal mencobanya kemudian kapan kita bakal berkembang? Jika kita terlampau risau untuk gagal maka kamu bakal kecewa bersama dengan bersama dengan hasil yang bakal didapatkan nantinya. Sama halnya bersama dengan bersama dengan Musa. Ketika Tuhan mengutus Musa untuk melepas bangsa Israel, Musa sangsi dan jadi takut. Bahkan Musa bicara “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus. (Keluaran 4:13)” Ketika Musa bicara demikian, Tuhan pun marah dan menyuruh pergi bersama dengan bersama dengan kakaknya Harun. Pasti salah satu kita termasuk ada yang seperti Musa jadi risau sebelum saat bakal mencoba. Namun, berkenaan yang kudu kita percayai adalah Tuhan tetap menyertai kita dan segala pekerjaan yang kita lakukan.




Oleh sebab itu, janganlah kita risau gagal cuma sebab kita jadi diri kita lemah dan tidak memiliki potensi.




2. Takut untuk berubah



Perubahan adalah suatu perihal yang kudu bakal kita alami. Ketika seseorang risau untuk berubah, artinya orang seterusnya risau untuk berkembang. lukan Perubahan bukanlah suatu perihal yang kudu ditakutkan. Justru pergantian kita perlukan untuk bertumbuh dab berkembang. Berubah yang kita jalani haruslah pergantian ke arah yang positif. Dalam berkenaan ini berubah kudu menjadikan kita spesial yang lebih baik kembali dibandingkan sebelumnya. Kita kudu studi berasal dari Paulus. Paulus saja berani mempengaruhi hidupnya kala Tuhan memanggil dia untuk melayaniNya, kemudian apakah kita tetap risau untuk berubah?




3. Takut bakal jaman lalu



Tidak sedikit salah satu kita risau bakal jaman lalu. Masa kemudian seolah menjadi kenangan tidak baik dan momok menakutkan yang menghantui kehidupan kita. Terkadang jaman kemudian itulah yang sebabkan kita tidak berkembang sebab berkesinambungan menyalahkan diri sendiri atas jaman kemudian yang terjadi. Lukas 19:1-10 bercerita berkenaan Zakheus. Ia merupakan kepala pemungut cukai dan banyak orang memanggil Zakheus sebagai orang berdosa.




Namun, apa yang dijalankan Zakheus?




Zakheus tetap melangkah maju dan berupaya untuk melihat Yesus. Ia berupaya untuk tetap melangah terlebih kala orang lain menganggapnya sebagai manusia berdosa. Masa kemudian bukanlah penghalang bagi Zakheus untuk yakin kepada Allah. Kitapun termasuk mestinya seperti itu. Jangan jadikan jaman kemudian sebagai alasan untuk tidak maju dan berkembang. Bukankah jaman depan jauh lebih kudu berasal dari jaman lalu?




4.Takut diremehkan orang lain 



Perasaan risau ini bakal sebabkan seseorang menjadi tidak cukup yakin diri. Orang seterusnya bakal minder dan tidak berani untuk melangkah. Mari kita ingat kembali berkenaan kisah Daud yang melawan Goliat. Saat Daud bicara kepada Saul untuk melawan Goliat apa tanggapan Saul?




Saul tambah meremehkan Daud “Tidak kemungkinan engkau bisa hadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak berasal dari jaman mudanya sudah menjadi prajurit. (1 Samuel 17:33)” Jika kita ada diposisi Daud terhadap kala itu apakah yang bakal kita lakukan? Mungkin kita kan jadi minder kemudian bicara “Ah iya benar katamu, kecuali begitu lebih baik saya diam saja.” Beda halnya bersama dengan bersama dengan Daud. Ia tetap yakin terhadap dirinya sendiri terlebih tetap maju untuk melawan Goliat. Karena penyertaan Tuhan pula Daun menang dan bisa mengalahkan Goliat. Kitapun termasuk kudu seperti itu.




Jangan risau kala orang lain meremehkan kita. Buktikanlah kecuali kita bisa laksanakan apa yang tidak kemungkinan bagi mereka.




5. Takut bakal penolakan


Setiap orang baik saya maupun kamu tentu risau bakal namanya penolakan. Entah itu risau tidak diterima oleh pekerjaan yang diinginkan, risau tidak diterima di dalam suatu komunitas ataupun risau tidak diterima oleh orang yang dikasihi. Perasaan risau ini sering kadang sebabkan seseorang berupaya untuk tidak menunjukkan kekurangannya terlebih ada pula yang berupaya untuk menjadi orang lain. Yesuspun dulu tidak diterima kala berada di Nazaret.




Namun apa yang dilakukanNya?




Ia tidak risau terlebih tidak gentar sedikitpun. Apapun yang berjalan serahkanlah seutuhnya kepada Tuhan. Ketika seluruh orang menolakmu terlebih duniapun menolakmu, ingatlah bahwa Tuhan bakal tetap menerimamu bagaimanapun keadaanmu.




6. Takut untuk memilih



Setiap orang tentu bakal tetap dihadapkan oleh suatu pilihan. Dari kala terhubung matanya, manusia bakal dihadapkan oleh dua terlebih lebih pilihan yang kudu dipilih. Namun, kita sering kadang masih risau untuk memilih. Kita risau pilihan yang kita ambil justru itu bukanlah pilihan yang baik. Jika kita jadi risau untuk memilih, marilah kita minta hikmat Tuhan sehingga kita bisa pilih yang baik seturut bersama dengan bersama dengan kehendakNya.




7. Takut memiliki mimpi



Setiap orang tentu memiliki mimpi. Sejak kecil kemungkinan salah satu kita banyak yang memiliki mimpi. Namun, tak sedikit termasuk salah satu kita risau untuk bermimpi. Bermimpi bakal suatu berkenaan bukanlah berkenaan yang salah. Bahkan ada pepatah yang bicara demikian ”Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau bakal jatuh salah satu bintang-bintang.” Yakub bermimpi untuk bisa menikahi Rahel hingga ia bersedia bekerja terhadap Laban tujuh th. lamanya. Setelah tujuh th. apa yang terjadi? Laban tambah memberikan Lea anaknya yang lain. Namun sebab cintanyakepada Rahel iapun bekerja kembali sepanjang tujun th. lamanya. Karena pengharapan dan sikap yang tidak enteng menyerah yang dimiliki oleh Yakub akhirnya Yakub bisa menikahi Rahel. Jika kita sesungguhnya memiliki mimpi, jangan risau dan kejarlah mimpi itu hingga mendapatkannya. Karena menyerah kepada mimpi yang kita memiliki bukanlah suatu ketentuan yang tepat.




8. Takut bakal jaman depan



“Karena jaman depan sungguh ada, dan harapanmu tidak bakal hilang. (Amsal 23:18)” Disini sadar tertera bahwa jaman depan sungguh ada sebab Tuhan sudah menanggung jaman depan kita. Sebagai manusia sering kadang kita risau bakal jaman depan yang menunggu kita. Kita risau bakal apa yang bakal berjalan dikemudian hari sebab terhadap hari ini kita jadi tidak sangguh dan lemah.




Terkadang kita jadi tidak memiliki jaman depan sehingga kita pilih untuk tidak laksanakan apa-apa. Namun di dalam ayat seterusnya sadar dikatakan bahwa jaman depan sungguh ada bagi kita seluruh yang yakin kepadaNya. Bangsa Israel kala ada di padang gurun termasuk dulu jadi demikian. Ketika mereka di padang gurun, di belakang mereka terkandung pasukan Mesir yang siap untuk membunuh mereka.




Namun, di depan mereka ada laut Teberau yang tidak kemungkinan bisa mereka lewati.




Karena diperhadapkan di sedang kondisi yang tidak terlalu mungkin ini, bangsa Israel menjadi takut. Yang ada di anggapan mereka adalah kematian yang mengerikan dan mereka tidak memiliki harapan kembali untuk jaman depan mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan tetap menyertai mereka di padang gurun. Pada siang hari Tuhan menyertai mereka bersama dengan bersama dengan tiang awan dan terhadap malam hari Tuhan menyertai mereka bersama dengan bersama dengan tiang api. Ketika kita menyerahkan jaman depan kita kepada Tuhan sepenuhnya, kita tidak kudu risau bakal jaman depan itu sebab Tuhan tentu bakal sedia kan jaman depan yang indah bagi anak-anakNya.




Cara Untuk Mengatasi Rasa Takut


Ketakutan yang dimiliki oleh manusia tentu saja kudu diatasi. Lalu bagaimana cara kita untuk mengatasinya?




1. Memiliki Iman di di dalam Yesus



Dalam Matius 8:26 Yesus bertanya kepada murid-muridNya “Mengapa kamu takut, kamu yang tidak cukup percaya?” Sekarang mari balikkan pertanyaan itu kepada kita. Jika Tuhan bertanya seperti itu apa yang bakal kita jawab? Ketika kita memiliki iman kepada Yesus, kita tentu tidak bakal risau untuk meniti hidup ini. Kita bakal yakin bahwa Tuhan bakal pelihara dan menyertai kita kapanpun dan dimanapun kita berada.




2. Memiliki komitmen hingga akhir kepada Yesus



Dalam Wahyu 2:10 Yesus menyuruh kita untuk setia hingga mati kepadaNya. Ketakutan yang kita rasakan merupakan rancangan Iblis untuk menjauhi kita berasal dari Allah. Ketika manusia merasakan rasa takut, manusia bakal laksanakan tindakan yang tidak mau dan seturut firmanNya. Oleh sebab itu, marilah kita menunjukkan komitmen kita kepada Allah hingga akhir hidup kita. Jangan biarkan iblis berhasil menangani kita berasal dari kasih Allah cuma rasa risau yang kita miliki.






Memang benar kecuali ketakutan merupakan berkenaan yang tidak bisa dipisahkan di dalam diri manusia. Rasa risau itu terlebih bisa saja keluar masing-masing hari di dalam kehidupan manusia. Baik sesungguhnya memiliki rasa risau sebab rasa risau merupakan tanggapan kita terhadap suatu kondisi yang bisa membahayakan bagi kita. Namun, kecuali kita berkesinambungan melepas ketakutan itu menguasai diri kita justru ketakutan itu bakal sebabkan kita tidak bisa melangkah maju ke depan.




