Selasa, 13 April 2021

Update Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020


Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH I
Renungan harian 1
Forgive to Forget

Bacaan: Matius 18:21-35
“Yesus bicara kepadanya: “Bukan! Aku bicara kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”
Matius 18:22
Salah satu hal yang paling ada problem untuk dijalankan yaitu memberikan pengampunan kepada orang yang sudah lakukan kekeliruan kepada kita. Pada waktu ini banyak orang ada problem untuk mengampuni kekeliruan orang lain sebab kekeliruan yang sudah dijalankan oleh orang tersebut diakui sudah lewat batas agar dia tidak berhak meraih kata maaf dari kita. Pasti di antara kami dulu mengalami hal serupa bukan? Misalkan saja kala ada seseorang yang menyakiti kami dengan menyebarkan hal tidak benar, atau kala orang yang kami percayai mengkhianati kami atau khususnya kala orang yang kami kasihi pergi meninggalkan kami apakah kami tetap dapat untuk memaafkan orang tersebut? Ketika kami tidak dapat untuk memaafkan kekeliruan orang lain justru hanya kekecewaan dan sakit hati yang dapat kami rasakan. Kitapun juga dapat jadi khusus yang tidak bebas sebab terkekang oleh kekecewaan dan rasa sakit hati itu.
Mengampuni bukan hanya hanya memaafkan kesalahan. Mengampuni artinya juga bersedia melepas kekeliruan orang yang bersalah kepada kami dan membuka lembaran baru ulang dengan orang tersebut. Kita juga harus memahami bahwa manusia bukanlah makhluk prima agar tidak dapat lakukan kesalahan. Ketika kami tidak sudi mengampuni kekeliruan orang lain artinya kami juga tidak sudi memahami bahwa kami juga dulu lakukan kekeliruan yang dapat saja menyebabkan orang lain jadi terluka. Sebagai manusia kami condong mencari kekeliruan orang lain tanpa memahami kekeliruan yang ia perbuat. Bahkan didalam Matius 7:3 Yesus bicara demikian “Mengapakah engkau menyaksikan selumbar di mata saudaramu, tapi balok di didalam matamu tidak engkau ketahui?”
 Dalam ayat tersebut, Yesus mengajarkan kami untuk mengintropeksi diri kami sendiri.
Mengampuni. Sebuah kata sederhana yang artinya terlampau dalam. Selain harus memaafkan kekeliruan orang lain, mengampuni artinya mengasihi sesama kami sebab Yesus sudah mengasihi kami khususnya dahulu. Lalu apa yang dapat kami dapatkan kala kami sudah mengampuni orang lain?
1. Berkat pengampunan dari Allah
“Dan kecuali anda berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu kecuali ada barang suatu hal didalam hatimu terhadap seseorang, agar juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Matius 11:25). Hal pertama yang dapat kami dapatkan kala kami sudi mengampuni kekeliruan orang lain yaitu berkat pengampunan dari Allah. Dalam Matius 11:25 disebutkan bahwa Bapa yang ada di sorga dapat mengampuni kekeliruan kami kecuali kami juga sudi mengampuni sesamakita. Ketika kami belum dapat mengampuni, rasa marah, sakit hati khususnya kebencian dapat menguasai hati kami agar interaksi kami denganNya jadi terhalang. Oleh sebab itu, marilah kami mengampuni kekeliruan sesama kami agar Bapa di sorga juga sudi mengampuni kekeliruan yang kami perbuat.
2. Menjadi khusus yang bebas
Setelah kami sudi mengampuni kekeliruan orang lain dan melepas kekeliruan orang tersebut, kami dapat jadi khusus yang bebas. Segala rasa marah, kecewa dan sakit hati yang menguasai hati kami dapat bebas dan menyebabkan hati kami jadi riang. Jika sepanjang kami anda tetap terkekang dan terbelenggu oleh kekeliruan orang lain, marilah mengampuni. Kelihatan ada problem memamg. Tapi kala kami menyerahkan dan mengandalkan Allah, tidak ada yang tidak dapat saja baginya.
3. Dapat merasakan kasih Allah didalam kehidupan
Setelah jadi khusus yang bebas, kami dapat merasakan betapa besar kasih Allah didalam kehdupan kita. Ia jadi bekerja didalam hidup kami untuk mendatangkan kebaikan. Bahkan Ia juga dapat Mengenakan kami jadi alatNya.
4. Menjadi manusia baru
Setelah merasakan kasih Allah, kami diubahkan jadi manusia yang baru. Bukan tanpa alasan. Tuhan mengubahkan kami untuk jadi khusus yang lebih baik lagi. Dimana kami dapat meraih buahNya yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan juga penguasaan diri (Galatia 5:22-23).
Oleh sebab itu, marilah kami jadi mengampuni sesama kita. Ingatlah, bahwa tiap tiap manusia tentu dulu lakukan kekeliruan juga diri kita. Diri kami sendiri tidak dapat saja tidak dulu lakukan kesalahan. Sikap kami baik didalam perkataan maupun tindakan yang disengaja maupun tidak disengaja tentu dulu menyakiti hati dan perasaan orang lain. Sekarang tentang terhadap diri kita. Apakah kami inginkan jadi khusus yang bebas yang meraih berkat pengampunan atau justru inginkan jadi khusus yang terkekang? Mintalah penyertaan dan bimbingan Tuhan. Kiranya Tuhan tetap menyertai kami semua. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan harian 2
Tuhan Mendengar

Bacaan: Ratapan 3:1-26
“Ya TUHAN. Aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan terian tolongku! Engkau dekat tatkala saya memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”
Ratapan 3:55-57
Tuhan tidak dapat dulu melepas umatNya sendirian. Ia tetap ada untuk kami disetiap detik kehidupan kita. Namun, kami seringkali jadi Tuhan meninggalkan kami sebab Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit dari antara kami dulu jadi kecewa dan mencegah dari dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kapabilitas kami sendiri kecuali dirasa Tuhan tidak dapat menjawab doa kita. Dalam kondisi menderita atau mengalami pergumulan berat manusia condong melepas Allah dan menyalahkan Allah sebagai bentuk kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu berlangsung sebab Tuhan inginkan edukatif kami jadi khusus yang kuat dan bertumbuh didalam iman sebab sebetulnya didalam kelemahanlah kuasa Allah jadi nyata. Karena masalah yang kami alami seringkali kami lupa dapat kebaikan dan berkat dan juga kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita hanya sibuk dengan pemikiran egois kami yang tidak beralasan. Kita konsisten mengeluh tapi kami tidak sudi menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal waktu kami berdoa kepadaNya Tuhan tentu dapat mendengar dan menjawab doa kita.
Mungkin bukan waktu ini Tuhan menjawabnya, tapi Tuhan tentu dapat menjawab doa kita. TanganNya tidak tidak memadai panjang untuk mendukung kita. Dalam Matius 11:28 pun disebutkan demikian “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku dapat berikan kelegaan kepadamu.” Saat kami memahami bahwa kami tetap memerlukan Tuhan, datanglah padaNya maka Dia dapat langsung mengulurkan tanganNya untuk mendukung kita. Berbagai cara dapat Tuhan pakai untuk mendukung kita. Ia memahami apa yang kami butuhkan sebeluh kami berharap kepadaNya. Pada Hakim-hakim 3:7-11 diceritakan bahwa orang Israel lakukan kejahatan khususnya sampai melepas Tuhan. Lalu Allah jadi murka dan menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim delapan th. lamanya. Namun, kala orang Israel berseru kepadaNya, Allah menjawab doa mereka dengan membangkitkan seorang penyelamatyang bernama Otniel. Melalui Otniel orang Israel jadi bebas. Melalui cerita ini kami diajarkan untuk konsisten berdoa dan berserah kepadaNya. Ia dapat Mengenakan siapa saja untuk mendukung kami semua.
Tuhan tidaklah tuli. Ia tentu dapat mendengarkan seruan umatNya.
Ketika kami mengalami masalah hidup, kami hanya tetap bicara “Mengapa Tuhan?” tanpa kami merenungkannya khususnya dahulu. Seharusnya khususnya dahulu kami renungkan apa yang sebetulnya Tuhan inginkan melalui beragam masalah yang kami alami. Tidak jarang kami jadi tidak ada jalan nampak dari masalah yang sedang kami hadapi. Ketika itu terjadi, yang dapat kami lakukan yaitu berkunjung menghampiri Dia dan berdoa. Melalui doa, kami dapat bicara denganNya dan juga meluapkan segala perasaan yang ada didalam hati dan asumsi kita. Kadangkala kami tidak memahami jalan Tuhan. Namun, hal yang harus kami imani adalah Tuhan tidak dulu meninggalkan kita. Artinya, didalam kegelapan khususnya badai sekalipun, Tuhan menguatkan dan menyertai kami agar kami dapat bertahan. Jika sampai hari ini doa kami belum dijawab olehNya bukan artinya Tuhan tidak acuhkan dan tidak mendengarkan doa kita. Kita hanya harus memahami bahwa tangan Tuhan kuat memegang kita. Ketika kami jatuh, Tuhan tidak melepas kami sampai tergeletak.
Ketika kami berseru kepada Tuhan, artinya kami yakin bahwa Tuhan tetap sudi mendengarkan seruan kita. Kita juga memahami bahwasesungguhnya Allah menyimak apa yang berlangsung didalam kehidupan kita. Ketika kami berdoa, artinya kami juga menyaksikan tetap ada harapan kala kami berserah kepadaNya dan tetap ada suara Tuhan yang menghiburdan menjawab tiap tiap kata dari seruan kita. Sampai kapanpun kami tidak dapat melepas Tuhan. Ketika kami berserah kepadaNya, artinya kami siap dan sabar untuk menantikan apa yang inginkan Tuhan perbuat kepada kita. Kita harus sabar sebab waktu dan caraNyalah yang paling baik untuk kita. Mari kami bicara dan berseru kepadaNya agar kami meraih ketenangan. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan harian 3
Be Your Self

