Tampilkan postingan dengan label Sekolah Minggu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Minggu. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2021

Kumpulan Bahan Mengajar Anak Sekolah Miinggu


Bahan Ajar Sekolah Minggu Kelas Kecil
Tema: “Goliat dan Daud”
Bahan Cerita diambil alih di dalam 1 Samuel 17:1-58
Tujuan:
Agar anak-anak bisa menyadari betapa besar penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita

Ketika kita mengadalkan Tuhan suatu perihal yang tidak bisa saja menurut manusia akan bisa saja di di dalam Tuhan

Ketika kita percaya semuanya kepada Allah maka Ia akan memampukan dan memberkati kita
Bahan Mengajar Sekolah Minggu
Pokok Renungan
Goliat merupakan tentara orang Filistin yang berasa dari Gat. Badannya besar. Disebutkan di dalam Alkitab bahwa tingginya enam hasta sejengkal. Goliat memakai perlengkapan perang lengkap. Ketopong tembaga tersedia di kepalanya, pakaian zirah yang bersisi dan beratnya raih lima ribu syikal tembaga, penutup kaki dari temabaga, bahunya memanggul lembing tembaga. Ia terhitung membawa tombak yang besar dan berat. Goliat merupakan orang yang gagah dan terlatih untuk berperang. Ketika orang Israel menyaksikan Goliat, mereka benar-benar ketakutan. Apalagi Goliat berharap orang Israel untuk memberikannya seseorang untuk melawannya. Jika Israel menang melawan Goliat makan Filistin akan menjadi hamba mereka. Begitu terhitung sebaliknya. Jika Israel menang maka Filistin akan menjadi hamba mereka. Ketika selesai berkata demikian, bangsa Israel benar-benar kekhawatiran dan risau sebab Goliat merupakan tidak benar satu kebanggan Filistin yang tentunya akan jauh lebih hebat dan lebih kuat dibandingkan semua tentara Israel.
Daud adalah orang Efrata yang merupakan anak Isai. Daud merupakan penggembala domba. Daud merupakan anak bungsu dan tiga orang kakak Daud merupakan tentara orang Israel. Pada suatu hari, Isah menyuruh Daud untuk berikan tambahan makanan kepada tiga orang kakaknya dan untuk meliga apakah tiga orang kakak Daud ini selalu selamat atau tidak terlebih terhadap pas itu Israel sedang berperang melawan Filistin.
Daudpun berangkat pagi-pagi sekali ke perkemahan untuk menemui kakak-kakaknya. Setibanya disana, tentara Israel sedang berbaris dang mengangkat sorak perang. Makanan yang dibawanya sesudah itu dititipkan kepada penjaga dan Daud berlari menuju arah barisan untuk bertanya apakah kaknya selalu selamat atau tidak. Ketika tiba di barisan, keluarlah Goliat pendekar perang orang Filistin itu dan berkata layaknya sebelumnya agar tersedia seorang dari bangsa Israel yang maju dan berperang melawannya. Tentara Israel benar-benar ketakutan. Mereka lari sesudah menyaksikan Goliat mencemooh dan mengejek mereka. Daud benar-benar penasaran mengapa Goliat mencemooh tentara Israel. Daud pun bertanya apa yang akan dilaksanakan Filistin kalau Israel bisa melawannya. Tidak tersedia seorang pun menjawab. Bahkan tidak benar seorang kakak Daud memarahi Daud. Hal ini terdengar samapai kepada Saul hingga Saul pun memanggil Daud untuk bersua dengannya. Daud pun berkata kepada Saul agar ia diijinkan untuk melawan Goliat. Awalnya Saul melarang, tapi sebab keyakinan Daud, Saulpun mengijinkannya untuk pergi melawan orang Filistin itu. Daud telah memakai peralatan perang lengkap jadi dari kepala hingga kaki. Ia terhitung diberikan pedang oleh Saul. Namun, Daud tambah menanggalkannya sebab Daud tidak bisa manfaatkan peralatan perang lengkap yang berat tersebut. Sebelum memnghampiri Goliat, Daud mengambil alih tongkatnya dan mengambil alih lima buah batu yang licin yang sesudah itu ditaruhnya ke di dalam kantung gembalanya.