Ketakutan itu bakal menghindar kita untuk bisa merasakan kasih dan kuasa Allah. Jika kita risau bakal hari esok atau bakal jaman depan yang bakal kita hadapi kelak, ingatlah bahwa Tuhan sudah menanggung jaman depan kita. Bahkan di dalam Matius 6:34 disebutkan demikian “Sebab itu janganlah kamu risau bakal hari besok, sebab hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”




Hari esok yang kita jalani sudah Tuhan atur. Satu berkenaan yang kudu diingat bahwa di dalam segala kondisi terlebih di dalam kondisi terburuk samasekali Tuhan tetap menyertai kita. Jangan jadi kita sendirian dan tidak memiliki siapa-siapa. Tuhan tetap beserta kita disetiap detik kehidupan kita, terlebih sehelai rambut yang kita memiliki Tuhan sadar jumlahnya.




Jangan biarkan ketakutan yang kita memiliki justru menghindar kita untuk merasakan kasih Bapa. Agar kita tidak jadi takut, senantiasalah dekat denganNya sebab ketenangan bakal kita dapatkan kecuali kita tetap dekat denganNya.




Ketika ketakutan berkesinambungan ada, ketakutan cuma sebabkan kita lemah dan kalah sebelum saat bakal mencoba terlebih kita bosa menjadi lupa bakal Kedatangan penyertaan Tuhan. Mari kita melenyapkan rasa risau itu. Kita gantikan ketakutan yang kita memiliki bersama dengan bersama dengan keberanian berasal dari Allah. Daripada kita risau bakal hari esok atau bakal apa yang bakal berjalan bersama dengan bersama dengan diri kita lebih baik kita gantikan bersama dengan bersama dengan rasa risau kita kepada Tuhan. Ketika kita memiliki rasa risau kepada Tuhan, kita bakal berupaya untuk menyenangkan hatiNya dan berlaku seturut denganNya. Bukankan risau bakal Tuhan yang sesungguhnya diinginkan olehNya? Tuhan Yesus memberkati.

 

Read More

Minggu, 07 Maret 2021

3 Cerita Sekolah Minggu Kelas Tanggung, Besar dan Kecil


1. Cerita Sekolah Minggu Kelas Tanggung
Tema: “Apa yang diciptakan Tuhan pertama kali?”

Bahan Cerita disita di dalam Kejadian 1:1-31 dan Kejadian 2:1-7
Tujuan:
Agar anak-anak sanggup mengerti peciptaan yang dilaksanakan oleh Tuhan Yesus

Agar anak-anak mengerti betapa besar kuasa Tuhan

Agar anak-anak sanggup mengagumi dan mensyukuri seluruh ciptaan Tuhan
Cerita Sekolah Minggu
Bahan cerita:
“Siapa yang menyebabkan hutan? Uu... Siapa yang menyebabkan lautan? Bala, bala, bala... Siapa yang menyebabkan dunia ini hutan dan lautan? Y E S U S,Y E S U S, Yesus Tuhanku, Raha semesta, Dia ciptalan dunia ini hutan dan lautan (mengajak anak Sekolah Minggu untuk menyanyikan lagu ini).” Berapa lama Tuhan menciptakan bumi ini dan seisinya? Ya, Tuhan menciptakan bumi ini dan seisinya sepanjang 6 hari dan terhadap hari ke 7 Tuhan berhenti menciptakan dan memberkati ciptaanNya. Pada tepat ini, kami akan mendengarkan cerita penciptaan yang dilaksanakan oleh Tuhan Yesus. Kita akan mendengar betapa besar kuasaNya sehingga Ia sanggup menciptakan bumi dan seisinya termasuk Kakak dan adik-adik seluruh yang tersedia disini.
Pada mulanya bumi yang kami tinggali kosong dan gelap dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Lalu Tuhan memisahkan terang berasal berasal dari gelap gara-gara Allah memandang terang itu baik. Tuhan menamai terang itu siang dan gelap itu malam. Itulah penciptaan terhadap hari pertama. Tuhan menciptakan siang dan malam
Lalu, terhadap hari ke dua Allah menciptakan langit (cakrawala). Cakrawala yang Ia ciptakan memisahkan air yang tersedia di bawah cakrawala dan air yang tersedia di atasnya.
Pada hari yang ketiga Allah menciptakan daratan dan lautan. Daratan yang Tuhan ciptakan akan menumbuhkan segala type tanaman dan pepohonan yang menghasilkan buah yang berbiji.
Pada hari yang keempat Allah menciptakan benda-benda penerang terhadap cakrawala. Pada siang hari Tuhan menciptakan matahari dan terhadap malam hari Tuhan menciptakan bulan. Selain matahari dan bulan, Tuhan termasuk menciptakan bintang-bintang di langit.
Pada hari yang kelima, Tuhan menciptakan binatang. Binatang yang Tuhan ciptakan tersedia yang hidup di air, di hawa dan di darat.
Penciptaan Tuhan yang paling akhir yakni terhadap hari yang keenam adalah manusia. Manusia diciptakan Tuhan berasal berasal dari debu tanah dan Ia menghembuskan nafas hidup ke hidungnya. Manusia yang Tuhan ciptakan memiliki tugas untuk menguasai bumi. Maksud menguasai bumi adalah pelihara dan pelihara seluruh ciptaan yang sudah Tuhan menyebabkan sebelumnya.
Pada hari ketujuh Allah berhenti bekerja dan memberkati ciptaanNya.
Dari penciptaan hari pertama sampai ketujuh kami sanggup memandang betapa besar kuasa Allah di dalam sistem penciptaan. Dari awal mulanya bumi ini kosong dan gelap namun gara-gara kuasaNya, Ia terasa menciptakan siang dan malam, langit, daratan, lautan, pepohonan, benda-benda penerang layaknya matahari, bulan dan bintang, segala binatang yang tersedia di air, langit dan daratan dan juga Tuhan menciptakan manusia. Nah tugas kami tepat ini adalah pelihara dan pelihara segala yang sudah Tuhan ciptakan. Jangan sampai kami mengakibatkan kerusakan ciptaanNya. Kita termasuk kudu selalu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan ciptakan. Jika Tuhan tidak menciptakan bumi ini, kami tentu tidak akan mengerti terhadap tepat ini kami akan tinggal dimana. Apakah di daerah yang kering dan tandus ataukah di daerah yang tidak tersedia hawa bersih. Tuhan sudah menciptakan bumi ini dan seisinya baik adanya. Untuk mengakhiri Sekolah Minggu kami terhadap hari ini, mari kami naikkan satu buah lagu Terima kasih Tuhan. “Terima kasih Tuhan untuk kasih setiaMu yang sudah Kau beri sepanjang hidupku. Terima kasih Yesus untuk kebaikanMu, sepanjang hidupku. Terima kasih Yesusku menyebabkan anugerah yang Kau beri gara-gara hari ini kukann adakan syukur bagiMu.”
Ayat hafalan
Keluaran 20:11
“Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti terhadap hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”2. Cerita Sekolah Minggu Kelas Besar
Tema: “Manusia dan dosa?”
Bahan Cerita disita di dalam Kejadian 2:8-25 dan Kejadian 3:1-24
Tujuan:
Agar anak-anak sanggup mengerti siapa manusia pertama yang Tuhan ciptakan dan mengapa mereka sanggup jatuh di dalam dosa

Agar anak-anak mengerti apa akibat berasal berasal dari dosa

Agar anak-anak mau mengakui segala dosanya di hadapan Tuhan dan tidak lakukan kesalahan yang serupa lagi
Bahan cerita:
Manusia pertama yang Tuhan ciptakan yakni Adam. Adam diciptakan Tuhan berasal berasal dari debu tanah setelah itu Tuhan memberikan nafas kehidupan kepada Adam. Setelah Tuhan menciptakan Adam, Tuhan menciptakan Hawa berasal berasal dari tulang rusuk Adam kala Tuhan menidurkannya. Lalu, Tuhan menempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden. Taman Eden adalah daerah yang diciptakan oleh Tuhan. Di di dalam taman Eden memuat banyak sekali tumbuhan dan pepohonan yang tumbuh subur. Tuhan memberikan perintah kepada mereka untuk pelihara Taman Eden. Semua tanaman dan pohon yang tersedia disana diperbolehkan Tuhan untuk dimakan buahnya, namun tersedia satu type buah yang tidak boleh dimakan buahnya yakni buah berasal berasal dari pohon pengetahuan. Apa itu buah pohon pengetahuan? Buah ini merupakan buah yang sanggup memberitahukan mana yang baik dan mana yang jahat dan kala manusia memakan buah ini manusia akan mati. Mati di sini artinya manusia akan jatuh ke di dalam dosa dan kehilangan kasih Allah berasal berasal dari hidupnya. Jika manusia kehilangan kasih Allah, manusia akan jauh dariNya dan hidupnya akan kosong dan hampa.
Ketika Hawa sedang seorang diri, munculah ular. Ular membujuk Hawa untuk memakan buah berasal berasal dari pohon pengetahuan. Ular bicara kepada Hawa bahwa kala manusia memakan buah itu, manusia akan layaknya Allah sehingga manusia sanggup membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Mendengar perkataan ular, Hawa mengambil buah sesudah itu dan memakannya sesudah itu memberikannya termasuk kepada Adam. Setelah mereka memakan buah sesudah itu apa yang berjalan selanjutnya? Adam dan Hawa mengerti bahwa mereka telanjang sesudah itu mereka menyebabkan cawat berasal berasal dari daun pohon ara untuk menutupi anggota tubuh mereka. Saat Tuhan memanggil Adam dan Hawa, mereka terlampau takut gara-gara mereka telanjang. Mereka berusaha bersembunyi berasal berasal dari Tuhan. Apa yang setelah itu dilaksanakan oleh Tuhan? Ia setelah itu bertanya kepada Adam dan Hawa apa yang sudah terjadi. Hawa bicara bahwa dirinya sudah diperdaya oleh ular. Tuhan pun jadi marah. Ia mengutuk ular dan setelah itu mengusir Adam dan Hawa berasal berasal dari taman Eden.
Setelah kami mendengar cerita yang baru saja dibacakan, kala ini kami sanggup mengerti siapa yang pertama kali Allah ciptakan dan mengapa manusia sanggup jatuh ke di dalam dosa. Lalu apa akibatnya kalau kami berbuat dosa? Yang pertama kali kami dapatkan yakni kerusakan interaksi manusia bersama Allah. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke di dalam dosa, Tuhan mengusir mereka berasal berasal dari taman Eden. Itulah permulaan interaksi manusia bersama Allah jadi rusak. Manusia kehilangan kasih yang diberikan oleh Allah. Selain itu interaksi antar sesama pun jadi rusak. Ketika Adam dan Hawa ditanya oleh Tuhan mengapa mereka memakan buah berasal berasal dari pohon kehidupan apa yang mereka lakukan? Mereka saling menyalahkan. Itu termasuk yang akan kami dapatkan kalau kami berbuat dosa. Hubungan kami bersama sesama jadi rusak. Selain itu, interaksi kami bersama alam termasuk jadi rusak. Kita kudu bersusah payah untuk menghasilkan sesuatu. Kita kudu mengusahakannya khususnya dahulu. Ini jadi bukti bahwa dosa akan menyebabkan kami jauh berasal berasal dari Allah. Jadi berasal berasal dari yang sudah disampaikan, akibat berasal berasal dari dosa ialah:
Rusaknya interaksi manusia bersama Allah sehingga manusia kehilangan kasih dan berkat yang sudah Allah berikan.