Bacaan: 1 Korintus 12:12-31
“Andaikata sepenuhnya adalah satu anggota, di manakah tubuh?”
1 Korintus 12:19
Terkadang kami malu untuk jadi diri kami sendiri apa adanya. Ada sebagian faktor yang menyebabkan kami layaknya itu salah satunya yaitu risau tidak di menerima didalam lingkungan tempatnya berada. Kita berupaya pengaruhi segala suatu hal yang ada terhadap kita, khususnya kami berupaya untuk jadi orang lain demi nampak sempurna. Hal ini menyebabkan seseorang lupa dapat keberadaan dirinya sendiri padahal Tuhan sudah menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya.
Tuhan menciptakan kami berlainan antara satu dengan yang lain sebab ada alasan khusus yaitu agar kami dapat saling melengkapi kelemahan orang lain. Jika kami semua berlomba-lomba untuk pengaruhi diri jadi prima sesudah itu siapakah yang dapat menutupi kelemahan tersebut? Jika kami tetap  berupaya untuk jadi orang lain artinya area kami berada bukanlah merupakan area yang tepat. Ketika kami sudah berada di area yang tepat, kami tentu tidak dapat berupaya untuk jadi orang lain. Ketika kami berada di area yang tepat, kami juga tentu dapat mencintai diri kami apa adanya. Ketika anda sudah jadi dirimu sendiri tapi tempatmu berada tidak menerimamu, janganlah khawatir. Tetaplah untuk jadi dirimu sendiri sebab itu merupakan hal utama yang harus dilakukan.
Ketika kami sudah jadi diri kami sendiri, hidup kami dapat lebih bahagia, nyaman dan juga dapat menghargai diri sendiri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga. Kita dapat mempunyai banyak teman yang sudi menerima kami apa ada tanpa kepura-puraan. Ketika kami jadi diri kami sendiri, kami juga dapat jadi khusus yang kuat dan dapat menyebabkan kami mendapatkan potensi yang ada di didalam diri kita. Ketika kami jadi diri sendiri, kami dapat lakukan apa pun yang kami sukai sebab didepan orang lain kami tidak mencoba jadi orang lain. Kita juga dapat lebih menghargai apa yang kami mempunyai waktu ini sebab kami memahami Tuhan menciptakan kami baik adanya. Dengan jadi diri kami sendiri artinya kami sudah mencintai Allah yang merupakan pencipta kita. Janganlah kami berupaya jadi orang lain, sebab apa yang menurut manusia prima belum tentu prima untuk Allah. Oleh sebab itu hargailah tiap tiap apa yang sudah Tuhan memberikan kepada kita.
Cara Untuk Menjadi Diri Sendiri
1. Menerima diri kami apa adanya
Hal pertama yang harus kami lakukan untuk jadi diri sendiri yaitu menerima diri kami apa adanya.Jika kami belum menerima diri kami sendiri apa adanya, bagaimana dapat kami hidup sebagai diri kita. Kita merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Ia memberikan hati, asumsi dan akal budi. Bahkan Ia menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya. Melihat betapa besarnya karya Tuhan didalam kita, setelah itu apakah kami tetap menolak diri kami sendiri sebagaimana adanya? Jika alasan fisik layaknya tidak cantik, tidak tinggi, tidak putih atau lain sebagaimana yang jadi alasan kami untuk tidak menerima diri kami sendiri apa adanya, berhentilah lakukan itu. Ingatlah bahwa kesempurnaan hanya milih Allah. Janganlah minder dengan diri kami sendiri. Terimalah dan hargailah diri kita.
2. Mengenali diri
Penting bagi kami untuk memahami diri kami sendiri. Mengenali apa terlalu berlebih dan kekurangan kita, memahami apa kapabilitas dan kelemahan kami dan juga memahami apa yang kami sukai dan tidak kami sukai. Ketika kami dapat memahami apa yang ada diri kita, kami tentu dapat jadi diri kami sendiri tanpa malu menunjukkannya kepada oang lain.
3. Tidak mempedulikan kata orang lain
Pada waktu ini entah mengapa perkataan orang lain dampak berdampak besar bagi kehidupan kita. Setelah mendengan perkataan orang lain yang tidak baik mengenai diri kita, kami berupaya untuk merubahnya dan tidak memperlihatkan faktor buruk itu lagi. Kita mati-matian berubah setelah mendengar perkataan orang lain. Perlu diingat, dirimu adalah milikmu. Jangan hirauan perkataan orang lain yang bicara mengenai diri kita. Yang memahami diri kami hanya kami sendiri bukan orang lain. Orang lain hanya menilai diri kami dari luarnya saja. Hidupmu adalah milik Tuhan. Janganlah berubah hanya sebab perkataan orang lain sebab hidupmu bukanlah milik manusia.
4. Tidak memperbandingkan diri kami dengan orang lain
Salah satu cara yang dijalankan untuk jadi diri sendiri yaitu tidak memperbandingkan diri kami dengan orang lain. Setiap orang mempunyai terlalu berlebih dan kekurangannya masing-masing. Jika anda jadi orang lain lebih baik darimu, artinya anda belum mendapatkan apa yang baik didalam dirimu. Janganlah berkecil hati kala menyaksikan orang lain. Jalanilah hidupmu sebagai dirimu sendiri.
5. Bersyukur
Cara yang paling utama dan penting untuk jadi diri sendiri yaitu bersyukur. Ketika kami bersyukur kepada Tuhan atas segala apa yang sudah Ia memberikan kepada kita, kami tentu dapat mencintai diri kami apa danya. Bersyukur menyebabkan kami dapat menerima diri kita. Oleh sebab itu, bersyukurlah tetap kepada Tuhan.
Menjadi diri sendiri itu penting. Menjadi diri sendiri menyebabkan kami jadi khusus yang bertumbuh dan dewasa. Menjadi diri kami sendiri menyebabkan kami dapat mendapatkan potensi yang ada didalam diri kita. Tuhan menciptakan kami berlainan antara satu dengan yang lain untuk saling melengkapi. Mulai waktu ini berhentilah memperbandingkan dirimu dengan yang lain. Dirimu prima di mataNya. Ynag harus dijalankan waktu ini hanya jadi diri sendiri dimanapun kami berada. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH II
Kumpulan renungan harian kristen 2018
Renungan 1
Refresh

Bacaan: Kolose 3:5-10
Jangan ulang anda saling mendustai, sebab anda sudah menanggalkan manusia lama dan juga kelakuannya, dan sudah mengenakan manusia baru yang konsisten diperbaharui untuk meraih pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
Kolose 3:9-10
Setiap manusia tentu dulu lakukan kekeliruan baik didalam pikiran, perkataan maupun perbuatannya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa memahami kami seringkali menyakiti hati sesama kami khususnya menyakiti hati Tuhan. Perbuatan-perbuatan itulah yang dapat menghindari kasih Tuhan didalam hidup kita. Ketika kami menyaksikan ke belakang, coba menyimak berapa banyak orang yang sudah kami sakiti dan lukai hatinya. Ingatlah berapa banyak kami menyakiti hati Tuhan sebab kami hidup dengan tidak benar dan meninggalkan jalan kebenaran. Marilah kami me-refresh hidup kami agar hidup kami dapat lebih baik dari sebelumnya.
Sama halnya dengan Paulus. Paulus terhadap akhirnya dipakai Tuhan untuk mengerjakan kelakuan tanganNya yang ajaib. Ia sudi meninggalkan kehidupan lamanya dan jadi manusia baru. Ia me-refresh kehidupannya agar Ia jadi khusus yang baik. Sekarang maukah kami layaknya Paulus yang dapat meninggalkan kehidupan lama jadi manusia baru? Marilah kami minta bimbingan dan penyertaan Tuhan agar kami dimampukan untuk jadi manusia yang lahir baru di didalam Dia. Ketika kami sudah lahir baru, kami tentu dapat segan untuk meninggalkan jalanNya yang benar dan risau untuk berbuat dosa. Kita juga dapat jadi khusus yang mempunyai hikmat daripadaNya kala kami jadi manusia baru. Menjadi manusia baru bukan artinya kami berhenti sejenak sesudah itu berlangsung ulang di jalan yang sama. Menjadi manusia baru artinya berhenti setelah itu berbalik menuju kemuliaaNya yang ajaib. Oleh sebab itu, marilah kami menghimpit tombol refresh didalam hidup kami agar kami jadi khusus baru yang lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 2
Meresponi Panggilan Tuhan dengan Kesetiaan

Bacaan: Efesus 1:15-23
Dan agar Ia menjadikan mata hatimu terang, agar anda memahami pengharapan apakah yang terkandung didalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan anggota yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kami yang percaya, sesuai dengan kapabilitas kuasa-Nya,
Efesus 1:18-19
Dalam Matius 22:14 dikatakan bahwa banyak yang dipanggil, tapi sedikit yang dipilih. Apa maksudnya? Tuhan sudah memanggil banyak orang untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah, tapi sebab keterbatasan yang manusia miliki, hanya sedikit di antara kami yang dipilih olehNya untuk mempunyai tanggung jawab itu.
Jika terhadap waktu ini kami dipercayakan Tuhan untuk melayaniNya baik di gereja atau disebuah persekutan, bersyukurlah sebab tidak semua orang mempunyai kesempatan itu. Ketika Tuhan sudah memanggil kami untuk melayaniNya, kami dapat menyaksikan betapa besar kapabilitas kuasaNya bagi kami orang yang yakin kepadaNya. Tuhan dapat menentukan siapa saja tanpa menyaksikan orang tersebut berasal dari mana dan bagaimana keadaanya. Tuhan menentukan seseorang agar kuasaNya nyata dan dapat dipermuliakan melalui orang tersebut. Terkadang, kala kami sudah dipilih Tuhan untuk melayaniNya, banyak yag meresponi panggilan itu dengan ketidaksetiaan. Kita hanya bersemangat untuk melayani Tuhan di awal saja, tapi sejalan berjalannya waktu kami jadi malas dan kehilangan stimulan untuk melayani Tuhan.
Ketika kami berbuat layaknya itu, sadarkah kami bahwa kami sudah menyakiti hati Tuhan? Tuhan hanya inginkan kami meresponi panggilanNya denga prinsip sampai akhir. Yang harus diingat adalah, kala kami dipanggil olehNya kami mempunyai tanggung jawab kepada Dia bukan kepada manusia. Ketika kami lakukan suatu fasilitas stimulan kami sering kadang salah yaitu agar fasilitas kami dilihat oleh orang lain agar orang lain beranggap kami hebat sebab kami dapat melayaniNya. Jika kami melayani Tuhan hanya sebab stimulan itu, bagaimana kami dapat setia kepada panggilanNya? Oleh sebab itu, marilah kami meresponi panggilan Tuhan dengan kesetiaan. Jika stimulan kami terhadap waktu ini tetap untuk manusia, ubahlah pemikiran itu. Jadikanlah fasilitas yang anda Mengerjakan waktu ini jadi sebuah tanggung jawab kepada Tuhan. Apapun fasilitas yang anda kerjakan, lakukanlah itu dengan segenap hatimu. Kerjakanlah panggilan fasilitas tersebut sampai akhir. Tunjukkanlah prinsip kami kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Remind