Ketika Goliat menyaksikan Daud, bangkitlah amarah Goliat sebab ia jadi sedang diremehkan oleh orang Israel. Jika dibandingkan bersama dengan Goliat sungguh Daud tidak tersedia apa-apanya. Tubuhnya tidak sebesar Goliat dan ia bukanlah seorang tentara terlatih layaknya Goliat. Ia cuma seorang penggembala kambing domba. Bahkan pas menemui Goliat, Daud tidak mengenakan jubah perang. Ia cuma manfaatkan tongkat yang dibawanya saja. Meliat Daud, Goliat terhitung mengejeknya dan percaya bahwa tentu ia akan menang melawan Daud terlebih Goliat berkata kepada Daud bahwa dagingnya akan diberikan kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang di padang. Tetapi mendengar perkataan Goliat, Daud tidak gentar sedikitpun. Ia tidak risau terlebih selalu percaya bahwa Tuhan tentu akan melindunginya dan ia tentu bisa mengalahkan Goliat orang Filistin itu. Ketika Goliat bergerak maju, Daud berlari menuju Goliat. Ia mengambil alih sebuah batu yang telah ia siapkan dari di dalam kantungnya. Ia meleparkan batu berikut agar batu berikut pas perihal dahi Goliat hingga ia jatuh. Daud sesudah itu mengambil alih pedang Goliat dan menghabisi Goliat bersama dengan pedan itu. Dengan matinya Goliat, Daud pun menang. Ia membunuh Goliat tanpa pedang yang perlu ia bawa sebagai tidak benar satu perlengkapan dan tanpa manfaatkan jubah perang lengkap. Bangsa Israelpun bersorak dan menuji Daud dan juga Allah.
Apa yang dilaksanakan oleh Daud ini berikan tambahan pelajaran yang punya nilai kepada kita sebagai pengajar maupun kepada anak-anak. Seringkali kita sebagai manusia akan risau kalau mengahadapi seseorang yang jauh terlihat lebih besar dan lebih kuat dibandingkan bersama dengan kita. Selain itu, ketika kita menghadapi persoalan yang lumayan berat, kita lupa akan Allah yang selalu menyertai kita dimana pun kita berada. Sebagai orang percaya, kita perlu menyadari dan perlu menyadari bahwa kita membawa Allah yang besar dan Allah yang hebat yang bisa memakai kita untuk menjadi saksiNya yang hidup. Ketika kita menyerahkan semua hidup kita, apa yang tidak bisa saja bagi manusia akan bisa saja bagi Allah. Sama perihal nya layaknya Daud. Jika kita sebagai manusia menyaksikan Daud akan melawan Goliat apa yang tersedia di dalam asumsi kita? Pasti kita terlebih dahulu mencemooh Daud dan berkata kepada Daud bahwa Daud tentu akan kalah melawan Goliat. Memang manusia nyatanya layaknya itu sebab kalau menyaksikan perbandingan antara Daud dan Goliat tentu kita akan berpikir bahwa Goliat lah yang menang sebab Goliat merupakan pendekar perang yang dibanggakan oleh Filistin dan Goliat tentu telah belajar berperang sejak kecil Ia terhitung memakai pakaian perang lengkap. Beda layaknya Daud. Ia tidak memakai pakaian perang dan cuma tongkat yang ia bawa. Tubuhnya kecil dan tentunya ia tidak pernah berperang layaknya Goliat. Namun, Daud tidak gentar dan tidak risau sedikitpun. Ketika orang lain mencemoohnya dan tidak percaya kepadanya, ia selalu maju sebab ia percaya bahwa Allah akan menyertainya dimana pun ia berada dan tentu Allah berikan tambahan kemenangan kepada bangsa Israel.
Ingatkan kepada anak-anak bahwa mereka terhitung perlu layaknya Daud yang selalu mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya. Ketika menghadapi ketakutan, ingatkanlah bahwa Tuhan selalu menyertai dimanapun kita berada. Ketika kita takut,kita perlu melawan rasa risau itu bersama dengan berdoa kepada Allah. Jangan rendah diri kalau orang lain merendahkan kita terlebih berkata bahwa kita tidak akan bisa saja bisa. Kita perlu buktikan bahwa kita bisa meskipun kita selalu kecil sebab Allah bersama dengan bersama dengan kita. Tidak tersedia alasan bagi kita untuk menyerah sebelum saat sementara mencoba. Tuhan tentu akan berikan tambahan kita kapabilitas sebab Tuhan telah memakai kita anak-anakNya untu bersaksi bagi Dia.
Rangkaian cerita yang dialami oleh Daud mengajarkan kepada kita bahwa suatu perihal yang berasal dari Allah tentu akan baik. Ketika kita berserah kepadaNya suatu perihal yang tidak bisa saja menjadi mungkin. Oleh sebab itu janganlah takut. Lawanlah kekhawatiran itu sebab Tuhan tersedia bersama dengan bersama dengan kita.
Ayat Hafalan
Yesaya 41:13
“Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ”Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Read More