Rusaknya interaksi manusia bersama sesama gara-gara jikan manusia lakukan sebuah kesalahan yang menyakiti hati sesama, interaksi manusia bersama sesama jadi renggang.

Rusaknya interaksi manusia bersama alam.
Semua yang tersedia di sini tentu dulu lakukan kesalahan dan dosa. Tidak tersedia manusia yang tidak berdoa di dunia ini. Sekarang marilah kami renungkan kesalahan apa yang dulu kami lakukan. Apakah kami membantah dan marah gara-gara perkataan orang tua kita? Ataukan kami membenci dan tidak memaafkan teman yang sudah menyakiti hati kita? Atau justru kami jauhi berasal berasal dari Tuhan dan tidak rajin mampir ke hadapanNya? Setiap kesalahan yang kami lakukan meskipun menurut kami itu merupakan kesalahan kecil, itu tetaplah dosa dihadapannya. Pikiran, hati, perkataan dan perbuatan yang kami lakukan kalau tidak mau dihadapanNya itu sudah merupakan sebuah dosa. Jika terhadap tepat ini kami bicara itu merupakan kesalahan yang tidak disengaja, itu selalu merupakan sebuah dosa gara-gara tanpa mengerti perbuatan itu terasa jauhi diri kami berasal berasal dari kasih Allah. Oleh gara-gara itu, marilah terhadap tepat ini kami rendahkan diri kami dihadapanNya, mari kami mengakui segala dosa dan kesalahan yang sudah kami perbuat baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja yang sudah menyakiti hati sesama bahkan menyakiti hati Tuhan. Marilah kami ambil sikap berdoa dan bersatu di dalam doa (Kakak Sekolah Minggu memimpin doa dan mengajak anak-anak untuk mengakui kesalahan yang dulu dilakukannya ke hadapan Tuhan).
Ayat hafalan
1 Yohanes 1:9
“Jika kami mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kami dan menyucikan kami berasal berasal dari segala kejahatan.”
3. Cerita Sekolah Minggu Kelas Kecil
Tema: “Apakah Kau termasuk akan Turut Serta?”

Bahan Cerita disita di dalam Kejadian 6:9-22 dan Kejadian 7:1-24
Tujuan:
Agar anak-anak sanggup mengerti panggilan Tuhan atas dirinya

Agar anak-anak mau ikut dan juga di dalam pekerjaan Allah

Agar anak-anak selalu mengandalkan Tuhan disetiap kehidupannya
Bahan cerita:
“Nabi Nuh diperintah Tuhan menyebabkan bahtera besar dunia jadi jadi jahatnya dan kudu dihukum Tuhan. Hujan lebat turunlah, turunlah, turunlah, halilintar datanglah, datanglah, datanglah (Kakak Sekolah Minggu mengajak adik Sekolah Minggu untuk menyanyikan lagu ini)” Siapa di sini yang kenal bersama Nuh? Wah semuanya mengerti ya siapa itu Nuh. Benar, Nuh adalah orang yang Tuhan perintahkan untuk menyebabkan bahtera yang terlampau besar gara-gara Tuhan mau turunkan air bah ke atas bumi. Tapi kenapa Tuhan sanggup menyuruh Nuh untuk  menyebabkan bahtera besar? Kena Tuhan tidak menyuruh orang lain tidak sekedar Nuh untuk menyebabkan bahtera? Itu seluruh gara-gara manusia sudah lakukan dosa dan kejahatan sehingga mereka tidak layak kembali di hadapan Tuhan. Hanya Nuh dan keluarganya yang masih layak di hadapan Tuhan gara-gara Nuh selalu mampir dan berdoa kepada Tuhan dan berusaha untuk jauhi kejahatan.
Pada suatu hari kala Nuh sedang berdoa, Tuhan berfirman keada Nuh. Nuh buatlah sebuah bahtera yang besar gara-gara Aku akan menghukum manusia akibat kejahatannya bersama air bah. Apa yang Nuh lakukan? Nuh menampik perkataan Tuhan tidak? Nuh tidak menampik perkataan Tuhan. Ia menyebabkan bahtera sesuai bersama apa yang Tuhan perintahkan. Nuh bekerja bersama terlampau giat sampai bahtera itu selesai. Kira-kira menurut adik-adik disini, tersedia yang membantu Nuh untuk menyebabkan bahtera? Iya benar. Tidak tersedia yang mau membantu Nuh. Kalau adik-adik di sini memandang Nuh menyebabkan sebuah bahtera, apa yang akan adik-adik lakukan? Sayangnya terhadap tepat itu, tidak tersedia yang mau membantu Nuh. Nuh mengerjakan bahtera itu seorang diri. Mungkin terhadap tepat orang-orang memandang Nuh menyebabkan bahtera, orang-orang mengejek Nuh. Namun Nuh selalu merampungkan tugasnya sampai akhir.
Setelah bahtera itu selesai Nuh beserta keluarganya masuk ke di dalam bahtera. Tak lupa Nuh termasuk mengajak seluruh gunakan hewan masuk ke di dalam bahtera untuk ikut dan juga layaknya yang sudah Tuhan perintahkan. Kira-kira adik-adik mengerti tidak tersedia berapa orang di di dalam bahtera? Kalu belum mengerti yuk kami nyanyikan lagunya “Nabi Nuh dan isterinya, tiga orang anaknya, tiga orang mantunya masuk di dalam bahtera.” Jadi tersedia 8 orang di di dalam bahtera yakni Nuh, isteri Nuh, 3 orang anak Nuh dan 3 orang menantu Nuh. Setelah semuanya masuk ke di dalam bahtera, Tuhan turunkan hujan deras sepanjang empat puluh hari empat puluh malam sampai gunung yang paling tinggi pun tertutupi air bah dan seluruh manusia yang tersedia di bumi disapu bersih oleh air bah dan hanya di di dalam bahtera saja manusia yang selamat. Siapa di sini yang takut serupa hujan deras? Kakak takut loh bersama hujan deras gara-gara tepat hujan deras biasanya tersedia petir. Coba bayangkan kalau terhadap tepat ini Tuhan turunkan hujan deras sepanjang empat puluh hari empat puluh malam. Pasti kami seluruh bakalan takut. Nuh dan keluarganya menurut adik-adik takut tidak kala di di dalam bahtera mendengar hujan yang turun terlampau lebat? Iya Nuh dan keluarganya tentu takut. Namun, mereka selalu berdoa kepada Tuhan sehingga Tuhan pelihara mereka.
Kalau terhadap tepat ini Tuhan menyuruh adik-adik untuk selalu rajin mampir Sekolah Minggu mau tidak? Nuh saja mau disuruh Tuhan untuk menyebabkan bahtera yang terlampau besar, masa adik-adik di sini tidak mau kalau Tuhan hanya menuruh adik-adik untuk mampir ke Sekolah Minggu. Kita kudu dengar-dengaran akan perintah yang Tuhan berikan untuk kami gara-gara perintah Tuhan itu baik adanya. Semua di sini tentu mau kan untuk mendengarkan perintah Tuhan? Nah pertanyaan kakak selanjutnya, siapa di sini yang tidak memiliki rasa takut? Semua di sini tentu memiliki rasa takut. Namun, kala kami takut, Tuhan menyuruh kami untuk mampir kehadapanNya dan berdoa sehingga rasa takut itu hilang. Nah kalau adik-adik di sini terasa terasa takut, serahkan kegelisahan itu terhadap Tuhan gara-gara Tuhan tentu akan menghalau kegelisahan itu dan menggantikannya bersama keberanian. Sebelum kami pulang mari kami berdoa. Adik-adik nanti ikutin doa kakak ya.
Ayat hafalan
Yesaya 44:8
“Janganlah gentar dan janganlah takut”