Mazur 119:25-34
Buatlah saya memahami panduan titah-titah-Mu, agar saya merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
Mazmur 119:27
Orang bilang kami tidak boleh mengingat masa sesudah itu sebab kecuali kami konsisten mengingat masa sesudah itu menyebabkan kami jadi khusus yang tidak berkembang. Ada juga yang bilang bahwa kami tidak boleh menyaksikan kekeliruan di masa sesudah itu sebab itu sudah berlalu. Namun apakah benar demikian? Tentu saja salah. Jika kami tidak mengingat apa yang sudah terjadi, justru kami dapat jatuh ke didalam kekeliruan yang sama. Jika kami tidak mengingat kekeliruan yang dulu kami lakuka, bagaimana dapat kami memperbaiki kekeliruan itu. Tuhan memberikan kami akal budi dan juga hati nurani agar kami dapat mengingat ulang apa yang berlangsung terhadap diri kita. Jika saya Petrus dulu mengingat apa yang dikatakan Yesus kepadanya tentu ia tidak dapat menyangkal Yesus.
Jika Petrus tidak ingat perkataan Yesus setelah ia menyangkalNya tentu Petrus tidak dapat menyesali perbuatannya. Mengingat ulang suatu hal bukanlah hal buruk yang salah untuk dilakukan. Mengingat ulang suatu kekeliruan menyebabkan kami dapat memperbaiki kekeliruan itu dan tidak ulang jatuh ke didalam kekeliruan yang sama. Ketika kami mengingat ulang betapa besar kuasaNya didalam hidup kita, kami tentu dapat jadi khusus yang bersyukur.
Remind atau mengingat kemabali merupakan suatu kata yang penuh arti bagi kami sebagai manusia. Sekarang, marilah kami ingat betapa besar kasih yang Ia curahkan kepada kami tiap tiap detik kehidupan kita. Sungguh besar bukan? Marilah waktu ini kami ingat ulang kekeliruan apa yang dulu kami lakukan dulu agar kami tidak ulang mengulangi kekeliruan yang sama. Marilah juga ingat ulang apa yang jadi janji dan prinsip kita. Janganlah dari tiap tiap kami melepas itu semua. Jika kami mempunyai prinsip untuk melayani kepada Tuhan, ingatlah prinsip itu dan marilah kami layani Tuhan dengan kesungguhan hati. Ketika kami mengingat ulang segala esuatu hal yang berlangsung didalam hidup kita, tentu kami jadi terpesona dapat kuasa dan penyertaan Tuhan.
Terkadang kala kami mengingat ulang suatu hal kami sering bicara layaknya ini “Wah ternyata saya dapat melalui ujian itu” “Tuhan Yesus ternyata sungguh baik sampai saya tetap dapat merasakan kasihNya sampai sekarang”. Mengingat masa sesudah itu itu tidak buruk bukan? Mengingat suatu hal dapat menyebabkan kami lebih bersyukur dapat suatu hal yang sudah Tuhan berikan. Ketika kami mengingat hal buru, tentu kami juga ingat ulang rasa sakitnya. Rasa sakit dikecewakan, rasa sakit ditinggalkan ataupun rasa sakit sebab kehilangan suatu hal yang berharga. tapi ingatlah dari sudut positifnya. kecuali kami tidak mengalami itu semua, apakah kami dapat jadi khusus yang kuat layaknya sekarang? Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH III
Renungan harian kristen hari ini air hidup
Mengucap Syukur

Bacaan: Mazmur 118:1-9
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118:1
Helen Adams Keller atau biasa disapa Helen Keller merupakan seorang penulis dan aktivis politik Amerika. Selain itu ia juga menulis artikel dan juga buku-buku tenar salah satunya The Story of My Life. Helen terlahir normal. Namun, waktu usianya 19 bulan, ia terserang penyakit yang menyebabkannya buta dan tuli sampai terhadap akhirnya ia juga jadi bisu.
Saat tetap kecil Helen jadi khusus yang kasar dan pemberontak khususnya ia jadi khusus yang pemarah. Namun, sejalan pertambahan usia, Helen jadi khusus yang melampaui batasannya dan ia tidak menyerah terhadap hidupnya. Kita tentu dulu mengalami masa-masa ada problem yang menyebabkan kami marah dan menyalahkan keadaan. Kita larut didalam rasa sedih sampai kami lupa untuk mengucap syukur kepada Allah. Ketika kami tidak dapat bersyukur atas kehidupan yang sudah Tuhan memberikan tentu ada kekeliruan di dalamnya. Bisa jadi sebab kami terlampau fokus terhadap masalah kami tanpa menyaksikan kebaikan yang Tuhan memberikan kepada kita. Ingatlah, apa yang kami alami hari ini sudah Tuhan atur. Cobaan yang kami alami tidak dapat melebihi kapabilitas kita. Ketika mengucap syukur kepada Tuhan, kami tentu dapat merasakan betapa baiknya Tuhan didalam hidup kita.
Seringkali kami sebagai manusia hanya sudi mengucap syukur kepada Tuhan hanya terhadap waktu bahagia. Namun, didalam kondisi sedih manusia condong tidak bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan mestinya layaknya nafas kehidupan yang tidak dapat dulu berhenti kami ucapkan waktu kami tetap diberi nafas kehidupan. Bersyukur kepada Tuhan juga tidak memerlukan sebuah alasan khusus sebab itu dapat dijalankan kapan saja dan dimana saja. Yang jadi ukuran manusia terhadap waktu ini untuk bersyukur adalah kala meraih nilai baik, meraih promosi jabatan, meraih pekerjaan yang sesuai, meraih pasangan yang kami ingini dan hal membahagiakan lainnya menurut ukuran manusia.
Jika kami hanya konsisten mengingini kebahagiaan, kapan Tuhan dapat memperlihatkan kuasaNya didalam kehidupan kita? Perlu diingat dan direnungkan bahwa apa yang berlangsung didalam kehidupan kami bukanlah suatu kebetulan semata, tapi itu merupakan anugerah yang Tuhan memberikan kepada kami sebagai manusia. Anugerah Tuhan bukan saja hal-hal baik layaknya yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun, anugerah Tuhan juga dapat bersifat rasa sedih yang Tuhan ijinkan berlangsung didalam kehidupan kita. Mengapa rasa sedih yang kami alami harus disyukuri? Ini artinya Tuhan sayang kepada kami dan sedang edukatif kami agar kami jadi khusus yang dewasa bukan hanya secara fisik tapi juga didalam iman. Tuhan edukatif kami serupa layaknya bapa di dunia edukatif kita. Ia edukatif kami dengan tegas agar kami jadi khusus yang tahan banting didalam menghadapi cobaan. Selain itu, waktu rasa sedih menimpa kita, kuasa Tuhan justru dapat nyata didalam kelemahan kita.
Segala suatu hal yang berlangsung didalam kehidupan kami baik puas maupun duka, baik didalam kehidupan yang penuh canda tawa maupun tetesan air mata itu sudah Tuhan ijinkan terjadi. Tuhan inginkan kami mengucap syukur kepadaNya didalam segala hal sebab penyertaan Tuhan tetap ada terhadap khusus tiap tiap kita. Dalam Roma 8:28 disebutkan bahwa Allah turut bekerja didalam segala suatu hal untuk mendatangkan kebaikan. Oleh sebab itu, kami harus yakin kepadaNya bahwa apa yang berlangsung didalam kehidupan ini sudah Tuhan atur. Jangan lupa untuk mengucap syukur, Tuhan Yesus memberkati.
Renungan harian kristen pemuda
Kerjakan Tanggung Jawabmu

Bacaan: Yunus 1:1-17
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, sebab kejahatannya sudah sampai kepada-Ku.”
Yunus 1:2
Ketika Tuhan memberikan tanggung jawab besar kepada Yunus untuk pergi ke Niniwe apa yang dijalankan oleh Yunus? Awalnya Yunus lari dari tanggung jawab itu dengan pergi ke Tarsis namun, waktu perjalanan menuju Tarsis Yunus ditegur Tuhan. Tuhan mendatangkan badai yang besar sampai terhadap akhirnya Yunus harus berada didalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya. Pernahkah anda layaknya Yunus yang mencoba lari dari tanggung jawab yang sudah dipercayakan padamu? Sebagai seorang manusia, adakalanya kami ragu dan risau untuk mengerjakan suatu tanggung jawab, khususnya kecuali itu merupakan tanggung jawab yang memadai besar. Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban dan tugas yang harus kami selesaikan sampai akhir. Jika anda jadi tidak dapat mengerjakan banyak tanggung jawab sampai akhir, mintalah Tuhan untuk memberikanmu hikmat. Janganlah anda melalaikan suatu tanggung jawab kecil hanya sebab anda mempunyai tanggung jawab lain yang lebih besar.
Faktor-faktor penyebab lari dari tanggung jawab
Setiap orang mempunyai tanggung jawabnya masing-masing. Baik muda ataupun tua tentu mempunyai suatu tanggung jawab entah itu kecil maupun besar. Semakin kami beranjak dewasa, tanggung jawab yang dipercayakan kepada kitapun jadi besar dan berat. Namun, sebab tidak mengandalkan dan tidak berharap penyertaan Tuhan didalam selesaikan masalah itu, ada banyak orang yang melepas dan lari dari tanggung jawab yang ia miliki. Padahal didalam Roma 14:12 disebutkan demikian “Demikian tiap tiap orang di antara kami dapat berikan pertanggungan jawab mengenai dirinya sendiri kepada Allah”. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang lari dari tanggung jawabnya.
Rasa takut
Hal yang menyebabkan seseorang dapat lari dari tanggung jawab yaitu sebab ada rasa takut. Sama halnya layaknya Yunus yang mencoba lari dari tanggung jawab yang Tuhan memberikan kepadanya sebab rasa takut. Yunus memahami bahwa Niniwe adalah kota yang besar dimana kecuali ia harus pergi kesana dan memberitahukan penduduknya dapat kejahatan yang dijalankan ia tentu tidak diterima khususnya dihakimi. Namun, kala Yunus minta penyertaan Tuhan dan terhadap akhirnya ia dapat lakukan tanggung jawab itu. Yuk waktu ini menghilangkan rasa takutmu dan minta penyertaan Tuhan.
Memiliki tanggung jawab yang lebih besar
Faktor lain yang menyebabkan seseorang lari dari tanggung jawab yaitu sebab ia mempunyai tanggung jawab yang lebih besar agar ia beranggap remeh tanggung jawab kecil yang dimiliki. Baik besar maupun kecil, tanggung jawab tetaplah kewajiban yang harus diselesaikan sampai akhir. Ketika anda dapat mengerjakan tanggung jawab kecil tentu anda juga dapat untuk mengerjakan suatu tanggung jawab yang lebih besar.
Tidak berharap hikmat dan penyertaan Tuhan
Faktor utama yang menyebabkan seseorang lari dan melepas tanggung jawabnya adalah sebab tidak berharap hikmat dan penyertaan dari Tuhan. Ketika anda hanya mengandalkan kapabilitas diri sendiri, temtu anda dapat jadi tidak dapat untuk mengerjakan suatu tanggung jawab. Oleh sebab itu berdoalah dan minta hikmat dan juga penyertaan Tuhan.
Oleh sebab itu, janganlah anda lari dari tanggung jawab yang sudah dipercayakan kepadamu. Jangan jadikan tanggung jawab hanya hanya tuntutan yang harus anda selesaikan. Namun, jadikanlah tanggung jawab itu sebagai suatu kewajiban yang harus diselesaikan sampai akhir dengan baik (finishing well). Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH IV
Renungan singkat firman Tuhan
Waktu Teduh