Minggu, 07 Maret 2021

3 Cerita Sekolah Minggu Kelas Tanggung, Besar dan Kecil


1. Cerita Sekolah Minggu Kelas Tanggung
Tema: “Apa yang diciptakan Tuhan pertama kali?”

Bahan Cerita disita di dalam Kejadian 1:1-31 dan Kejadian 2:1-7
Tujuan:
Agar anak-anak sanggup mengerti peciptaan yang dilaksanakan oleh Tuhan Yesus

Agar anak-anak mengerti betapa besar kuasa Tuhan

Agar anak-anak sanggup mengagumi dan mensyukuri seluruh ciptaan Tuhan
Cerita Sekolah Minggu
Bahan cerita:
“Siapa yang menyebabkan hutan? Uu... Siapa yang menyebabkan lautan? Bala, bala, bala... Siapa yang menyebabkan dunia ini hutan dan lautan? Y E S U S,Y E S U S, Yesus Tuhanku, Raha semesta, Dia ciptalan dunia ini hutan dan lautan (mengajak anak Sekolah Minggu untuk menyanyikan lagu ini).” Berapa lama Tuhan menciptakan bumi ini dan seisinya? Ya, Tuhan menciptakan bumi ini dan seisinya sepanjang 6 hari dan terhadap hari ke 7 Tuhan berhenti menciptakan dan memberkati ciptaanNya. Pada tepat ini, kami akan mendengarkan cerita penciptaan yang dilaksanakan oleh Tuhan Yesus. Kita akan mendengar betapa besar kuasaNya sehingga Ia sanggup menciptakan bumi dan seisinya termasuk Kakak dan adik-adik seluruh yang tersedia disini.
Pada mulanya bumi yang kami tinggali kosong dan gelap dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Lalu Tuhan memisahkan terang berasal berasal dari gelap gara-gara Allah memandang terang itu baik. Tuhan menamai terang itu siang dan gelap itu malam. Itulah penciptaan terhadap hari pertama. Tuhan menciptakan siang dan malam
Lalu, terhadap hari ke dua Allah menciptakan langit (cakrawala). Cakrawala yang Ia ciptakan memisahkan air yang tersedia di bawah cakrawala dan air yang tersedia di atasnya.
Pada hari yang ketiga Allah menciptakan daratan dan lautan. Daratan yang Tuhan ciptakan akan menumbuhkan segala type tanaman dan pepohonan yang menghasilkan buah yang berbiji.
Pada hari yang keempat Allah menciptakan benda-benda penerang terhadap cakrawala. Pada siang hari Tuhan menciptakan matahari dan terhadap malam hari Tuhan menciptakan bulan. Selain matahari dan bulan, Tuhan termasuk menciptakan bintang-bintang di langit.
Pada hari yang kelima, Tuhan menciptakan binatang. Binatang yang Tuhan ciptakan tersedia yang hidup di air, di hawa dan di darat.
Penciptaan Tuhan yang paling akhir yakni terhadap hari yang keenam adalah manusia. Manusia diciptakan Tuhan berasal berasal dari debu tanah dan Ia menghembuskan nafas hidup ke hidungnya. Manusia yang Tuhan ciptakan memiliki tugas untuk menguasai bumi. Maksud menguasai bumi adalah pelihara dan pelihara seluruh ciptaan yang sudah Tuhan menyebabkan sebelumnya.
Pada hari ketujuh Allah berhenti bekerja dan memberkati ciptaanNya.
Dari penciptaan hari pertama sampai ketujuh kami sanggup memandang betapa besar kuasa Allah di dalam sistem penciptaan. Dari awal mulanya bumi ini kosong dan gelap namun gara-gara kuasaNya, Ia terasa menciptakan siang dan malam, langit, daratan, lautan, pepohonan, benda-benda penerang layaknya matahari, bulan dan bintang, segala binatang yang tersedia di air, langit dan daratan dan juga Tuhan menciptakan manusia. Nah tugas kami tepat ini adalah pelihara dan pelihara segala yang sudah Tuhan ciptakan. Jangan sampai kami mengakibatkan kerusakan ciptaanNya. Kita termasuk kudu selalu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan ciptakan. Jika Tuhan tidak menciptakan bumi ini, kami tentu tidak akan mengerti terhadap tepat ini kami akan tinggal dimana. Apakah di daerah yang kering dan tandus ataukah di daerah yang tidak tersedia hawa bersih. Tuhan sudah menciptakan bumi ini dan seisinya baik adanya. Untuk mengakhiri Sekolah Minggu kami terhadap hari ini, mari kami naikkan satu buah lagu Terima kasih Tuhan. “Terima kasih Tuhan untuk kasih setiaMu yang sudah Kau beri sepanjang hidupku. Terima kasih Yesus untuk kebaikanMu, sepanjang hidupku. Terima kasih Yesusku menyebabkan anugerah yang Kau beri gara-gara hari ini kukann adakan syukur bagiMu.”
Ayat hafalan
Keluaran 20:11
“Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti terhadap hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”2. Cerita Sekolah Minggu Kelas Besar
Tema: “Manusia dan dosa?”
Bahan Cerita disita di dalam Kejadian 2:8-25 dan Kejadian 3:1-24
Tujuan:
Agar anak-anak sanggup mengerti siapa manusia pertama yang Tuhan ciptakan dan mengapa mereka sanggup jatuh di dalam dosa