Read More

Selasa, 16 Februari 2021

KHOTBAH NATAL mengenai makna dan keindahan dalam terang


Bahan Khotbah Natal
GMP (Glory, Miracle and Present of Christmas)
Bacaan: 2 Korintus 5:11-21
“Jadi siapa yang tersedia di didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama udah berlalu, sebenarnya yang baru udah datang. Dan sepenuhnya ini berasal berasal dari Allah, yang dengan dengan perantaraan Kristus udah mendamaikan kami dengan dengan diri-Nya dan yang udah mempercayakan service pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan dengan diri-Nya oleh Kristus dengan dengan tidak pertimbangkan pellanggaran mereka. Ia udah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati anda dengan dengan perantaraan kami: didalam nama Kristus kami berharap kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa udah dibuat-Nya menjadi dosa sebab kita, agar didalam Dia kami dibenarkan oleh Allah.”
2 Korintus 5:17-21
KHOTBAH NATAL berkenaan makna dan keindahan didalam terang
Apa yang saudara menginginkan saat Natal udah tiba? Hadiah yang mahal ataukah suatu hal yang lebih berasal berasal dari cuman hadiah yang tidak bakal dulu dapat saudara dapatkan dimanapun di seluruh dunia ini? Natal merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu oleh orang percaya, tidak cuma ditempat ini lebih-lebih di daerah lain Natal menjadi moment yang paling ditunggu. Sebenarnya paa yang ditunggu saat Natal oleh kami semua? Apakah yang ditunggu cuma cuman hadiahnya, pakaian baru yang dapat dipakai atau justru kebersamaan dengan dengan keluarga? Seringkali kami tidak paham makna penting berasal berasal dari Natal itu sendiri. Natal merupakan hari di mana kami merayakan kelahiran Kristus di dunia ini. Acapkali moment indah Natal cuma berlangsung sepanjang satu atau dua hari dan kemudian hilang keesokan harinya. Natal yang adalah moment kedamaian dan sukacita seringkali dihancurkan oleh perselisihan sebab perbedaan pendapat. Sebagai manusia seringkali kami lupa bakal makna Natal tersebut.
Euforia Natal termasuk dapat kami rasakan jauh sebelum bakal berasal berasal dari bulan kelahiranNya. Pasti kami di daerah ini udah buat persiapan Natal berasal berasal dari jauh hari. Mulai berasal berasal dari urutan acara, persembahan pujian apa yang bakal ditampilkan, dekorasi Gereja dan pohon Natal dan termasuk dana yang perlu dikumpulkan. Dengan persiapan sepanjang itu, sebenarnya kami buat persiapan Natal untuk siapa? Apakah untuk Tuhan atau justru untuk manusia? Mulai berasal berasal dari anak sekolah minggu, pemuda remaja, kaum ibu, kaum papa lebih-lebih kaum lansia pun turut terkena pengaruh euforia Natal ini. Terlebih anak sekolah minggu yang benar-benar antusias buat persiapan tampilan terbaiknya untu perayaan Natal di Gereja.
Tahukah saudara jikalau kelahiran Yesus ke didalam dunia ini memiliki target penting dan sebenarnya perlu kami renungkan? Dalam Yohanes 3:16-18 bicara demikianlah “Karena begitu besar kasih Allah bakal dunia ini, agar Ia udah mengaruniakan Anak-nya yang tunggal, agar tiap-tiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan meraih hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke didalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak bakal dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia udah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya didalam Anak Tunggal Allah.” Dalam ayat yang baru saja kami baca, paham dikatakan bahwa kelahiran Yesus ke didalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan kami umat berdosa agar kami tidak binasa melainkan meraih hidup yang kekal. Tidak tersedia satupun manusia yang tidak berdosa.
Bahkan sejak berasal berasal dari didalam persentase pun kami udah berdosa. Manusia pertama kali jatuh ke didalam dosa selagi Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan dengan dengan memakan buah berasal berasal dari pohon kehidupan. Sejak selagi itu, pertalian manusia dengan dengan Allah menjadi rusak. Manusia jatuh ke didalam kegelapan dan menyingkirkan kasih dan termasuk kemuliaan yang udah Allah berikan. Namun, sebab Ia begitu mengasihi kita, maka Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal Tuhan kami Yesus Kristus ke didalam dunia ini untuk menyelamatkan kami berasal berasal dari maut. Ia adalah terangNya yang nyata dan ajaib. Karena Ia lahir ke didalam dunia ini, kami meraih pengharapan bakal keselamatan.
Apakah dengan dengan kelahiranNya ke didalam dunia ini, Ia termasuk lahir didalam hati kita? Bagaimana kami paham apakah Allah udah tersedia didalam hati kami atau belum? Ketika Allah udah tersedia didalam hati dan hidup kita, sebenarnya kami bakal meraih kedamaian dan sukacita. Hidup kami bakal dipenuhi oleh kasih dan penyertaanNya. Kita termasuk bakal hidup sebagai anak terang dengan dengan hidup seturut kehendakNya. Anak terang bukan bicara berkenaan tubuh kami yang dapat mengeluarkan cahaya seperti matahari. Tapi anak terang bicara berkenaan hidup dan kehidupan kami yang tidak lagi didalam kegelapan dan hidup kami dapat menjadi terang bagi orang lain. Mari kami buka Alkitab kami didalam Yohanes 1:4-9 “Dalam Dia tersedia hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bersinar di didalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia mampir sebagai saksi untuk berikan kesaksian berkenaan terang itu, agar oleh dia seluruh orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tapi ia perlu berikan kesaksian berkenaan terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiaporang, tengah mampir ke didalam dunia.” Ketika kami hidup sebagai anak terang, kami tidak segan untuk bercerita berkenaan terang itu. Kita termasuk tidak segan untuk berikan dan mengasihi sesama kita. Jika aku bicara seperti ini sebenarnya mudah, tapi didalam sebenarnya senantiasa banyak di antara kami yang belum dapat menjadi terang itu yang bermakna tidak menimbulkan Yesus unuk lahir termasuk di didalam hatinya.
Ya, Natal tidak perlu senantiasa bicara berkenaan kemewahan dan pernak perniknya yang bersinar dan berkilauan. Natal termasuk tidak perlu senantiasa bicara berkenaan seberapa mahal hadiah yang kami memberikan untuk sesama kami atau untuk Tuhan. Namun, Natal di sini bicara apakah Tuhan udah turut lahir didalam hati kami atau belum. Jika belum, apa yang membawa dampak saudara susah untuk mengundangnya lahir didalam hati dan hidup saudara? Kita sebagai orang yang percaya kepadaNya janganlah menjadi serupa dengan dengan dunia kita. Sebentar kami merayakan kelahiranNya tapi tidak lama kemudian kami lupa bakal makna yang terdapat atas kelahiranNya ke didalam dunia ini. Janganlah kami buat persiapan acara yang meriah ini untuk manusia tapi jadikanlah ini perayaan untuk Tuhan.
Pasti banyak di antara kami yang buat persiapan hari Natal ini. Mulai berasal berasal dari pakaian baru, sepatu baru, tas baru pokoknya sepenuhnya serba baru. Tapi sebenarnya seluruh itu untuk apa dan untuk siapa saudara lakukan? Tuhan tidak memandang apa yang kami pakai selagi kami mampir ke Gereja ini.Ia tidak memandang seberapa bagus baju, sepatu atau tas yang saudara kenakan. Yang Allah memandang adalah hati saudara. Apakah saudara yang tersedia di sini benar-benar mampir untuk memuji dan memuliakan namaNya. Mari kami memandang di luar sana. Masih banyak orang-orang yang perlu kasih dan pemberian kita.
Pernahkan saudara memandang sebuah lukisan yang berlatarkan sebuah Gereja di mana di dalamnya terdapat banyak orang yang mampir untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Orang-orang yang tersedia di didalam Gereja kenakan pakaian benar-benar indah. Tak lupa termasuk banyak kado yang dibungkus dengan dengan kertas warna-warni. Pohon Natal yang indah dan termasuk tinggi menjulang. Namun ternyata, di balik kaca jendela tersebut tersedia seorang anak kecil yang menatap ke didalam Gereja dengan dengan penuh senyuman. Pakaian yang dikenakan anak itu lusuh dan kotor. Badannya kurus dan tidak terawat. Jika saudara dulu memandang lukisan seperti ini, apa yang dapat saudara simpulkan? Ya, Natal yang saudara melakukan terhadap selagi ini senantiasa terpaku terhadap kemewahan agar orang lain menilai Natal yang dilaksanakan sukses dilaksanakan. Namun sebenarnya Natal yang sebenarnya adalah saat kami sudi berbagi dengan dengan sesama yang membutuhkan. Berbagi itu bukan perlu senantiasa bicara berkenaan materi, tapi berbagi itu dapat bicara berkenaan kasih. Ketika saudara memiliki kasih Tuhan, tentu saudara tidak segan untuk berbagi kebahagaiaan Natal yang tengah saudara rasakan. Saudara dapat saja berbagi materi, tapi berbagi yang dilandasi dengan dengan Kasih Tuhan sungguh tidak ternilai harganya. Akan banyak kebahagiaan dan sukacita saat saudara berbagi dengan dengan dilandaskan kasih Tuhan. Pada selagi ini marilah kami renungkan makna Natal apa yang sebenarnya saudara cari. Makna Natal yang sejati atau justru cuma makna Natal sesaat?
Natal sebenarnya merupakan hari yang benar-benar indah. Saudara yang tersedia terhadap selagi ini tentu merasakan termasuk bagaimana indahnya susasana Natal. Bisa berkumpul dengan dengan saudara, kerabat dan termasuk orang yang dikasihi tentu menjadi pengalaman yang tidak ternilai harganya yang tidak dapat dibeli dimanapun. KelahiranNya ke didalam dunia ini sebenarnya sungguh luar biasa. Selain untuk menyelamatkan kami orang yang berdosa, kelahiranNya ke didalam dunia ini termasuk membawa dampak kami meraih damai dan sukacita yang benar-benar miliki nilai didalam kehidupan kita. Ketika kami tidak dapat berkumpul dengan dengan orang yang kami kasihi terhadap hari Natal ini, apa yang bakal kami rasakan? Pasti bakal muncul perasaan sedih jikalau perlu merayakan hari kelahiranNya seorang diri saja. Namun, janganlah itu menjadi penghalang bagi kami untuk merasakan kasih dan sukacita Natal. Dalam tema khotbah Natal malam ini GMP (Glory, Miracle and Present of Christmas) apa sebenarnya yang berharap disampaikan? Mari kami memandang satu persatu.
Glory atau kemuliaan. Natal merupakan hari yang sungguh mulia di mana Tuhan tersedia didalam dunia ini. Ia lahir ke didalam dunia ini bukan tanpa tujuan. Ia lahir ke didalam dunia ini untuk menyelamatkan kami umatnya yang berdosa dan melepas kami berasal berasal dari maut. Karena Natal merupakan hari yang mulia, kami perlu benar-benar memaknai Natal yang sebenarnya didalam hidup kita. Jangan jadikan Natal sebagai suatu perayaan tahunan yang perlu kami rayakan. Namun, jadikan Natal sebagai seseuatu yang benar-benar istimewa bagi kita. Maknai makna Natal itu. Jika terhadap selagi ini kami belum dapat memaknai makna kelahiranNya didalam dunia ini kami tidak bakal dulu dapat merayakan hari kelahiranNya dengan dengan perasaan bahagia. Ini kalau saudara merayakan hari lagi th. teman yang tidak dekat dengan dengan saudara. Apa yang anda rasakan jikalau anda turut merayakan hari lagi th. teman yang tidak dekat dengan dengan anda? Pasti tersedia perasaan canggung atau perasaan tidak enak dan tidak benar-benar bahagia. Berbeda jikalau teman dekat saudara lagi tahun. Pasti saudara bakal beri tambahan hadiah yang paling baik untuk teman dekat saudara dan tentu saudara bakal turut berbahagia saat merayakannya. Demikian termasuk di hari Natal ini. Jika saudara tidak benar-benar mengenalNya, bagaimana saudara dapat turut senang merayakan hari kelahiranNya?