Bacaan: Efesus 6:10-20
Berdoalah tiap tiap waktu di didalam Roh dan berjaga-jagalah di didalam doamu itu dengan permintaan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Efesus 6:18
Doa merupakan nafas kehidupan bagi orang percaya. Dengan berdoa, interaksi kami dengan Allah dipulihkan agar kami dapat memahami dan memahami apa niat Tuhan didalam hidup kita. Waktu teduh atau waktu teduh merupakan waktu khusus yang di sediakan bagi Tuhan dan harus kami lakukan tiap tiap hari. Sebaiknya waktu teduh dijalankan tiap tiap pagi sebelum akan kami mengawali aktivitas kami agar kami dapat memohon penyertaan Tuhan terhadap hari yang dapat kami lewati. Waktu teduh adalah tanggapan kami terhadap kerinduan Tuhan untuk bersekutu dengan kami anak-anakNya. Disaat kami lakukan waktu teduh, artinya kami bersekutu dengan Tuhan. Sepeti yang sudah kami ketahui, doa merupakan bentuk komonukasi kami kepada Allah. Dengan berdoa, kami Mengenakan hak istimewa yang Tuhan memberikan untuk bicara denganNya. Sudahkah kami buat persiapan waktu teduh tiap tiap harinya untuk Tuhan?
Waktu teduh terlampau penting untuk kami lakukan. Alasan kami untuk lakukan waktu teduh yaitu:
Teladan Yesus
Tuhan Yesus mengajarkan kami untuk mempunyai persekutuan dengan Bapa di Sorga. Di sedang kesibukannya, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa baik itu didalam kondisi puas maupun didalam kondisi sedih. Sebelum Yesus disalibkan, Ia juga berdoa kepada Bapa untuk diberikan kekuatan. Kita juga sebagai manusia harus mempunyai interaksi khusus dengan Bapa di sorga. Waktu teduh yang kami sedia kan dan kami bangun menyebabkan interaksi kami dengan Bapa di sorga jadi dekat. Berdoa bukan hanya dijalankan sebagai tradisi semata, tapi sebagai suatu hal yang sebetulnya kami harus lakukan sebab kami memahami bahwa di dunia ini kami tidak dapat hidup sendiri tanpa penyertaan Tuhan.
Kerinduan Tuhan untuk bersekutu dengan umatNya
Tuhan rindu dan inginkan agar umatNya mempunyai persekutuan dan interaksi yang dekat denganNya. Dalam Hosea 6:6 disebutkan bahwa Tuhan lebih mengahargai persekutuan dengan umatNya dibandingkan dengan apa yang kami lakukan bagiNya. 
Agar bertumbuh didalam iman
Ketika kami mempunyai waktu teduh dengan Tuhan, iman kami juga dapat bertumbuh. Iman kami dapat bertumbuh melalui penghayatan dapat firmanNya. Iman seseorang tidak dapat tumbuh dengan instan agar perlu pemeliharaan dengan memahami firmanNya. Pada waktu ini seringkali kami melepas waktu teduh itu dengan alasan kesibukan. Tuhan tetap menyertai kami sepanjang 24 jam, sesudah itu mengapa kami tidak dapat memberikan waktu kami kepada Tuhan? Orang yang mempunyai interaksi khusus dengan Tuhan tentu dapat lebih yakin untuk bertekun kehiduan ini.
Bagaimana cara kami untuk berdoa? Yang harus kami lakukan yaitu buat persiapan waktu kita, mencari area tenang, menenangkan hati dan berharap kehadiran Tuhan, membaca Alkitab, memperlihatkan tanggapan kami dengan berdoa, merenungkan firman yang sudah dibaca. Bagi kami sering kadang ada problem untuk buat persiapan waktu kami bagi Tuhan. Kita terlampau sibuk dengan urusan khusus kami dan seringkali melepas Tuhan. Kita lakukan hal itu seakan kami dapat hidup tanpa bimbingan Tuhan. Kita hanya berdoa kala kami puas saja. Jika kami layaknya itu, bagaimana kami dapat bertumbuh didalam iman dan dapat memahami maksud Tuhan didalam kehidupan kita? Marilah kami studi untuk membangun interaksi yang dekat denganNya. Mulailah untuk mempunyai waktu teduh tiap tiap harinya. Tuhan Yesus memberkati.
Contoh renungan singkat
Kerjakan dengan hati

Bacaan: Kolose 3:23-25
Apa pun juga yang anda perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu layaknya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3:23
Ketika kami mengerjakan apa yang kami sukai, tentu kami dapat mengerjakannya dengan sepenuh hati dan apa yang kami Mengerjakan tentu hasilnya baik. Namun, apa yang berlangsung kecuali kami harus mengerjakan suatu hal yang tidak kami sukai? Pasti kami dapat mengerjakannya dengan perasaan tertekan dan hasilnya tidak baik. Dalam Kolose 3:23 memahami disebutkan bahwa kami harus mengerjakan apa pun itu dengan segenap hati kami layaknya untuk Tuhan bukan untuk manusia. Terdengar berat dan ada problem bukan? Namun, itulah yang sebetulnya harus dilakukan. Kita harus berani untuk nampak dari zona nyaman kita. Awalnya terhadap ada rasa risau dan cemas, tapi kecuali kami sudi mencoba untuk menyukainya tentu tidak ada yang tidak mungkin.
Ketika Elisa dipanggil Tuhan melalui nabi Elia, tentu Elisa harus nampak dari zona nyamannya dan meninggalkan pekerjaan yang ia cintai. Bukan tanpa alasan, Elisa memahami bahwa ia meraih suatu hal yang lebih besar dengan nabi Elia. Ia juga memahami bahwa perjalan barunya tidak mudah dan menakutkan khususnya ia juga memahami bahwa apa yang ia Mengerjakan anti belum tentu merupakan kesukaannya. Tapia pa yang terjadi? Elisa dapat melalui itu semua didalam penyertaan Tuhan.
Sering halnya kami tidak mengerjakan apa yang sudah jadi tanggung jawab kami dengan sepenuh hati. Entah itu sebab apa yang ia Mengerjakan bukan passionnya atau dapat saja juga sebab ia dipaksa untuk mengerjakan pekerjaan itu. Namun, bagaimanapun keadaannya, kami harus tetap mengerjakannya dengan hati. Jika jadi tidak dapat dan tidak sanggup, berdoalah kepada Tuhan dan minta bimbingan dan juga penyertaan Tuhan.
Hal yang harus dijalankan
Lalu,, hal apa saja yang harus dijalankan agar kami dapat mengerjakan segala suatu hal dengan hati? Berikut hal-hal yang harus dilakukan.
Cintai apa yang dikerjakan
Penting bagi kami untuk khususnya dahulu mencintai apa yang kami kerjakan. Cobalah untuk memahami dan memahami maksud Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang kami kerjakan. Ketika kami mencintai apa yang kami kerjakan, tentu hasilnya dapat baik dan kitapun tidak dapat tertekan untuk mengerjakannya.
Keluar dari zona nyaman
Keluar dari zona nyaman juga terlampau penting untuk dilakukan. Keluar dari zona nyaman memperlihatkan bahwa kami berani untuk mengambil alih alih resiko meskipun kami tidak memahami apakah ketentuan yang dijalankan itu benar. Keluar dari zona nyaman artinya siap untuk menerima perubahan dan yakin bahwa suatu hal hal besar dapat terjadi. Ketika seseorang berani nampak dari zona nyaman dan berhenti dari suatu pekerjaan yang disukai, ia tentu dapat dengan mudah mencintai pekerjaan yang diberikan nantinya.
Minta penyertaan Tuhan
Hal paling penting yang harus dijalankan yaitu minta penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan itu baik adanya. Ia dapat membimbing kami dan memampukan kami untuk mengerjakan sesuatu. Meskipun apa yang dijalankan berat dan penuh rintangan, kala kami minta penyertaan Tuhan tentu kami dapat lalui itu semua.
Sangat penting bagi kami untuk lakukan segala pekerjaan yang kami milii dengan hati. Segala suatu hal yang dijalankan dengan hati tentu hasilnya dapat baik. Apapun yang anda Mengerjakan terhadap waktu ini baik itu didalam pekerjaan maupun pelayanan, kerjakanlah dengan sebaik-baiknya. Jika anda jadi hal itu tidak mungkin, mintalah penyertaan Tuhan agar Tuhan mampukan. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan santapan harian
Tahu Kehendak Allah

Bacaan: Yohanes 6:35-40
Sebab Aku sudah turun dari sorga bukan untuk lakukan kehendak-Ku, tapi untuk lakukan niat Dia yang sudah mengutus Aku.
Yohanes 6:38
Pernahkan kami jadi apa yang kami kehendaki didalam hidup ini tidak sesuai dengan harapam kita? Ketika kami sudah berupaya sekuat tenaga, justru apa yang kami dapatkan tidak berlangsung layaknya apa yang kami kehendaki. Pertanyaan selanjutnya, apakah kami dulu bertanya kepada Tuhan apa sebetulnya niat Tuhan didalam hidup kita? Jika kami menyaksikan apa yang berlangsung di awalannya didalam kehidupan kita, pernahkah kami memahami bahwa apa yang kami alami didalam hidup ini merupakan kehendakNya? Sebelum Yesus ditangkap, Yesus berdoa di taman Getsemani. Ia berdoa kepada BapaNya di sorga dan  Ia bicara demikian “tetapi bukanlah kehendak-Ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Yang dapat kami teladani di sini yaitu, Yesus saja menyerahkan apa yang berlangsung didalam hidupNya kepada Bapa di sorga, megapa kami juga tidak lakukan hal demikian? Manusia merupakan makhluk lemah yang tidak dapat hidup tanpa penyertaan Tuhan.
Namun sebab kesombongan dan keangkuhan manusia, seringkali manusia jadi lupa diri dan lebih mengandalkan kekuatannya sendiri dan justru malah memaksa Tuhan untuk lakukan hal yang dikehendakinya. Ketika apa yang berlangsung didalam hidupnya tidak sesuai permintaan dan kehendaknya, manusia justru malah kecewa dan menyalahkan Tuhan. Namun,yang harus diingat adalah tiap tiap apa yang kami alami entah tempo hari atau terhadap waktu ini itu merupakan niat Allah. Mungkin terhadap waktu ini kami tidak dapat memahami maksud Tuhan didalam hidup ini. Namun satu hal yang harus ditanamkan di hati saudara dan saya bahwa semua yang Tuhan beri adalah yang paling baik untuk kami sebab tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia didalam kehidupan kita.
Kehendak Allah
Kehendak Allah tidaklah lama layaknya niat manusia. Manusia berkendak agar suatu hal yang baik saja berlangsung didalam hidupnya. Namun Tuhan juga berharap suatu hal yang tidak baik berlangsung agar manusia dapat jadi bertumbuh di didalam iman dan pengharapan. Lalu apa saja niat Allah didalam hidup kita? Kehendak Allah didalam hidup kami yaitu:
Menjadi garam dan terang bagi sesama
Tuhan berharap kami agar kami jadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Ia berharap kami untuk jadi teladan bagi sesama dimanapun kami berada. Sebagai anak-anakNya kami harus jadi berkat bagi sesama melalui kelakuan dan tindakan kita.
Mewartakan keselamatan dan kabar kerajaan Allah
Dalam Lukas 9:2 Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kerajaan Allah kepada orang banyak. Demikian juga dengan kita. Tiba saatnya bagi kami untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah kepada mereka yang belum yakin kepada Yesus sebab itulah yang dikehendakiNya.
Menjadi pelaku firmanNya
Hal yang juga diinginkan Allah yaitu jadi pelaku firmanNya. Menjadi pelaku firman di sini dapat dilihat dari tiap tiap kelakuan dan tindakan kami yang sudi di hadapan Allah agar jadi saksi yang hidup bagi sesama.
Oleh sebab itu, kami harus memahami apa niat Tuhan didalam hidup kami sebab kehendakNya itu baik adanya. Kita tidak boleh memaksakan niat kami kepada Tuhan sebab niat kami belum tentu baik untuk kita. Hiduplah seturut kehendakNya agar kami dapat menggembirakan hati Tuhan dan dapat jadi berkat dan juga saksi yang hidup bagi kurang lebih kita. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan harian online
Kekuatan Iman