Agar anak-anak mengerti apa akibat berasal berasal dari dosa

Agar anak-anak mau mengakui segala dosanya di hadapan Tuhan dan tidak lakukan kesalahan yang serupa lagi
Bahan cerita:
Manusia pertama yang Tuhan ciptakan yakni Adam. Adam diciptakan Tuhan berasal berasal dari debu tanah setelah itu Tuhan memberikan nafas kehidupan kepada Adam. Setelah Tuhan menciptakan Adam, Tuhan menciptakan Hawa berasal berasal dari tulang rusuk Adam kala Tuhan menidurkannya. Lalu, Tuhan menempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden. Taman Eden adalah daerah yang diciptakan oleh Tuhan. Di di dalam taman Eden memuat banyak sekali tumbuhan dan pepohonan yang tumbuh subur. Tuhan memberikan perintah kepada mereka untuk pelihara Taman Eden. Semua tanaman dan pohon yang tersedia disana diperbolehkan Tuhan untuk dimakan buahnya, namun tersedia satu type buah yang tidak boleh dimakan buahnya yakni buah berasal berasal dari pohon pengetahuan. Apa itu buah pohon pengetahuan? Buah ini merupakan buah yang sanggup memberitahukan mana yang baik dan mana yang jahat dan kala manusia memakan buah ini manusia akan mati. Mati di sini artinya manusia akan jatuh ke di dalam dosa dan kehilangan kasih Allah berasal berasal dari hidupnya. Jika manusia kehilangan kasih Allah, manusia akan jauh dariNya dan hidupnya akan kosong dan hampa.
Ketika Hawa sedang seorang diri, munculah ular. Ular membujuk Hawa untuk memakan buah berasal berasal dari pohon pengetahuan. Ular bicara kepada Hawa bahwa kala manusia memakan buah itu, manusia akan layaknya Allah sehingga manusia sanggup membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Mendengar perkataan ular, Hawa mengambil buah sesudah itu dan memakannya sesudah itu memberikannya termasuk kepada Adam. Setelah mereka memakan buah sesudah itu apa yang berjalan selanjutnya? Adam dan Hawa mengerti bahwa mereka telanjang sesudah itu mereka menyebabkan cawat berasal berasal dari daun pohon ara untuk menutupi anggota tubuh mereka. Saat Tuhan memanggil Adam dan Hawa, mereka terlampau takut gara-gara mereka telanjang. Mereka berusaha bersembunyi berasal berasal dari Tuhan. Apa yang setelah itu dilaksanakan oleh Tuhan? Ia setelah itu bertanya kepada Adam dan Hawa apa yang sudah terjadi. Hawa bicara bahwa dirinya sudah diperdaya oleh ular. Tuhan pun jadi marah. Ia mengutuk ular dan setelah itu mengusir Adam dan Hawa berasal berasal dari taman Eden.
Setelah kami mendengar cerita yang baru saja dibacakan, kala ini kami sanggup mengerti siapa yang pertama kali Allah ciptakan dan mengapa manusia sanggup jatuh ke di dalam dosa. Lalu apa akibatnya kalau kami berbuat dosa? Yang pertama kali kami dapatkan yakni kerusakan interaksi manusia bersama Allah. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke di dalam dosa, Tuhan mengusir mereka berasal berasal dari taman Eden. Itulah permulaan interaksi manusia bersama Allah jadi rusak. Manusia kehilangan kasih yang diberikan oleh Allah. Selain itu interaksi antar sesama pun jadi rusak. Ketika Adam dan Hawa ditanya oleh Tuhan mengapa mereka memakan buah berasal berasal dari pohon kehidupan apa yang mereka lakukan? Mereka saling menyalahkan. Itu termasuk yang akan kami dapatkan kalau kami berbuat dosa. Hubungan kami bersama sesama jadi rusak. Selain itu, interaksi kami bersama alam termasuk jadi rusak. Kita kudu bersusah payah untuk menghasilkan sesuatu. Kita kudu mengusahakannya khususnya dahulu. Ini jadi bukti bahwa dosa akan menyebabkan kami jauh berasal berasal dari Allah. Jadi berasal berasal dari yang sudah disampaikan, akibat berasal berasal dari dosa ialah:
Rusaknya interaksi manusia bersama Allah sehingga manusia kehilangan kasih dan berkat yang sudah Allah berikan.