Miracle atau keajaiban. Bagi lebih berasal dari satu orang, Natal merupakan hari yang penuh keajaiban. Mengapa demikian? Ini sebab selagi hari Natal tiba, kami dapat berkumpul dengan dengan keluarga atau orang yang kami kasihi. Sesuatu yang dingin menjadi hangat. Hubungan yang udah rusak dapat dipulihkan. Namun, keajaiban Natal tidak cuma cuman itu saja. Ketika kami termasuk menimbulkan Tuhan untuk lahir di didalam hati dan hidup kita, keajaiban itu bakal malah terasa. Kita bakal terasa damai dan penuh sukacita. Berkat dan kasihNya bakal senantiasa melimpah didalam hidup saudara. Selain itu, kami termasuk dapat menjadi sebuah keajaiban bagi sesama kita. Ketika sesama kami sedih, kami dapat mampir untuk menghiburnya. Ketika sesama kami tengah lemah kami dapat mampir untuk menguatkannya. Keajaiban Natal tidak cuma cuman keajaiban yang Tuhan memberikan bagi kita, tapi keajaiban Natal termasuk suatu hal yang dapat kami memberikan bagi sesama kami lewat perkataan maupun tingkah laku yang kami melakukan bagi sesama. Menjadi pembawa keajaiban adalah suatu hal yang benar-benar susah untuk dilakukan. Namun bukan bermakna tidak mungkin. Pada hari ini, kami diajak untuk beri tambahan keajaiban bagi orang banyak. Kita diajak untuk menjadi terang dan menjadi pemberi keajaiban yang dapat menghapuskan perasaan sedih dan menguatkan orang yang lemah.

Present atau hadiah. Ya, Natal merupakan hadiah terbesar bagi kami berasal berasal dari Allah. Kelahiran Tuhan Yesus ke bumi ini merupakan bukti nyata berasal berasal dari hadiah yang Allah memberikan kepada kami agar kami dapat meraih keselamatan dan tidak jatuh ke didalam maut. Pertanyaan selanjutnya adalah, hadiah apa yang udah kami memberikan untuk Tuhan dan untuk sesama kita? Pasti kami seluruh kerap mendengar cerita berkenaan orang-orang Majus berasal berasal dari Timur yang mampir untuk menyongsong kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem. Yang mereka bawa adalah emas, kemeyan dan mur. Semua yang mereka bawa adalah suatu hal yang paling baik yang mereka punya. Apakah kami udah beri tambahan hadiah yang paling baik yang kami memiliki bagi Tuhan? Dengan hidup seturut dengan dengan kehendakNya dan menyerahkan seluruh hidup kami kepadaNya itu udah menjadi hadiah paling baik bagi Tuhan. Tuhan tidak perlu barang yang mewah dan mahal jikalau kami memberinya dengan dengan paksaan dan tidak tulus. Sebab yang senantiasa Tuhan memandang adalah hati kita. Ketika kami beri tambahan suatu hal dengan dengan tulus untuk Tuhan tentu Ia bakal beri tambahan yang baik termasuk untuk kita. Selain untuk Tuhan, kami termasuk dapat beri tambahan hadiah Natal kepada sesama. Tidak seperti Santa yang mampir terhadap malam hari lewat cerobong asap untuk beri tambahan hadiah kepada anak-anak, kami dapat beri tambahan hadiah itu kepada sesama tiap-tiap saat. Namun, saat kami berikan janganlah termasuk dengan dengan paksaan atau agar dicermati oleh orang lain bahwa kami adalah orang baik. Kita perlu berikan dengan dengan tulus.
Natal merupakan moment yang seringkali lebih-lebih tiap-tiap tahunnya ditunggu oleh orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. KelahiranNya ke didalam dunia ini bukan tanpa alasan. KelahiranNya ke didalam dunia ini untuk beri tambahan keselamatan dan termasuk damai, kasih dan termasuk sukacita Natal bagi kami semua. Namun, sudahkah Allah lahir didalam hati dan hidup kita? Marilah di hari Natal yang indah ini, kami renungkan makna kelahiranNya yang sebenarnya didalam hidup kami ittu seperti apa. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Sabtu, 13 Februari 2021

Pengertian dan Jenis Khotbah Dalam Kristen


Apa itu Khotbah dalam Kristen?
Khotbah merupakan tidak benar satu sarana untuk menginformasikan firman Tuhan kepada jemaat pada suatu Gereja atau persekutuan, sehingga khotbah itu sendiri jadi pusat dalam peribadahan umat Kristen. Khotbah yang disampaikan biasanya bakal sesuai bersama dengan topik dan materi yang sudah ditetapkan bersama dengan maksud khusus kepada orang banyak sesuai bersama dengan kondisi dan kondisi kala itu. Namun khotbah tidaklah mirip bersama dengan pidato ataupun ceramah, karena khotbah sebagai pemberitaan firman Tuhan didasarkan pada Alkitab, dan bukan pada pengalaman khusus manusia ataupun anggapan berasal dari manusia itu sendiri (bukan hasil kesimpulan subjektif si pengkhotbah). Khotbah adalah tidak benar satu wujud komunikasi satu arah karena jemaat tidak bisa segera merespon si pengkhotbah. Berkhotbah bukanlah suatu sistem untuk membawa dampak pendengar jadi ahli Alkitab melainkan untuk mengenalkan Allah melalui Firman yang bakal disampaikan.
PENGERTIAN KHOTBAH DALAM KRISTEN dan Jenisnya
Secara umum, sistematika khotbah bisa dibagi jadi tiga bagian yaitu pendahuluan, isikan dan penutup. Pendahuluan biasanya memuat latar belakang yang mempunyai jemaat menuju inti khotbah yang inginkan disampaikan bersama dengan mengutarakan sedikit permasalahan. Isi khotbah merupakan bagian sentral atau bagian utama dalam susunan khotbah. Di bagian isi, pengkhotbah bakal menyampaikan isikan Firman Tuhan yang tersedia dalam Alkitab. Pengkhotbah juga butuh kala lama untuk mempersiapkannya karena perlu melalui sistem penafsiran. Bagian paling akhir dalam sebuat khotbah yaitu penutup. Penutup biasanya memuat kesimpulan atau pesan berasal dari khotbah yang sudah disampaikan. Pada bagian ini, aplikasi atau penerapan dalam kehidupan yang jadi penekanan. Bagian penutup juga bisa diisi bersama dengan sebuah ilustrasi yang bisa membawa dampak jemaat lebih sadar isikan khotbah yang disampaikan..
Khotbah yang disampaikan oleh pengkhotbah biasanya mempunyai takaran arti dan pesan bagi orang yang mendengarnya. Pesan yang di informasikan itu di dalam bhs Yunani disebut Kerygma. Kerygma merupakan pesan berasal dari teks Alkitab yang sudah ditafsirkan sebelumnya. Di dalam berkhotbah juga tersedia hal-hal yang perlu dimengerti tidak benar satunya yaitu ilmu berkhotbah. Ilmu khotbah atau yang juga dikenal bersama dengan arti homiletika merupakan alat yang perlu dikuasai oleh seorang pengkhotbah. Di dalam penyusunan khotbah juga dibutuhkan sistem hermeneutik. Proses hermeneutik ini mendukung pengkhotbah dalam menafsir teks yang adalah dalam Alkitab sehingga kontekstual. Dalam homiletika, yang jadi basic dan acuan khotbah adalah pengakuan Allah di dalam diri Yesus Kristus sebagaimana disaksikan di dalam Kitab Suci. Dan Alkitab adalah cuma satu simber tertulis yang senantiasa tersedia mengenai Yesus Kristus. Sehingga Alkitablah yang jadi acuan untuk ber-khotbah.
Khotbah mempunyai manfaat yang berupa pendidikan, sosial, etis, dan politis. Dimana pengkhotbah bakal jadi pemimpin dalam ibadah dan bakal mewartakan Firman Tuhan dalam ibadah tersebut.
Ciri-ciri khotbah yang baik yaitu;
Ada pendalaman dan kesimpulan teks Alkitab yang bakal dikhotbahkan.

Isi khotbah mempunyai kaitan bersama dengan realitas masalah dan kebutuhan jemaat (sesuai bersama dengan kondisi yang banyak dihadapi oleh jemaat).