Bacaan: Ibrani 11:1-3
Iman adalah dasar dari segala suatu hal yang kami mengharapkan dan bukti dari segala suatu hal yang tidak kami lihat.
Ibrani 11:1
Pada waktu ini, seringkali kami mendengar pemberitaan mengenai orang yakin yang tidak berpegang teguh kepada iman percayanya agar menentukan untuk mundur dan tidak yakin lagi. Kedudukan, harta khususnya pasangan hidup seringkali jadi alasan bagi seseorang untuk meninggalkan iman percayanya. Yang lebih parahnya ulang sebab rasa kecewa atau sakit hati dengan teman seiman jadi alasan untuk meninggalkan iman kepercayaan. Lalu sebetulnya apa iman itu? Seperti yang dikatakan didalam Ibrani 11:1  "Iman adalah dasar dari suatu hal yang kami mengharapkan dan bukti dari segala suatu hal yang tidak kami lihat".
Kekuatan Iman
Iman artinya yakin sepenuhnya kepada apa yang meskipun belum dilihat. Hal inilah yang setelah itu disebut sebagai kapabilitas iman Lalu sebetulnya apa yang dapat kami dapatkan kala kami mempunyai kapabilitas iman?
Dapat menyaksikan keajaiban Allah didalam hidup kita
Ketika kami mempunyai kapabilitas iman, hal yang pertama kali dapat kami menyaksikan yaitu keajaiban Allah didalam hidup kita. Ketika kami tetap mempunyai iman yang kuat meskipun kami berada didalam pergumulan yang berat, paati Tuhan dapat memperlihatkan kuasaNya didalam hidup kita. Ia tentu dapat memulihkan kondisi dan hidup kita.
Memperoleh hidup yang kekal
Hidup yang kekal dapat kami dapatkan hanya dari Allah sebab tidak dapat ada seorangpun yang dapat memberikan kekekalan kepada sesamanya. Ketika kami mempunyai kapabilitas iman, hal yang dapat kami dapatkan yaitu hidup kekal dengan Bapa di surga kelak.
Dapat melangkah dengan tentu serupa sekali tidak ada jaminan
Ketika kehidupan kami seakan tidak ada harapan sebab apa yang kami ingini tetap ada diluar jangkauan kita, apa yang mestinya kami lakukan sebagai seseorang yang mempunyai iman? Ketika kami mempunyai iman yang teguh kepadaNya kami dapat tetap melangkah meskipun kondisi tidak mendukung kami sebab kami yakin bahwa dapat ada jaminan dan keselamatan di didalam Dia.
Menerima janji Tuhan serupa sekali kelihatannya tidak mungkin
Sara dan Abraham sudah lanjut umurnya tapi tetap belum mempunyai anak. Sebagai seorang manusia dapat saja kami tidak dapat yakin kecuali Sara dapat mengandung. Namun, Sara dan Abraham tetap yakin dapat janji Tuhan kepada mereka. Ketika mereka percaya, Tuhanpun menjawab doa mereka dan terhadap akhirnya mereka mempunyai anak di umur mereka yang sudah lanjut. Cerita Abraham dan Sara dapat jadi pelajaran bagi kita. Ketika kami berdoa dan berserah penuh kepadaNya, apa yang kelihatannya tidak dapat saja bagi manusia dapat dapat saja bagi Allah.
Menang menghadapi cobaan
Orang yang mempunyai kapabilitas iman tentu dapat tetap bertahan meskipun didalam kondisi sulit. Ia dapat tetap berdiri teguh meskipun kondisi tidak untungkan baginya. Ia dapat tetap yakin bahwa apa pun yang berlangsung didalam kehidupannya sudah Tuhan atur sampai terhadap akhirnya orang tersebut dapat melalui tiap tiap cobaan dan nampak sebagai seorang pemenang dan meraih kemuliaan dari Bapa di sorga.
Iman itu memerlukan proses. Sama halnya layaknya pohon yang konsisten bertumbuh kecuali dirawat dan dipelihara dengan baik. Begitupun dengan iman kita, kecuali inginkan iman kami bertumbuh, maka peliharalah iman itu agar kami dapat tetap berdiri teguh meskipun ada di sedang badai. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan harian wanita
Be a Strong Woman

Bacaan: Rut 1:1-13
Naomi adalah isteri dari seorang bernama Elimelekh. Ia dikaruniai dua orang anak bernama Mahlon dan Kilyon. Saat berlangsung kelaparan di tanah Israel, ia beserta suami dan anak-anaknya pergi ke area Moab sebagai orang asing. Saat tinggal di Moab, Naomi harus kehilangan suaminya dan sepuluh th. setelah itu ia juga harus kehilangan kedua anaknya. Saat kedua anaknya sudah meninggal, Naomipun mengambil alih ketentuan untuk ulang ke tanah Yehuda dan menyuruh kedua orang menantunya pulang ke tempat tinggal ibunya. Tentu Naomi memahami apa akibatnya kecuali ia menyuruh kedua menantunya pulang. Ia dapat hidup seorang diri di masa tuanya tanpa ada yang menemani. Namun, sebab kasihnya Naomi inginkan kedua menantunya hidup bahagia.
Sebagai seorang wanita seringkali kami dikatakan makhluk lemah sebab tidak dapat lakukan suatu pekerjaan berat seorang diri. Wanita serupa juga dengan perasaan halusnya dan lakukan tindakan pakai hati dibandingkan logika. Namun, sebagai seorang wanita kami bukanlah makhluk yang lemah. Ketika seorang wanita melahirkan, ia harus mencegah rasa sakit yang teramat sangat. Ketika ia berkeluarga dan bekerja, ia harus dapat membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan. Bahkan, kala dihadapkan suatu pergumulan yang berat, justru wanita jauh lebih kuat dibandingkan dengan laki-laki.
Dari cerita Naomi, kami dapat studi untuk jadi seorang wanita yang tangguh dan kuat didalam menghadapi cobaan. Naomi konsisten mengalami rasa sedih tapi Naomi tidak menyerah begitu saja. Naomi pun tidak menyalahkan Tuhan dapat apa yang berlangsung didalam hidupnya. Sebagai seorang wania, kami juga harus layaknya itu. Wanita yang kuat tidak dilihat dari bentuk fisiknya yang kekar layaknya laki-laki. Bukan juga dilihat dari kuatnya ia mengangkat benda yang berat. Namun, wanita yang kuat dilihat dari bagaimana ia meresponi suatu permasalahn yang dihadapi. Ketika kami menghadapi sebuah masalah dengan tetap bersyukur dan tidak menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi, dapat dipastikan bahwa kami adalah wanita yang kuat. Wanita yang kuat juga dapat berdiri teguh didalam kondisi apapun. Ia tidak dapat kehilangan arah dan obyek hidupnya meskipun sering dikecewakan.
Ciri wanita kuat
Adapun ciri wanita yang kuat yaitu:
Selalu mengandalkan Tuhan
Wanita yang kuat adalah wanita yang tetap mengandalkan Tuhan didalam kehidupannya. Baik puas maupun duka Tuhan jadi prioritas utama didalam hidupnya. Wanita yang kuat tidak dengan mudah  meninggalkan Tuhan hanya sebab masalah kecil yang dihadapi.
Tidak mudah mengeluh dan menyerah
Wanita yang kuat juga merupakan wanita yang tidak mudah mengeluh dan menyerah kala diberikan tanggung jawab ataupun didalam menghadapi masalah. Wanita yang kuat dapat tetap menghadapi tantangan demi tantangan tanpa rasa risau sebab yakin bahwa Tuhan dapat tetap menyertai tiap tiap cara hidupnya.
Selalu menatap ke depan
Ciri wanita kuat yang paling akhir yaitu tetap menatap ke depan tanpa menengok ulang ke belakang. Wanita kuat tidak dapat ulang menyesali apa yang dulu berlangsung didalam kehidupannya. Ia dapat menyebabkan rancangan yang luar biasa untuk masa depannya dan sudah pasti tetap mengandalkan Tuhan dapat tiap tiap yang ia rencanakan.
Oleh sebab itu, jadilah wanita kuat yang dapat menghadapi tiap tiap masalah hidup. Buktikanlah bahwa kami bukanlah makhluk lemah layaknya yang orang lain katakan. Andalkanlah Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang dilakukan. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan mengenai kesabaran
Semua Ada Waktunya

Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15
Ia menyebabkan segala suatu hal indah terhadap waktunya, khususnya Ia memberikan kekekalan didalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dijalankan Allah dari awal sampai akhir.
Pengkhotbah 3:11
Dina adalah seorang mahasiswi disalah satu kampus yang memadai tenar di Indonesia. Sebagai seorang mahasiswi yang memadai dikenal sebab aktif didalam aktivitas organisasi kampus dan aktif didalam fasilitas di gereja, ternyata Dina mempunyai pergumulan yang ia simpan didalam hatinya dan ia tutup rapat agar orang lain tidak memahami kondisi dirinya yang sebenarnya. Sejak kecil Dina tidak dapat merasakan kasih sayang dari orang tua dan tidak memahami apa itu kehangatan dan arti dari sebuah keluarga. Orang tuanya tetap bertengkar dan ia hanya dapat menangis dan juga berdoa kepada Tuhan. Suatu hari Dina pun berada didalam fase dimana ia marah dan menyalahkan Tuhan atas apa yang berlangsung didalam hidupnya. Ia kehilangan arah dan obyek didalam hidupnya sampai jatuh ke didalam dosa sebab nampak kepahitan didalam hatinya. Seiring berjalannya waktu, Tuhan pun melembutkan hati Dina dan terhadap akhirnya ia ulang menyerahkan segala pergumulan hidupnya kepada Tuhan. Ia jadi sabar menanti jawaban Tuhan sampai terhadap akhirnya Tuhan melepas kepahitan didalam hatinya dan memulihkan keluarga Dina.
Pernahkan kami berada didalam posisi Dina dimana kami jadi pergumulan yang kami menghadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kami mengalami suatu pergumulan seringkali kami bertanya “Tuhan mengapa hal ini harus berlangsung padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?”. Bahkan tidak jarang kami sampai kepada fase dimana kami menyalahkan Tuhan dapat kenyataan hidup ini. Kita memberontak khususnya kehilangan kendali atas diri kami sendiri sebab kami tidak sabar untuk menanti jawaban dari Tuhan. Kita menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan ulang sebab kami jadi Tuhan tidak sudi menjawab tiap tiap doa yang kami naikkan. Kita lupa bahwa waktu Tuhan bukanlah waktu manusia. Dalam Roma 12:12 kami diajarkan untuk mempunyai pengharapan, kesabaran dan tetap berdoa kepadaNya baik didalam kondisi puas maupun didalam kondisi duka.
Tuhan mengijinkan tiap tiap masalah berlangsung didalam kehidupan kami agar Ia dapat memperlihatkan betapa besar kuasaNya sebab Ia dapat memulihkan kondisi kami asalkan kami sudi berserah dan bersabar menanti janji Tuhan tergenapi. Memang bukan hal yang mudah bagi kami seorang manusia menerima apa yang berlangsung didalam kehidupan ini, tapi kala kami sudi berserah dan berdoa kepadaNya maka tidak ada satupun yang kemungkinannya terlampau kecil bagi Tuhan. Sama halnya dengan Abraham dan Sara. Di umur mereka yang jadi tua, mereka konsisten berdoa dan yakin dapat janji Tuhan bahwa mereka dapat mempunyai anak. Selama 25 th. mereka konsisten berdoa dan sabar menanti janji Tuhan yang belum tergenapi. Penantian mereka tidak sia-sia, terhadap akhirnya Sarapun punya kandungan dan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ishak.
Hari ini Firman Tuhan bicara bahwa pekerjaan Tuhan harus dinyatakan melalui masalah yang kami alami dan segala suatu hal tentu ada waktunya. Tuhan inginkan menyaksikan bagaimana iman kami kepadaNya. Yang harus kami ingat dan renungkan yaitu waktu Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala masalah yang kami alami. Ia memberikan kapabilitas dan kelegaan kepada kita. Oleh sebab itu, sabarlah menanti jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya sebab Ia dapat memberikan apa yang anda perlukan tepat terhadap waktunya. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Sabtu, 10 April 2021

Kumpulan Khotbah Kristen Terbaru dan Terbaik


KHOTBAH KRISTEN

Khotbah Kristen






Ketakutan


Bacaan: Mazmur 118:5-9




“Jangan risau terhadap apa yang kudu engkau derita! Sesungguhnya Iblis bakal melemparkan lebih dari satu orang berasal dari antaramu ke di dalam penjara sehingga kamu dicobai dan kamu bakal mendapatkan ada gangguan sepanjang sepuluh hari. Hendaklah engkau setia hingga mati, dan Aku bakal mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”


Wahyu 2:10




Takut merupakan suatu tanggapan terhadap suatu semangat khusus seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa risau merupakan tidak benar satu emosi basic tak hanya rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat diambil alih asumsi bahwa ketakutan adalah suatu tanggapan emosi seseorang terhadap suatu ancaman. Saya yakin kita seluruh sebagai manusia tentu dulu mengalami ketakutan atau rasa takut.