Rusaknya interaksi manusia bersama sesama gara-gara jikan manusia lakukan sebuah kesalahan yang menyakiti hati sesama, interaksi manusia bersama sesama jadi renggang.

Rusaknya interaksi manusia bersama alam.
Semua yang tersedia di sini tentu dulu lakukan kesalahan dan dosa. Tidak tersedia manusia yang tidak berdoa di dunia ini. Sekarang marilah kami renungkan kesalahan apa yang dulu kami lakukan. Apakah kami membantah dan marah gara-gara perkataan orang tua kita? Ataukan kami membenci dan tidak memaafkan teman yang sudah menyakiti hati kita? Atau justru kami jauhi berasal berasal dari Tuhan dan tidak rajin mampir ke hadapanNya? Setiap kesalahan yang kami lakukan meskipun menurut kami itu merupakan kesalahan kecil, itu tetaplah dosa dihadapannya. Pikiran, hati, perkataan dan perbuatan yang kami lakukan kalau tidak mau dihadapanNya itu sudah merupakan sebuah dosa. Jika terhadap tepat ini kami bicara itu merupakan kesalahan yang tidak disengaja, itu selalu merupakan sebuah dosa gara-gara tanpa mengerti perbuatan itu terasa jauhi diri kami berasal berasal dari kasih Allah. Oleh gara-gara itu, marilah terhadap tepat ini kami rendahkan diri kami dihadapanNya, mari kami mengakui segala dosa dan kesalahan yang sudah kami perbuat baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja yang sudah menyakiti hati sesama bahkan menyakiti hati Tuhan. Marilah kami ambil sikap berdoa dan bersatu di dalam doa (Kakak Sekolah Minggu memimpin doa dan mengajak anak-anak untuk mengakui kesalahan yang dulu dilakukannya ke hadapan Tuhan).
Ayat hafalan
1 Yohanes 1:9
“Jika kami mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kami dan menyucikan kami berasal berasal dari segala kejahatan.”
3. Cerita Sekolah Minggu Kelas Kecil
Tema: “Apakah Kau termasuk akan Turut Serta?”

Bahan Cerita disita di dalam Kejadian 6:9-22 dan Kejadian 7:1-24
Tujuan:
Agar anak-anak sanggup mengerti panggilan Tuhan atas dirinya