Berkhotbah bersama dengan baik dan benar bersama dengan berdoa dan meminta hikmat terutama dahulu kepada Allah.

Ada retorika (seni dan type penyampaian) sehingga jemaat tidak mengantuk dan senantiasa fokus untuk memperhatikan.

Ada kesatuan integritas pengkhotbah bersama dengan khotbahnya.

Khotbah yang disampaikan simple dan tidak bertele-tele.

Isi khotbah menarik tetapi senantiasa mempunyai takaran nilai-nilai dalam Alkitab.

Khotbah yang disampaikan terstruktur jadi berasal dari pendahuluan, isikan dan penutup.

Memiliki tujuan atau batasan kala dalam menyampaikan khotbah.
Di dalam suatu ibadah, khotbah dijadikan sebagai alat untuk mengajar dan mengajarkan jemaat bakal Firman Tuhan.
Tujuan berkhotbah itu sendiri yaitu;
1. Membawa jemaat mengenal Tuhan
Pada kala beribadah, Tuhan secara khusus bakal bicara melalui pengkhotbah melalui pewartaan Firman Tuhan yang disampaikan sehingga bisa mempunyai jemaat tambah lama dekat dan mengenalNya dan juga terkait padaNya.
2. Membawa jemaat ke dalam kebenaran
Dalam 2 Timotius 3:16 disebutkan demikian “Segala postingan yang diilhamkan Allah sebenarnya berfaedah untuk mengajar, untuk membuktikan kesalahan, untuk melakukan perbaikan tingkah laku dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Sehingga saat seseorang berkhotbah haruslah ia bisa mempunyai jemaat ke dalam kebenaran melalui Firman yang bakal ia wartakan.
3. Bersaksi
Tujuan dalam berkhotbah yaitu untuk bersaksi. Ketika pengkhotbah menyampaikan Firman Tuhan, Firman itu pertama-tama perlu diterapkan kepada khusus dan pengalaman pengkhotbahnya, baru kepada jemaatnya. Ketika seorang pengkhotbah juga turut bersaksi atas kebaikan Tuhan dalam hidupnya, jemaat tentu bakal turut merasakan kebaikan Allah. Namun, kesaksian yang disaampaikan kala berkhotbah haruslah terjalin bersama dengan pesan Firman yang dibawakan.
Jenis-jenis Khotbah
Ada sebagian tipe khotbah yang biasanya disampaikan oleh pengkhotbah. Jenis-jenis khotbah itu pada lain;
1. Khotbah Tekstual
Khotbah tekstual merupakan khotbah yang dibangun bersama dengan garis besarnya berdasarkan sebuah teks ayat Alkitab. Khotbah ini biasanya didasarkan pada satu atau dua ayat saja. Adapun keunggulan dan kelemahan khotbah tekstual yaitu:
Keunggulan Khotbah Tekstual
Ayat singkat dan terfokus, sehingga ringan dalam persiapan khotbah. Biasanya digunakan oleh para pengkhotbah pemula.

Mudah dimengerti dan dimengerti oleh jemaat karena penyampaiannya yang sederhana.

Dikhotbahkan ayat per ayat, sehingga pembahasan terlalu fokus pada konteks ayat. Hal ini bakal membawa dampak jemaat sadar apa maksud berasal dari masing-masing ayat yang dikhotbahkan.
Kelemahan Khotbah Tekstual
Pembagian masing-masing ayatnya condong dipaksakan.

Jika tidak dilaksanakan secara cermat, pengambilan satu atau dua ayat dalam Alkitab tanpa menyaksikan konteksnya bakal membawa dampak kesalah pahaman, apalagi juga bisa mengalih-tafsirkan kebenaran.

Jika dipakai konsisten bakal membawa dampak rasa bosan bagi jemaat yang mendengarnya.

Ketika cuma tersedia satu ayat yang baik bakal kesulitan untuk dijadikan tema khotbah tekstual.
2. Khotbah Topikal (Tematik)
Khotbah topikal merupakan khotbah yang dibangun berdasarkan sebuah topik. Khotbah ini didasarkan pada sebuah pokok yang diambil berasal dari dalam atau luar Alkitab. Khotbah tipe ini merupakan khotbah yang kerap dipakai oleh para pengkhotbah.
Adapun keunggulan dan kelemahan khotbah ini yaitu:
Keunggulan Khotbah Topikal
Pengkhotbah bisa mengembangkan banyak variasi aspek berita dalam Alkitab secara bebas sehingga pembahasannya jadi luas. Materi yang dibahas pun bisa dilengkapi atau dikurangi atas basic pertimbangan kala dan isikan khotbah.

Khotbah tipe ini biasanya membawa dampak pengkhotbah berkhotbah sesuai bersama dengan kondisi yang terlalu terjadi dalam jemaat. Melalui khotbah ini juga pengkhotbah bisa memberikan solusi pemecahan masalah berdasarkan Firman Tuhan.
Kelemahan Khotbah Topikal :
Cenderung untuk menggantikan kebenaran Allah bersama dengan kesimpulan manusia.

Isi berasal dari penyampaian Firman Tuhan bisa bermakna bias.

Kurangnya penafsiran ayat berasal dari pengkhotbah sehingga bisa timbul ketidaksesuaian pada khotbah bersama dengan isikan yang dikhotbahkan.

Alkitab cuma digunakan sebagai bahan pendukung pandangan khusus pengkhotbah. Sehingga seumpama tidak dilaksanakan secara hati-hati bisa membawa dampak pemahan pengkhotbah saja yang dikhotbahkan.
3. Khotbah Ekspositori
Khotbah ekspositori merupakan khotbah yang didasarkan pada nas Alkitab yang biasanya lebih panjang berasal dari dua ayat. Bagian terbesar materi khotbah biasanya diambil segera berasal dari nas Alkitab dan kerangkanya terdiri berasal dari serangkaian ide-ide yang diuraikan secara bertahap dan berpangkal pada satu ide utama. Khotbah yang dibawakan bakal saling terjalin pada nas yang satu bersama dengan nas yang lain.
Dari ketiga tipe khotbah yang ada, khotbah Ekspositori merupakan tipe khotbah yang jarang didengar di gereja-gereja di Indonesia. Pada biasanya pengkhotbah-pengkhotbah di Indonesia kerap kenakan khotbah Topikal. Hal ini barangkali karena jauh lebih ringan dalam mempersiapkan isikan khotbah dibandingkan bersama dengan tipe khotbah yang lain. Dalam mempersiapkan khotbah Topikal, pengkhotbah biasanya cuma perlu melacak sebuah pokok atau topik khotbah dalam Alkitab dan menyita sebagian ayat berasal dari dalam Alkitab selanjutnya selanjutnya membentuknya jadi pokok-pokok besar.