Rasa risau yang dialami masing-masing orang berbeda-beda terkait berasal dari responnya terhadap suatu kondisi tertentu. Ketika rasa risau menguasai seseorang, biasanya orang itu tidak bisa berpikir bersama dengan bersama dengan logis.




Ketika ketakutan muncul, adakalanya seseorang bisa mengambil alih alih cara yang tidak cocok bersama dengan bersama dengan Firman Tuhan.




Misalnya saja kala seseorang risau oleh binatang dan ada binatang yang tidak disukainya mengejar, orang seterusnya bakal mengeluarkan umpatan atau kata kasar lainnya. Ketika seseorang risau bakal hari esok sebab kudu membayar hutang orang seterusnya bakal melacak cara untuk mendapatkan duwit kecuali saja bersama dengan bersama dengan mencuri.




Sayapun dulu mengalami rasa risau dan kala rasa risau itu semakin membesar akhirnya saya kudu berbohong untuk menutupi ketakutan yang saya rasakan.




Lalu sesungguhnya mengapa seseorang bisa jadi takut?




Seseorang bisa jadi risau sebab jadi sedang berhadapan bersama dengan bersama dengan suatu perihal terlebih seseorang yang jauh lebih kuat, jauh lebih besar dan jauh lebih besar dibandingkan bersama dengan bersama dengan dirinya. Orang seterusnya jadi dirinya lemah, kecil, tidak berdaya dan tidak memiliki apa-apa itu menandingi atau mengalahkan suatu perihal yang membuatnya ketakutan. Bisa saya suatu perihal atau seseorang itu laksanakan ancaman atau serangan terhadap diri kita sehingga kita jadi di dalam bahaya dan sekuat tenaga berupaya untuk melindungi diri berasal dari ancaman tersebut. Misalnya saja kala seseorang divonis oleh dokter bahwa ia memiliki penyakit beresiko dan usianya tinggal dua bulan lagi.




Apa yang bakal dijalankan oleh orang itu?




Pasti orang itu bakal ketakutan dan berupaya semaksimal kemungkinan terlebih mau mengeluarkan banyak duwit sehingga penyakitnya bisa sembuh dan ia bisa hidup lebih lama lagi. Beda halnya kecuali orang seterusnya cuma mengalami demam atau flu.




Orang seterusnya tentu tidak bakal jadi risau dan masih tenang di dalam menghadapinya.




Mengapa bisa begitu?




Ini sebab apa yang dialami dan dirasakan bukanlah suatu perihal yang besar dan mengancam diri kita. Dalam Lukas 12:4-5 dikatakan demikian “Aku bicara kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu risau terhadap mereka yang bisa membunuh tubuh dan kemudian tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku bakal menunjukkan kepada kamu siapakah yang kudu kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke di dalam neraka. Sesungguhnya Aku bicara kepadamu, takutilah Dia!” Dalam ayat seterusnya sudah sadar disebutkan bahwa kita tidak kudu risau bakal apapun. Yang kudu kita takuti adalah Tuhan Allah kita yang berkuasa atas hidup dan kehidupan kita.




Macam-macam Ketakutan



Setiap manusia tentu saja bakal mengalami rasa takut. Rasa risau itu lumrah dan sesungguhnya dibutuhkan untuk memberitahu kita bakal ada suatu bahaya sehingga bersama dengan bersama dengan ada rasa risau kita menjadi berhati-hati bakal suatu hal. Namun, kala ketakutan itu sudah terlampau menguasai kita, kita kudu mencoba menghilangkannya sebab ketakutan bisa membahayakan kesehatan kita kecuali rasa risau itu sudah tidak wajar. Berikut ini merupakan macam-macam ketakutan yang sebaiknya kita buang.




1. Takut gagal



Manusia tentu risau untuk gagal. Ketika mencoba suatu perihal yang baru berkenaan yang tentu keluar di dalam anggapan manusia yakni kegagalan. Jika kita berkesinambungan jadi risau gagal sebelum saat bakal mencobanya kemudian kapan kita bakal berkembang? Jika kita terlampau risau untuk gagal maka kamu bakal kecewa bersama dengan bersama dengan hasil yang bakal didapatkan nantinya. Sama halnya bersama dengan bersama dengan Musa. Ketika Tuhan mengutus Musa untuk melepas bangsa Israel, Musa sangsi dan jadi takut. Bahkan Musa bicara “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus. (Keluaran 4:13)” Ketika Musa bicara demikian, Tuhan pun marah dan menyuruh pergi bersama dengan bersama dengan kakaknya Harun. Pasti salah satu kita termasuk ada yang seperti Musa jadi risau sebelum saat bakal mencoba. Namun, berkenaan yang kudu kita percayai adalah Tuhan tetap menyertai kita dan segala pekerjaan yang kita lakukan.




Oleh sebab itu, janganlah kita risau gagal cuma sebab kita jadi diri kita lemah dan tidak memiliki potensi.




2. Takut untuk berubah



Perubahan adalah suatu perihal yang kudu bakal kita alami. Ketika seseorang risau untuk berubah, artinya orang seterusnya risau untuk berkembang. lukan Perubahan bukanlah suatu perihal yang kudu ditakutkan. Justru pergantian kita perlukan untuk bertumbuh dab berkembang. Berubah yang kita jalani haruslah pergantian ke arah yang positif. Dalam berkenaan ini berubah kudu menjadikan kita spesial yang lebih baik kembali dibandingkan sebelumnya. Kita kudu studi berasal dari Paulus. Paulus saja berani mempengaruhi hidupnya kala Tuhan memanggil dia untuk melayaniNya, kemudian apakah kita tetap risau untuk berubah?




3. Takut bakal jaman lalu



Tidak sedikit salah satu kita risau bakal jaman lalu. Masa kemudian seolah menjadi kenangan tidak baik dan momok menakutkan yang menghantui kehidupan kita. Terkadang jaman kemudian itulah yang sebabkan kita tidak berkembang sebab berkesinambungan menyalahkan diri sendiri atas jaman kemudian yang terjadi. Lukas 19:1-10 bercerita berkenaan Zakheus. Ia merupakan kepala pemungut cukai dan banyak orang memanggil Zakheus sebagai orang berdosa.




Namun, apa yang dijalankan Zakheus?




Zakheus tetap melangkah maju dan berupaya untuk melihat Yesus. Ia berupaya untuk tetap melangah terlebih kala orang lain menganggapnya sebagai manusia berdosa. Masa kemudian bukanlah penghalang bagi Zakheus untuk yakin kepada Allah. Kitapun termasuk mestinya seperti itu. Jangan jadikan jaman kemudian sebagai alasan untuk tidak maju dan berkembang. Bukankah jaman depan jauh lebih kudu berasal dari jaman lalu?




4.Takut diremehkan orang lain 



Perasaan risau ini bakal sebabkan seseorang menjadi tidak cukup yakin diri. Orang seterusnya bakal minder dan tidak berani untuk melangkah. Mari kita ingat kembali berkenaan kisah Daud yang melawan Goliat. Saat Daud bicara kepada Saul untuk melawan Goliat apa tanggapan Saul?




Saul tambah meremehkan Daud “Tidak kemungkinan engkau bisa hadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak berasal dari jaman mudanya sudah menjadi prajurit. (1 Samuel 17:33)” Jika kita ada diposisi Daud terhadap kala itu apakah yang bakal kita lakukan? Mungkin kita kan jadi minder kemudian bicara “Ah iya benar katamu, kecuali begitu lebih baik saya diam saja.” Beda halnya bersama dengan bersama dengan Daud. Ia tetap yakin terhadap dirinya sendiri terlebih tetap maju untuk melawan Goliat. Karena penyertaan Tuhan pula Daun menang dan bisa mengalahkan Goliat. Kitapun termasuk kudu seperti itu.




Jangan risau kala orang lain meremehkan kita. Buktikanlah kecuali kita bisa laksanakan apa yang tidak kemungkinan bagi mereka.




5. Takut bakal penolakan


Setiap orang baik saya maupun kamu tentu risau bakal namanya penolakan. Entah itu risau tidak diterima oleh pekerjaan yang diinginkan, risau tidak diterima di dalam suatu komunitas ataupun risau tidak diterima oleh orang yang dikasihi. Perasaan risau ini sering kadang sebabkan seseorang berupaya untuk tidak menunjukkan kekurangannya terlebih ada pula yang berupaya untuk menjadi orang lain. Yesuspun dulu tidak diterima kala berada di Nazaret.




Namun apa yang dilakukanNya?




Ia tidak risau terlebih tidak gentar sedikitpun. Apapun yang berjalan serahkanlah seutuhnya kepada Tuhan. Ketika seluruh orang menolakmu terlebih duniapun menolakmu, ingatlah bahwa Tuhan bakal tetap menerimamu bagaimanapun keadaanmu.




6. Takut untuk memilih



Setiap orang tentu bakal tetap dihadapkan oleh suatu pilihan. Dari kala terhubung matanya, manusia bakal dihadapkan oleh dua terlebih lebih pilihan yang kudu dipilih. Namun, kita sering kadang masih risau untuk memilih. Kita risau pilihan yang kita ambil justru itu bukanlah pilihan yang baik. Jika kita jadi risau untuk memilih, marilah kita minta hikmat Tuhan sehingga kita bisa pilih yang baik seturut bersama dengan bersama dengan kehendakNya.




7. Takut memiliki mimpi



Setiap orang tentu memiliki mimpi. Sejak kecil kemungkinan salah satu kita banyak yang memiliki mimpi. Namun, tak sedikit termasuk salah satu kita risau untuk bermimpi. Bermimpi bakal suatu berkenaan bukanlah berkenaan yang salah. Bahkan ada pepatah yang bicara demikian ”Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau bakal jatuh salah satu bintang-bintang.” Yakub bermimpi untuk bisa menikahi Rahel hingga ia bersedia bekerja terhadap Laban tujuh th. lamanya. Setelah tujuh th. apa yang terjadi? Laban tambah memberikan Lea anaknya yang lain. Namun sebab cintanyakepada Rahel iapun bekerja kembali sepanjang tujun th. lamanya. Karena pengharapan dan sikap yang tidak enteng menyerah yang dimiliki oleh Yakub akhirnya Yakub bisa menikahi Rahel. Jika kita sesungguhnya memiliki mimpi, jangan risau dan kejarlah mimpi itu hingga mendapatkannya. Karena menyerah kepada mimpi yang kita memiliki bukanlah suatu ketentuan yang tepat.