Agar anak-anak mau ikut dan juga di dalam pekerjaan Allah

Agar anak-anak selalu mengandalkan Tuhan disetiap kehidupannya
Bahan cerita:
“Nabi Nuh diperintah Tuhan menyebabkan bahtera besar dunia jadi jadi jahatnya dan kudu dihukum Tuhan. Hujan lebat turunlah, turunlah, turunlah, halilintar datanglah, datanglah, datanglah (Kakak Sekolah Minggu mengajak adik Sekolah Minggu untuk menyanyikan lagu ini)” Siapa di sini yang kenal bersama Nuh? Wah semuanya mengerti ya siapa itu Nuh. Benar, Nuh adalah orang yang Tuhan perintahkan untuk menyebabkan bahtera yang terlampau besar gara-gara Tuhan mau turunkan air bah ke atas bumi. Tapi kenapa Tuhan sanggup menyuruh Nuh untuk  menyebabkan bahtera besar? Kena Tuhan tidak menyuruh orang lain tidak sekedar Nuh untuk menyebabkan bahtera? Itu seluruh gara-gara manusia sudah lakukan dosa dan kejahatan sehingga mereka tidak layak kembali di hadapan Tuhan. Hanya Nuh dan keluarganya yang masih layak di hadapan Tuhan gara-gara Nuh selalu mampir dan berdoa kepada Tuhan dan berusaha untuk jauhi kejahatan.
Pada suatu hari kala Nuh sedang berdoa, Tuhan berfirman keada Nuh. Nuh buatlah sebuah bahtera yang besar gara-gara Aku akan menghukum manusia akibat kejahatannya bersama air bah. Apa yang Nuh lakukan? Nuh menampik perkataan Tuhan tidak? Nuh tidak menampik perkataan Tuhan. Ia menyebabkan bahtera sesuai bersama apa yang Tuhan perintahkan. Nuh bekerja bersama terlampau giat sampai bahtera itu selesai. Kira-kira menurut adik-adik disini, tersedia yang membantu Nuh untuk menyebabkan bahtera? Iya benar. Tidak tersedia yang mau membantu Nuh. Kalau adik-adik di sini memandang Nuh menyebabkan sebuah bahtera, apa yang akan adik-adik lakukan? Sayangnya terhadap tepat itu, tidak tersedia yang mau membantu Nuh. Nuh mengerjakan bahtera itu seorang diri. Mungkin terhadap tepat orang-orang memandang Nuh menyebabkan bahtera, orang-orang mengejek Nuh. Namun Nuh selalu merampungkan tugasnya sampai akhir.
Setelah bahtera itu selesai Nuh beserta keluarganya masuk ke di dalam bahtera. Tak lupa Nuh termasuk mengajak seluruh gunakan hewan masuk ke di dalam bahtera untuk ikut dan juga layaknya yang sudah Tuhan perintahkan. Kira-kira adik-adik mengerti tidak tersedia berapa orang di di dalam bahtera? Kalu belum mengerti yuk kami nyanyikan lagunya “Nabi Nuh dan isterinya, tiga orang anaknya, tiga orang mantunya masuk di dalam bahtera.” Jadi tersedia 8 orang di di dalam bahtera yakni Nuh, isteri Nuh, 3 orang anak Nuh dan 3 orang menantu Nuh. Setelah semuanya masuk ke di dalam bahtera, Tuhan turunkan hujan deras sepanjang empat puluh hari empat puluh malam sampai gunung yang paling tinggi pun tertutupi air bah dan seluruh manusia yang tersedia di bumi disapu bersih oleh air bah dan hanya di di dalam bahtera saja manusia yang selamat. Siapa di sini yang takut serupa hujan deras? Kakak takut loh bersama hujan deras gara-gara tepat hujan deras biasanya tersedia petir. Coba bayangkan kalau terhadap tepat ini Tuhan turunkan hujan deras sepanjang empat puluh hari empat puluh malam. Pasti kami seluruh bakalan takut. Nuh dan keluarganya menurut adik-adik takut tidak kala di di dalam bahtera mendengar hujan yang turun terlampau lebat? Iya Nuh dan keluarganya tentu takut. Namun, mereka selalu berdoa kepada Tuhan sehingga Tuhan pelihara mereka.
Kalau terhadap tepat ini Tuhan menyuruh adik-adik untuk selalu rajin mampir Sekolah Minggu mau tidak? Nuh saja mau disuruh Tuhan untuk menyebabkan bahtera yang terlampau besar, masa adik-adik di sini tidak mau kalau Tuhan hanya menuruh adik-adik untuk mampir ke Sekolah Minggu. Kita kudu dengar-dengaran akan perintah yang Tuhan berikan untuk kami gara-gara perintah Tuhan itu baik adanya. Semua di sini tentu mau kan untuk mendengarkan perintah Tuhan? Nah pertanyaan kakak selanjutnya, siapa di sini yang tidak memiliki rasa takut? Semua di sini tentu memiliki rasa takut. Namun, kala kami takut, Tuhan menyuruh kami untuk mampir kehadapanNya dan berdoa sehingga rasa takut itu hilang. Nah kalau adik-adik di sini terasa terasa takut, serahkan kegelisahan itu terhadap Tuhan gara-gara Tuhan tentu akan menghalau kegelisahan itu dan menggantikannya bersama keberanian. Sebelum kami pulang mari kami berdoa. Adik-adik nanti ikutin doa kakak ya.
Ayat hafalan
Yesaya 44:8
“Janganlah gentar dan janganlah takut”

Read More