Read More

Rabu, 13 Januari 2021

5 Khotbah Pemuda Kristen Tentang Pergumulan dan Persahabatan


KHOTBAH PEMUDA KRISTEN TENTANG PERSAHABATAN
My Best Friend
Bacaan: Amsal 17:9-20
"Seorang teman baik menyimpan kasih tiap tiap waktu, dan menjadi seorang saudara di dalam kesukaran."
Amsal 17:17
BFF atau best friend forever merupakan sebuah makna yang sempat trend dikalangan para pemuda dan pemudi. Banyak yang mengupload foto dengan dengan teman baik baiknya bahkan menulis caption “BFF” bahkan tidak sedikit pula yang menulis caption statusnya dengan dengan ayat Alkitab perihal persahabatan. Setiap kami yang ada di sini tentu punya seorang sahabat. Sahabat untuk berbagi kegembiraan dan kesedihan. Sahabat yang siap mendengar keluh kesah kita. Sahabat yang selalu ada untuk kami dan menguatkan kami ketika kami ada di dalam situasi yang lemah.
Namun, di luar sana ada orang yang tidak seberuntung kami dikarenakan ada orang yang berasumsi bahwa teman baik adalah sosok yang tidak kemungkinan untuk didapatkan dan teman baik sejati itu tidak kemungkinan ada.
 Kenapa perihal itu sanggup terjadi?
Ada lebih dari satu segi yang membawa dampak seseorang kehilangan keyakinan pada suatu hal yang bernama teman baik tidak benar satunya yaitu dulu dikecewakan atau disakiti. Bahkan ada pula yang berasumsi layaknya itu dikarenakan jadi cuma dimanfaatkan saja.
Khotbah Pemuda Kristen Persahabatan
Pada pas ini seorang teman baik sejati amat kesulitan untuk ditemukan kemungkinan tidak benar satu alasannya yaitu tidak ada keselarasan atau kemungkinan amat meyakinkan standar yang tinggi perihal teman baik yang menginginkan dimilikinya. Terkadang teman baik menjadi suatu hal yang peka untuk dibicarakan. Jika yang ada pada pas ini telah meraih teman baik sejati itu, bersyukurlah kepada Tuhan dan jangan dulu sekali-kali menyakiti hati sahabatmu. Sahabat adalah seseorang yang Tuhan memberikan bagi kami untuk mengingatkan dan menguatkan kita. Seorang teman baik yang baik tidak cuma ada ketika anda puas saja, namun ia bakal ada di dalam situasi sedih.
Ia juga bakal menegormu dengan dengan kasih dan bahkan mau mengkoreksi anda demi kebaikan kamu. Ia menginginkan melihatmu maju dengan dengan dengan dengan dia agar ia tidak bakal membiarkanmu terjatuh begitu saja. Dia tidak bakal segan untuk mengulurkan tangannya ketika anda tengah ada di dalam kesulitan. Persahabatan yang terbentuk juga tanpa disadari sanggup membentuk karakter. Jika anda bersahabat dengan dengan orang yang baik maka anda bakal hidup dengan dengan baik juga. Namun, terkecuali anda bersahabat dengan dengan orang yang tidak baik maka anda bakal menjadi tidak baik pula bersamaan dengan dengan berjalannya waktu.
Di Alkitab sendiri kami sanggup melihat persahabatan pada Daud dan Yonatan. Persahabatan mereka Tuhan berkati dan mereka saling mengasihi satu mirip lain. Meskipun Saul ayah Yonatan hendak membunuh Daud, Yonatan tidak segan untuk menunjang Daud bahkan ia pun menguatkan Daud ketika Daud di dalam situasi lemah.
Karena kasihnya, Yonatan bahkan mempercayakan kekuasaan raja kepada Daud yang mestinya itu merupakan miliknya. Apakah persahabatan yang tengah kami jalani telah mirip layaknya persahabatan pada Daud dan Yonatan?
Dalam Amsal 27:6 dikatakan demikian "Seorang teman memukul dengan dengan maksud baik, namun seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah."  Jika anda kerap jadi kesal terkecuali ditegor oleh teman baik ingatlah bahwa ia mengasihimu. Jika ia tidak mengasihimu tidak kemungkinan dia mau menegor anda terkecuali anda berbuat kesalahan. Dalam persahabatan juga dibutuhkan ada keterbukaan dan kepercayaan.
Jika anda tidak mengasihi sahabatmu sendiri bagaimana anda sanggup menghargai persahabatan yang telah dibangun?
"Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, namun siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan teman baik yang karib." Amsal 17:9.
Jika pada pas ini tetap ada yang melacak sosok seorang sahabat, berdoalah kepada Tuhan dan percayalah tentu Tuhan bakal memberikannya bagimu.
Jika pada pas ini anda telah menjalin sebuah persahabatan, maka hargailah persahabatan itu dan kasihilah sahabatmu. Kasih yang tulus mirip juga dengan dengan kesetiaan. Ketika persahabatan kalian diuji selalu milikilah kasih itu dikarenakan persahabatan yang sejati tidak bakal lekang oleh waktu. Tuhan Yesus memberkati.
Baca Juga : Ayat Alkitab Tentang Pengharapan
KHOTBAH PEMUDA KRISTEN TENTANG PERGAULAN
Pintar Dalam Bergaul
Bacaan: Amsal 13:13-20
“Siapa bergaul dengan dengan orang bijak bakal menjadi bijak namun siapa berkenalan dengan dengan orang bebal menjadi malang.”
Amsal 13:20
Percaya atau tidak, 90% yang pilih baik atau buruknya kehidupan kami adalah dengan dengan siapa kami bergaul. Pergaulan yang baik tentu bakal membawa kami ke arah yang lebih baik. Begitupun sebaliknya. Jika kami bergaul dengan dengan orang yang tidak baik, sikap dan perilaku kami juga bakal menjadi tidak baik. Pergaulan bakal mempengaruhi pembawaan hidup kita. Misalnya saja ketika kami bergaul dengan dengan orang-orang yang merokok bersamaan berjalannya pas kami pun bakal turut merokok dikarenakan terbiasa melihat sikap teman-teman kita. Oleh dikarenakan itu, kerap kali kami mendengar perkataan bahwa kami kudu selektif di dalam pilih teman.
Teman adalah seseorang yang selalu berbagi cerita dengan dengan kita. Dimana pun dan kapan pun terkecuali kami terbiasa dengan dengan teman kita, kami bakal mengikuti kebiasaanya. Teman yang anda jumpai bagaikan sebuah tombol raise yang sanggup membawa anda naik atau turun. Kemana anda melangkah itu bakal ditentukan oleh anda sendiri dan oleh orang-orang yang ada di lebih tidak cukup anda.
Banyak sekali pemuda dan pemudi yang pada pas ini tidak benar pilih teman untuk bergaul agar jadi membuatnya jatuh ke di dalam dosa. Mungkin pada pas ini tidak sedikit salah satu kaum muda yang jatuh ke di dalam dosa layaknya mabuk-mabukan, free sex atau memakai narkoba cuma dikarenakan tidak benar untuk pilih teman. Mereka cuma pilih teman untuk bergaul demi melacak kesenangan atau diakui keren.
Namun benarkan pergaulan yang layaknya itu yang dicari?
Banyak alasan yang membawa dampak para pemuda dan pemudi tidak benar pilih teman untuk bergaul.
Alasan-alasan selanjutnya pada lain:
1. Karena dirinya sendiri yang telah pilih sebagian syarat pergaulan yang diinginkan
Seseorang sanggup tidak benar pilih pergaulan dikarenakan ia telah pilih sebagian syarat teman layaknya apa yang diinginkan. Bisa saja sebagian syarat yang telah ditetapkan amat tinggi dikarenakan menginginkan diakui sebagai seseorang yang gaul.
2. Terpengaruh oleh teman atau orang yang ada di sekitarnya
Teman yang kami punya atau orang  yang ada di lebih tidak cukup kami tanpa disadari bakal mempengaruhi cara bergaul kita. Jika kami dipengaruhi oleh teman yang tdak baik, maka tanpa disadari kami bakal jatuh ke di dalam pergaulan yang tidak benar juga.
3. Karena dulu dikecewakan
Perasaan kecewa dan dulu dikecewakan merupakan tidak benar satu perihal yang punya manfaat besar di dalam pilih suatu pergaulan. Terkadang kekecewaan yang dirasakan bakal membawa seseorang berlari ke arah yang tidak benar untuk menyingkirkan perasaan kecewa tersebut.
4. Merasa hidupnya hampa dan tanpa tujuan
Perasaan hampa layaknya tanpa target bakal membawa dampak seseorang selalu melacak jati dirinya. Itu juga bakal membawa dampak seseorang selalu melacak teman-teman yang sanggup menyingkirkan kehampaan tersebut. Jika ia tidak benar meraih teman untuk bergaul untuk mengisi kehampaan itu, maka sanggup dipastikan ia sanggup jatuh ke di dalam pergaulan yang salah.
5. Ingin muncul dari zona nyaman dan diakui keren oleh orang lain
Perasaan menginginkan diakui keren oleh orang lain membawa dampak seseorang menjadi lupa diri. Ia bakal selalu mengusahakan melacak teman-teman yang sanggup membuatnya muncul lebih keren mirip sekali itu merupakan pergaulan yang buruk.
Sangat kudu bagi kami untuk pilih pergaulan. Pergaulan yang kami jalani pas ini sanggup mempengaruhi sikap dan membentuk pembawaan kami bersamaan berjalannya waktu. Jangan hingga kami tidak benar pilih teman untuk bergaul agar kami jatuh ke di dalam dosa. Pilihlah pergaulan yang sanggup membangun dan menuntunmu ke di dalam kebaikan. Tuhan Yesus memberkati.
KHOTBAH PEMUDA KRISTEN TENTANG MASA DEPAN
Masa Depan Menantiku
Bacaan: Amsal 23:12-18
“Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, namun takutlah bakal TUHAN senantiasa. Karena jaman depan sungguh ada, dan harapanmu tidak bakal hilang.”
Amsal 23:17-18
Bagi seorang pemuda apa yang paling dikhawatirkan di di dalam hidupnya? Ya tentu seluruhnya mengkuatirkan jaman depannya. Sebenearnya tidak cuma pemuda saja, orang tua pun tetap mengkuatirkan jaman depannya. Masa depan merupakan suatu hal yang amat rahasia dan menjadi sebuah misteri. Tidak ada seorang pun paham bakal jaman depannya.
Pasti salah satu kami seluruh tidak ada yang menginginkan jaman depannya jelek bukan?
Pasti kami menginginkan pekerjaan yang kami impikan, punya tempat tinggal mewah, kendaraan spesifik bahkan membangun sebuah keluarga dengan dengan dengan dengan orang yang dikasihi.
Masa depan yang Tuhan memberikan bagi kami seluruh sungguhlah indah. Jika pada pas ini anda jadi tidak punya jaman depan apa yang mebuatmu bicara demikian? Apakah dikarenakan anda jadi tidak sanggup melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi layaknya teman-temanmu?
Apakah dikarenakan anda jadi kudu bekerja lebih keras dari orang lain yang ada di sekitarmu? Atau dikarenakan anda jadi hidupmu tidak seberuntung orang yang ada di sebelahmu? Ingatlah, tiap tiap orang punya kesusahannya sendiri-sendiri. Belum tentu apa yang anda melihat pas ini mirip layaknya kenyataan hidup yang kudu ia jalani.