8. Takut bakal jaman depan



“Karena jaman depan sungguh ada, dan harapanmu tidak bakal hilang. (Amsal 23:18)” Disini sadar tertera bahwa jaman depan sungguh ada sebab Tuhan sudah menanggung jaman depan kita. Sebagai manusia sering kadang kita risau bakal jaman depan yang menunggu kita. Kita risau bakal apa yang bakal berjalan dikemudian hari sebab terhadap hari ini kita jadi tidak sangguh dan lemah.




Terkadang kita jadi tidak memiliki jaman depan sehingga kita pilih untuk tidak laksanakan apa-apa. Namun di dalam ayat seterusnya sadar dikatakan bahwa jaman depan sungguh ada bagi kita seluruh yang yakin kepadaNya. Bangsa Israel kala ada di padang gurun termasuk dulu jadi demikian. Ketika mereka di padang gurun, di belakang mereka terkandung pasukan Mesir yang siap untuk membunuh mereka.




Namun, di depan mereka ada laut Teberau yang tidak kemungkinan bisa mereka lewati.




Karena diperhadapkan di sedang kondisi yang tidak terlalu mungkin ini, bangsa Israel menjadi takut. Yang ada di anggapan mereka adalah kematian yang mengerikan dan mereka tidak memiliki harapan kembali untuk jaman depan mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan tetap menyertai mereka di padang gurun. Pada siang hari Tuhan menyertai mereka bersama dengan bersama dengan tiang awan dan terhadap malam hari Tuhan menyertai mereka bersama dengan bersama dengan tiang api. Ketika kita menyerahkan jaman depan kita kepada Tuhan sepenuhnya, kita tidak kudu risau bakal jaman depan itu sebab Tuhan tentu bakal sedia kan jaman depan yang indah bagi anak-anakNya.




Cara Untuk Mengatasi Rasa Takut


Ketakutan yang dimiliki oleh manusia tentu saja kudu diatasi. Lalu bagaimana cara kita untuk mengatasinya?




1. Memiliki Iman di di dalam Yesus



Dalam Matius 8:26 Yesus bertanya kepada murid-muridNya “Mengapa kamu takut, kamu yang tidak cukup percaya?” Sekarang mari balikkan pertanyaan itu kepada kita. Jika Tuhan bertanya seperti itu apa yang bakal kita jawab? Ketika kita memiliki iman kepada Yesus, kita tentu tidak bakal risau untuk meniti hidup ini. Kita bakal yakin bahwa Tuhan bakal pelihara dan menyertai kita kapanpun dan dimanapun kita berada.




2. Memiliki komitmen hingga akhir kepada Yesus



Dalam Wahyu 2:10 Yesus menyuruh kita untuk setia hingga mati kepadaNya. Ketakutan yang kita rasakan merupakan rancangan Iblis untuk menjauhi kita berasal dari Allah. Ketika manusia merasakan rasa takut, manusia bakal laksanakan tindakan yang tidak mau dan seturut firmanNya. Oleh sebab itu, marilah kita menunjukkan komitmen kita kepada Allah hingga akhir hidup kita. Jangan biarkan iblis berhasil menangani kita berasal dari kasih Allah cuma rasa risau yang kita miliki.






Memang benar kecuali ketakutan merupakan berkenaan yang tidak bisa dipisahkan di dalam diri manusia. Rasa risau itu terlebih bisa saja keluar masing-masing hari di dalam kehidupan manusia. Baik sesungguhnya memiliki rasa risau sebab rasa risau merupakan tanggapan kita terhadap suatu kondisi yang bisa membahayakan bagi kita. Namun, kecuali kita berkesinambungan melepas ketakutan itu menguasai diri kita justru ketakutan itu bakal sebabkan kita tidak bisa melangkah maju ke depan.




Ketakutan itu bakal menghindar kita untuk bisa merasakan kasih dan kuasa Allah. Jika kita risau bakal hari esok atau bakal jaman depan yang bakal kita hadapi kelak, ingatlah bahwa Tuhan sudah menanggung jaman depan kita. Bahkan di dalam Matius 6:34 disebutkan demikian “Sebab itu janganlah kamu risau bakal hari besok, sebab hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”




Hari esok yang kita jalani sudah Tuhan atur. Satu berkenaan yang kudu diingat bahwa di dalam segala kondisi terlebih di dalam kondisi terburuk samasekali Tuhan tetap menyertai kita. Jangan jadi kita sendirian dan tidak memiliki siapa-siapa. Tuhan tetap beserta kita disetiap detik kehidupan kita, terlebih sehelai rambut yang kita memiliki Tuhan sadar jumlahnya.




Jangan biarkan ketakutan yang kita memiliki justru menghindar kita untuk merasakan kasih Bapa. Agar kita tidak jadi takut, senantiasalah dekat denganNya sebab ketenangan bakal kita dapatkan kecuali kita tetap dekat denganNya.




Ketika ketakutan berkesinambungan ada, ketakutan cuma sebabkan kita lemah dan kalah sebelum saat bakal mencoba terlebih kita bosa menjadi lupa bakal Kedatangan penyertaan Tuhan. Mari kita melenyapkan rasa risau itu. Kita gantikan ketakutan yang kita memiliki bersama dengan bersama dengan keberanian berasal dari Allah. Daripada kita risau bakal hari esok atau bakal apa yang bakal berjalan bersama dengan bersama dengan diri kita lebih baik kita gantikan bersama dengan bersama dengan rasa risau kita kepada Tuhan. Ketika kita memiliki rasa risau kepada Tuhan, kita bakal berupaya untuk menyenangkan hatiNya dan berlaku seturut denganNya. Bukankan risau bakal Tuhan yang sesungguhnya diinginkan olehNya? Tuhan Yesus memberkati.

 

Read More

Rabu, 07 April 2021

Contoh Doa Persembahan Kristen Sebelum dan Sesudah Ibadah


Contoh Doa Persembahan
Doa mempunyai kuasa yang sungguh luar biasa bagi orang yang percaya kepadaNya. Doa yang kami utarakan kepada Bapa di Sorga tidaklah dibatasi oleh area dan waktu. Doa yang kami panjatkan pula tidak dibatasi oleh bhs yang kami gunakan. Ia adalah Allah yang mengetahui masing-masing isi hati kami dan permohonan yang inginkan kami panjatkan kepadaNya. Sebelum kami berdoa, Ia sudah terlebih dahulu mengetahui apa yang kami perlukan an apa yang kami butuhkan.
Contoh Doa Persembahan
Ia adalah Allah yang penuh kasih yang dapat menjawab masing-masing doa anak-anakNya yang dinaikkan bersama dengan bersama dengan segala kerendahan hati dan ucapan syukur. Perlu diingat, doa yang kami naikkan bukanlah sebuah mantra yang sanggup merubah suasana kita. Bukan pula alat bagi kami untuk memaksakan kemauan kami kepadaNya. Doa merupakan wujud ungkapan syukur kami kepadaNya sebab bersama dengan bersama dengan berdoa kami dapat lebih di dekatkan denganNya.
Ada 2 macam doa yang biasa kami naikkan kepadaNya.
Doa selanjutnya adalah doa privat dan doa bersama. Doa privat merupakan doa yang diucapkan secara privat kepadaNya.
Biasanya isi berasal dari doa privat adalah permohonan dapat keperluan diri sendiri. Beda halnya bersama dengan bersama dengan doa bersama. Doa bersama dengan bersama dengan kebanyakan dikerjakan secara bersama dengan oleh sekelompok orang yang percaya kepadaNya bersama dengan bersama dengan kesungguhan hati. Topik doa bersama dengan bersama dengan kebanyakan terkait berasal dari apa yang inginkan didoakan. Contoh berasal dari doa bersama dengan bersama dengan yaitu doa persembahan. Doa persembahan kebanyakan dikerjakan sehabis Firman Tuhan. Saat berdoa dapat di awali bersama dengan bersama dengan mengucap syukur an mendoakan Firman Tuhan yang sudah disampaikan. Doakan pula hamba Tuhan yang sudah menambahkan Firman Tuhan. Selanjutnya berdoa untuk persembahan yang sudah diberikan an mengakhiri doa selanjutnya bersama dengan bersama dengan ucapan di di dalam nama Tuhan Yesus. Ucapan di di dalam nama Tuhan Yesus berarti menyerahkan segala sesuatuNya di di dalam namaNya dan biarlah ehendak Tuhan saja yang terjadi. Dalam mengucapkan doa persembahan juga tidak kudu terlampau panjang seperti doa syafaat. Namun doakanlah poin-poin yang sudah disebutkan sebelumnya.
Berikut ini merupakan misal doa persembahan. Kiranya misal yang diberikan ini sanggup jadi referensi di dalam menaikkan doa persembahan.
Doa Sebelum Persembahan

1. Doa persembahan Ibadah Raya di Gereja
Ya Allah Bapa menerima kasih atas anugerah yang sudah Kau menambahkan di dalam kehidupan kami. Terima kasih atas penyertaan yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami. Ya Bapa tadi kami sudah mendengarkan FirmanMu kiranya Engkau menyertai hambamu yang sudah menambahkan Firman kiranya Engkau selamanya memberkati dan menyertai ia dimanapun ia berada. Pakai ia seturut bersama dengan bersama dengan kehendakMu saja ya Bapa. Kami juga berdoa bagi jemaatMu yang tersedia pada hari ini kiranya Engkau sertai dan Engkau berkati masing-masing apa yang jemaatMu kerjakan. Kiranya juga Engkau memberkati mereka yang belum sempat tersedia pada hari ini. Jika mereka di dalam suasana lemah kiranya Engkau menambahkan mereka kebugaran dan kekuatan. Sebentar ya Bapa, kami dapat menambahkan persembahan kami. Kiranya persembahan yang kami menambahkan sanggup jadi berkat bagi GerejaMu di tempat ini. Terima kasih Tuhan Yesus, di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan mengucap syukur, Amin.
2. Doa persembahan Sekolah Minggu
Tuhan Yesus, sebentar kami dapat menambahkan persembahan. Kiranya Engkau memberkati persembahan yang dapat kami berikan. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.
3. Doa persembahan di Ibadah Pemuda Remaja
Ya Bapa, menerima kasih atas penyertaanMu yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami. Pada hari ini kami sanggup berkumpul di tempat ini bukan sebab kuat dan hebat kami namun ini seluruh sebab kebaikanMu kepada kami. Ya Bapa, sebentar kami dapat menambahkan persembahan kami, kiranya Engkau memberkati tangan-tangan yang dapat memberi. Kiranya persembahan ini sanggup jadi persembahan yang harum dan senang di hadapanMu. Inilah doa kami yang kami panjatkan kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa, Amin
4. Doa persembahan di Ibadah Rumah Tangga
Bapa kami yang bertahta di di dalam Kerajaan Sorga, menerima kasih atas masing-masing penyertaan dan berkatMu yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami semua. Ya Bapa menerima kasih atas firman yang baru saja kami dengar, kiranya FirmanMu ini sanggup jadi terang bagi kehidupan kami dan sanggup jadi terang bagi masing-masing langkah kehidupan kami. Kiranya Engkau juga memberkati hambamu yang sudah menambahkan firmanMu. Berkati ia dan keluarganya, pakailah ia seturut bersama dengan bersama dengan kehendakMu kiranya ia sanggup jadi saksiMu. Ya Bapa sebentar juga kami dapat menambahkan sedikit berasal dari apa yang kami punya. Kiranya Engkau senang untuk menerima persembahan kami. Terima kasih Tuhan. Amin.
5. Doa persembahan di Ibadah Kaum Wanita
Tuhan Yesus, menerima kasih atas penyertaan yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami seluruh pada sore hari ini. Kiranya Engkau Mengenakan kami di tempat ini untuk jadi pelaku FirmanMu ya Bapa. Sebentar kami dapat menambahkan yang paling baik bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Kiranya apa yang kami menambahkan sanggup senang dihadapanMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.
6. Doa persembahan di Ibadah Kaum Pria
Bapa yang kami sembah di dalam anakNya Tuhan kami Yesus Kristus, menerima kasih atas segala berkat yang sudah Kau menambahkan kepada kami. Terima kasih atas penyertaanMu sampai hari ini yang masih Engkau nyatakan di dalam kehidupan kami. Ya Bapa tak lupa kami juga mengucap syukur atas Firman yang baru saja kami dengar. Kiranya FirmanMu sanggup jadi terang bagi masing-masing langkah hidup kami. Sebentar ya Bapa, kami dapat menambahkan yang paling baik bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Kiranya apa yang kami menambahkan sanggup kami memakai demi hormat dan kemuliaan namaMu. Berkati tangan-tangan yang dapat memberi. Kiranya kami sanggup menambahkan menurut bersama dengan bersama dengan kerelaan hati kami tanpa tersedia paksaan. Inilah doa yang kami naikkan hanya di di dalam namaMu Tuhan kami Yeus Kristus. Amin.
7. Doa persembahan di Ibadah Persekutuan Mahasiswa Kristen
Tuhan Yesus menerima kasih atas penyertaan yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami sehingga pada siang hari ini kami sanggup berkumpul di tempat ini untuk memuji dan memuliakan namaMu. Sebentar ya Bapa kami dapat menambahkan yang paling baik bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Kiranya apa yang kami menambahkan sanggup menggembirakan hatiMu dan sanggup kami memakai untuk tunjukkan kuasaMu. Ya Bapa inilah doa dan permohonan kami yang kami naikkan hanya di di dalam nama Tuhan kami Yeus Kristus. Amin.
Doa Sesudah Persembahan