Terkadang sebagai seorang manusia kami cuma melihat segala suatu hal dari satu sudut pandang saja yang menurutnya benar. Kita kadang-kadang melihat segala suatu hal melalui asumsi kami saja. Bukankan apa yang kami acuhkan tidak selalu benar dan layaknya kenyataannya. Setiap orang yang ada di sini punya jaman depannya sendiri-sendiri. Tuhan telah merenda jaman depan kami sebaik mungkin. Masa depan yang telah tentu penuh dengan dengan kasih Tuhan. Namun, untuk mewujudkan jaman depan yang indah itu, kami tidak boleh berdiam diri saja. Kita juga kudu jalankan sebuah aksi dan tindakan untuk mewujudkannya.
Misalnya dengan dengan studi atau bekerja dengan dengan sepenuh hati. Jika pada pas ini anda jadi anda kudu bekerja keras untuk mencapai jaman depan itu, maka bekerjalah dengan dengan segenap kemampuanmu dikarenakan tidak ada suatu hal yang sanggup berjalan dengan dengan instan di dunia ini.
Janganlah was-was dengan dengan jaman depan yang menantimu. Jika anda cuma berpikir bahkan anda tidak punya jaman depan yang indah anda sungguh tidak benar dikarenakan ada tangan Tuhan yang tengah merendanya. Kita tidak paham layaknya apa kami ke depannya. Kita tidak paham apa yang bakal berjalan satu jam sesudah itu bahkan hari esok. Manusia cuma menduganya saja, dikarenakan tidak ada seorang pun yang paham apa yang berjalan di dalam dirinya.
Tuhan sanggup mempengaruhi hidupmu bahkan keadaanmu pas ini. Ia sanggup mengubahnya menjadi lebih indah seturut dengan dengan kehendakNya. Datanglah kepadaNya dan berdoalah selalu agar Ia menguatkan dan menguhkan anda agar anda justru tidak jatuh ke di dalam pencobaan. Raihlah jaman depan itu dengan dengan senyuman dan penuh pengharapan. Janganlah anda mengeluh bakal pas ini dikarenakan anda tidak paham bakal apa yang berjalan besok. Sama layaknya Yusuf yang kudu melalui banyak ujian hingga pada akhirnya ia mencapai apa yang ia impikan. Selain berdoa, ia juga kudu bekerja keras untuk mewujudkannya.
Sekarang janganlah anda cuma amat fokus pada apa yang tengah terjadi. Janganlah pikiranmu cuma berpusat pada pemahaman terkecuali anda tidak punya jaman depan dikarenakan hidupmu tidak mirip dengan dengan yang lain. Tuhan punya cara tersendiri untuk mewujudkan jaman depanmu itu. Kamu kudu melalui bermacam macam proses. Yakinlah bahwa jaman depan itu sungguh ada dan tengah menantimu. Kerjakan apa yang tengah anda jalankan pada pas ini dengan dengan sebaik mungkin. Tuhan Yesus memberkati.
KHOTBAH PEMUDA KRISTEN TENTANG KESETIAAN
Setia di dalam Segala Hal
Bacaan: Ulangan 5:28-33
“Maka lakukanlah seluruhnya itu dengan dengan setia, layaknya yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah anda jalani, agar anda hidup, dan baik keadaanmu dan juga lanjut umurmu di negeri yang bakal anda duduki.”
Ulangan 5:32-33
Setia atau pun komitmen merupakan suatu hal perihal yang kudu kami miliki. Tidak cuma setia kepada pasangan, namun kami juga kudu punya komitmen pada segala hal. Kita kudu setia pada apa yang telah kami jadi agar kami mencapai suatu hal yang amat punya nilai yang tidak sanggup digantikan dengan dengan uang. Pada pas ini komitmen merupakan suatu hal yang amat mahal harganya dikarenakan telah banyak salah satu kami yang kehilangan makna dari komitmen tersebut. Seringkali di dalam mengerjakan suatu hal perihal komitmen kami diuji. Jika kami selalu menjaga komitmen itu agar selalu ada di di dalam diri kami tentu kami sanggup menyelesaikan apa yang telah kami mulai.
Pernahkah saudara lihat film yang berjudul Hachiko? Hachiko sendiri merupakan sebuah film yang menceritakan perihal komitmen seekor anjing bernama Hachi kepada tuannya. Ia dengan dengan setia menunggu kedatangan tuannya di stasiun kereta api hingga Hachi mati. Hachi membawa komitmen kepada tuannya hingga mati. Jika kami amat menghayati film ini, kami sanggup memaknai apa artinya sebuah kesetiaan.
Kesetiaan bakal ada terkecuali kami punya komitmen di di dalam diri kita. Komitmen kuat yang kami punya bakal memampukan kami untuk punya komitmen hingga akhir hidup kita. Komitmen merupakan ketentuan atau janji yang telah tertanam di di dalam hati. Jika komitmen selanjutnya hilang, kami juga bakal kehilangan komitmen yang kami punya dikarenakan komitmen lebih kuat dibandingkan sebuah janji.
Mengapa sanggup dikatakan demikian?
Dapat dikatakan demikian dikarenakan komitmen lahir dari sikap hati yang teguh dan tulus, sedangkan janji adalah sebuah perkataan yang muncul dari di dalam mulut.
Kesetiaan itu haruslah kami jadi dari di dalam perihal kecil. Jika pada pas ini anda dipercayakan sebuah layanan dan anda telah berkomitmen pada layanan yang telah anda jalani maka setialah pada layanan itu. Jika anda dipercayakan suatu hal perihal walaupun itu perihal kecil setialah dengan dengan apa yang tengah anda kerjakan. Setia bukanlah perihal mudah. Kesetiaan kudu diuji agar sanggup meneguhkan hati kita.
Selain Hachi, kami juga sanggup studi komitmen dari Yakub. Yakub setia dan teguh kepada pendirian hatinya. Yakub mau memakai 14 tahun hidupnya untuk bekerja pada Laban demi mencapai orang yang dikasihinya.
Bahkan komitmen Yakub sempat diuji dimana 7 tahun pertama ia bekerja justru Laban mengingkari janjinya untuk memberikan Rahel. Namun, dikarenakan komitmen yang dimiliki oleh Yakub ia tidak mundur walaupun ia dikecewakan oleh seseorang yang ia percayai. Kesetiaan Yakub pada akhirnya menghasilkan hasil. Ia pun sanggup menikah dengan dengan Rahel, wanita yang dikasihinya.
Jika pada pas ini anda tetap tidak setia dengan dengan apa yang anda jalankan bahkan di dalam perihal kecil, bagaimana Tuhan bakal mempercayakan perihal besar kepadamu? Kesetiaan yang anda punya merupakan bukti dari keteguhan hatimu.
Bahkan Tuhan saja menginginkan kami anak-anakNya menjadi spesifik yang setia. Dalam Amsal 3:3 dikatakan demikian “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.” Ukirlah komitmen itu di di dalam hatimu. Jika pada pas ini anda jadi tidak sanggup setia dengan dengan satu perihal yang telah anda jadi baik di dalam pendidikan, pekerjaan bahkan di dalam suatu hubungan, maka berdoalah kepadaNya. Mintalah hikmat dan bimbinganNya. Tuhan Yesus memberkati.
Baca Juga : Beriman Kepada Allah
KHOTBAH PEMUDA KRISTEN TENTANG CINTA
Cinta
Bacaan: Pengkhotbah 4:7-16
“Berdua lebih baik dari pada seorang diri, dikarenakan mereka menerima upah yang baik di dalam jerih payah mereka. Karena terkecuali mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, namun wai orang yang jatuh, yang tidak membawa orang lain untuk mengangkatnya!”
Pengkhotbah 4:9-10
Cinta merupakan suatu pembahasan yang tak ada habisnya dikarenakan cinta itu selalu baru tiap tiap hari. Cinta itu suatu hal yang seluruhnya tidak sanggup diungkapkan melalui kalimat namun kudu melalui tindakan juga. Cinta merupakan suatu anugerah yang Tuhan memberikan bagi kami sebagai manusia dikarenakan cinta tidak sanggup kami membeli dengan dengan emas maupun perak. Di dunia ini terkecuali tidak ada cinta maka kehidupan cuma penuh dengan dengan ketakutan, kesendirian dan juga kehangatan dikarenakan tanpa ada cinta kami tidak sanggup paham bagaimana rasanya dicintai dan mencintai.
Tanpa disadari kehadiran cinta di tengah-tengah umat manusia amat artinya dan amat berdampak besar di dalam segala segi kehidupan manusia. Cinta bakal sanggup memberikan kebolehan dan juga mengalahkan segala kendala dan kesulitan yang dialami. Pernahkah anda paham bahwa pada pas ini hidupmu dipenuhi oleh cinta?
Cinta dari keluarga, cinta dari saudara, cinta dari teman bahkan yang paling besar adalah cinta dari Tuhan. Jika tidak ada itu seluruh akankah kami sanggup untuk selalu hidup di dunia ini? Apakah kami sanggup bertahan di di dalam dunia yang sepi dan hampa tanpa ada cinta?
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang membutuhkan orang lain di di dalam hidupnya dikarenakan manusia tidak sanggup menjalani hidupnya seorang diri saja. Sama halnya dengan dengan manfaat seseorang di dalam kehidupan kita, manfaat cinta juga amat kami butuhan. Seseorang yang telah kehilangan cinta di dalam hidupnya, tentu bakal kesulitan untuk bersyukur dan merasakan keindahan dunia dan keindahan kasih Tuhan di di dalam hidupnya.
Mereka yang dulu dikecewakan oleh yang namanya cinta, tentu bakal kesulitan untuk paham kembali apa itu sebenarnya cinta. Seseorang yang dulu dimanfaatkan atas nama cinta, tentu bakal kesulitan kembali yakin kepada cinta yang tulus. Cinta merupakan suatu hal yang hars diwujudkan dengan dengan hati yang tulus.
Cinta itu merupakan suatu hal yang murni. Jika kami telah kehilangan cinta di dalam kehidupan kita, kami bakal kesulitan untuk menjalani kehidupan ini. Cinta sejati yang pas ini sanggup kami rasakan adalah cinta yang Tuhan Yesus memberikan kepada kita. Cinta yang Ia memberikan merupakan cinta yang tidak bakal lekang oleh waktu. Disaat seluruh orang yang kami cintai meninggalkan kita, cuma Tuhan yang bakal beserta dengan dengan kami selamanya. Cintanya yang sejati ini juga dibuktikan dengan dengan matinya Ia di kayu salib untuk menebus tiap tiap dosa dan kekeliruan kami agar kami tidak jatuh ke di dalam maut.
Cinta itu merupakan suatu hal yang amat indah, punya nilai dan suatu hal yang kudu kami hargai dan hormati. Cinta merupakan sebuah ungkapan kasih kami kepada orang lain yang tidak sanggup diwakilkan dengan dengan rangaian kalimat saja namun juga kudu melalui tindakan hidup kita. Cinta adalah suatu hal yang aku dan anda butuhkan butuhkan. Jika ada seseorang yang menyebutkan bahwa ia tidak membutuhkan cinta artinya ia tengah membohongi dirinya sendiri.
Cinta yang kami punya tanpa kami paham membawa dampak kami sanggup menghadapi tiap tiap masalah hidup ini dengan dengan penuh pengharapan tanpa goyah sedikit pun. Cinta bakal menguatkanmu di dalam kelemahan. Akan melengkapi kekuranganmu dan bakal mendukungmu dan juga membuatmu bertumbuh di di dalam Tuhan. Jangan biarkan cinta itu hilang dari di dalam hati mu. Jagalah cinta yang anda punya pada pas ini, dikarenakan ketika cinta itu telah pergi dari hidupmu sekali saja anda bakal kesulitan untuk mendapatkannya kembali. Tuhan Yesus memberkati.

Read More