1. Doa persembahan Ibadah Raya di Gereja 1
Segala ungkapan syukur kami naikkan hanya kepadaMu Bapa di Sorga, oleh sebab kasih dan penyertaanMu boleh kami menerima dan menikmati sampai saat ini. Kami mengetahui dan kami mengetahui ya Tuhan bahwa masing-masing berkat yang kami menerima di dalam kehidupan kami itu seluruh berasal dari padaMu saja ya Bapa. Tak lupa kami juga berterima kasih atas Firman yang sudah Kau menambahkan kepada kami. Kiranya Firman yang sudah kami dengarkan tadi sanggup jadi kekuatan dan sanggup jadi rema di dalam kehidupan kami yang sanggup menerangi masing-masing langkah hidup kami. Firman yang sudah kami dengarkan tadi sudah mengingatkan dan berikan salam kami sehingga kami sanggup terus bersyukur dan meminta kepadaMu. Apa yang kami alami di dalam hidup kami bukan kebetulan namun seluruh atas seijinMu ya Bapa. Bapa di Surga, tadi pun kami sudah menambahkan sedikit berasal dari apa yang kami punya. Kiranya Engkau memberkati tangan-tangan yang sudah berikan menurut kerelaan hati kami. Kiranya Engkau memberkati persembahan ini sehingga persembahan ini sanggup menggembirakan hatiMu dan sanggup gerejaMu ini memakai untuk memperluas kerajaanMu di tempat ini. Ya Bapa inilah doa yang kami naikkan kepadaMu yang kami alaskan hanya di di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
2. Doa persembahan Ibadah Raya di Gereja 2
Ya Bapa menerima kasih atas segala berkat dan kasihMu yang sudah Engkau nyatakan bagi jemaatMu di tempat ini. Terima kasih atas Firman yang sudah Kau menambahkan kepada kami melalui pewartaan hambaMu. Kiranya Firman yang sudah kami dengardapat kami renungkan di dalam kehidupan kami. Kiranya FirmanMu ini juga sanggup menerangi masing-masing langkah kehidupan kami. FirmanMu juga sudah menambahkan kekuatan kepada kami jemaatMu di tempat ini. Tak lupa kami juga inginkan berdoa bagi hambaMu di temapat ini. Kiranya Engkau memakai Dia seturut bersama dengan bersama dengan kehendakMu. Sertai ia dimanapun ia berada. Bapa yang bertahta di di dalam Kerajaan Surga, tak lupa kami juga bedoa bagi persembahan yang baru kami menambahkan demi kemuliaan dan hormat namaMu. Kiranya persembahan yang sudah kami menambahkan ini sanggup menggembirakan hatiMu dan sanggup jadi persembahan yang harum bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Berkati jemaatMu di tempat ini yang sudah memeberikan apa yang mereka mempunyai bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Kiranya Engkau melimpahkan berkatMu atas jemaat di tempat ini. Ya Bapa, berkati persembahan ini kiranya persembahan ini sanggup kami memakai untuk tunjukkan kuasaMu di tempat ini. Kiranya persembahan yang sudah kami menambahkan juga sanggup jadi alat untuk memperluas kerajaanMu. Terima kasih Tuhan Yesus, kami sudah berdoa dan mengucap syukur. Amin.
3. Doa persembahan Sekolah Minggu
Tuhan Yesus menerima kasih atas penyertaanMu yang tak henti-hentinya Engkau curahkan bagi kami. Tadi kami sudah menambahkan persembahan, kiranya Engkau memberkati persembahan yang kami menambahkan kepadaMu. Curahkanlah berkatMu kepada kami seluruh sehingga kiranya kami sanggup terus merasakan kasihMu kepada kami. Kiranya persembahan yang sudah kami menambahkan juga sanggup menggembirakan hatiMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan mengucap syukur. Amin.
4.  Doa persembahan di Ibadah Pemuda Remaja
Bapa yang kami sembah, menerima kasih atas penyertaan yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami. Kami mengetahui ya Bapa bahwa kami sanggup berkumpul di tempat ini bukan sebab kuat dan hebat kami melainkan seluruh ini atas penyertaanMu kepada kami semua. Ya Bapa kami juga mengucap syukuratas Firman yang sudah Kau menambahkan kepada kami melalui hambanya. Kiranya apa yang sudah kami dengar sanggup kami renungkan di dalam kehidupan kami. Tadi kami juga sudah menambahkan persembahan kiranya apa yang kami menambahkan sanggup jadi persembahan yang harum bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.
5. Doa persembahan di Ibadah Rumah Tangga
Bapa yang bertahta di di dalam Kerajaan Surga, ynag kami sembah di dalam nama anakMu Tuhan kami Yesus Kristus, menerima kasih atas masing-masing penyertaan dan berkat yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami. Pada saat ini kami dapardatang ke hadiratMu bukan sebab kuat dan hebat kami melainkan itu seluruh sebab berkat dan penyertaanMu. Terima kasih kami ucapkan kepadaMu Bapa atas FirmanMu yang sudah kami dengar melalui hambaMu di tempat ini. Kiranya Firman yang sudah kami dengardapat jadi kekuatan dan terang bagi masing-masing langkah hidup kami. Kami mengetahui ya Bapa dapat segala keterbatasan yang kami miliki. Oleh sebab itu kiranya kasihMu terus tercurah bagi kami semua. Ya Bapa, kami juga sudah menambahkan yang paling baik bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Kiranya persembahan yang kami menambahkan sanggup senang di hadapanMu dan sanggup jadi persembahan yang menggembirakan hatiMu. Kiranya persembahan ini juga sanggup jadi berkat bagi jemaatMu di tempat ini. Kiranya persembahan ini sanggup kami memakai bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan mengucap syukur. Amin.
6. Doa persembahan di Ibadah Kaum Wanita
Tuhan Yesus menerima kasih atas berkat yang tak henti-hentinya kau curahkan kepada kami anakMu di tempat ini. Tadi kami sudah menambahkan yang paling baik bagi hormatdan kemuliaan namaMu. Kiranya persembahan yang kami menambahkan sanggup jadi persembahan yang harum dan senang di hadapanMu. Ya Bapa kiranya persembahan yang sudah kami menambahkan ini juga sanggup kami memakai bagi hormat dan kemuliaan namaMu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.
7. Doa persembahan di Ibadah Kaum Pria
Bapa menerima kasih atas masing-masing berkat yang sudah Kau limpahkan kepada kami semua. Terima kasih atas masing-masing nafas kehidupan yang masih kau menambahkan bagi kami. Ya Bapa kami sudah menambahkan apa yang kami mempunyai demi hormat dan kemuliaan namaMu. Kiranya apa yang sudah kami menambahkan Engkau berkati. Kiranya juga persembahan ini sanggup kami memakai bagi hormat dan kemuliaan namaMu di tempat ini. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.
8. Doa persembahan di Ibadah Persekutuan Mahasiswa Kristen
Tuhan Yesus menerima kasih atas Firman yang sudah Kau menambahkan kepada kami. Terima kasih juga atas berkat yang terus kau limpahkan kepada kami seluruh sehingga sampai hari ini kami sanggup terus merasakan kasih yang Kau curahkan kepada kami. Ya Bapa, kami sudah menambahkan beberapa yang kami punya. Kiranya apa yang kami anak-anakMu ini menambahkan sanggup jadi berkat bagi persekutuanMu di tempat ini. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan mengucap syukur. Amin.
Demikianlah misal doa persembahan. Kiranya doa persembahan selanjutnya sanggup jadi referensi bagi kami semua. Jangan jadikan doa selanjutnya patokan di dalam berdoa. Ketika berdoa, janganlah kami menghafalkan apa yang sudah kami buat atau kami pelajari karen adoa merupakan wujud ucapan syukurkita kepa Tuhan berasal dari hati kami yang paling dalam.
Ketika berdoa, tenangkanlah hati dan pikiran, mintalah bimbingan Tuhan dan juga doakan apa yang inginkan didoakan. Sikap di dalam berdoa juga terlampau penting. Janganlah kami berdoa bersama dengan bersama dengan tujuan sehingga dicermati oleh orang lain sehingga kami lupa apa aryi sesungguhnya dai berdoa. Namun berdoalah sebab kami inginkan berkomunikasi bersama dengan bersama dengan Allah.
Perhatikan pula doa yang inginkan kami sampaikan kepadaNya. Janganlah bertele-tele dan menganggap doa yang panjang adalah doa yang dapat di dengar. Tuhan tentu dapat mendengarsetiap doa yang umatNya panjatkan. Jadi jangan lupa untuk terus berdoa dan mengucap syukur kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Minggu, 04 April 2021

CONTOH DOA SYAFAAT Gereja dan Rumah Tangga Singkat


Doa Syafaat
Doa merupakan wujud komunikasi kita kepada Bapa di Sorga. Dengan berdoa kita sanggup berbicara bersama dengan Tuhan seperti seorang anak yang berbicara kepada bapanya. Dengan berdoa juga kita sanggup mencurahkan segala isi hati dan permohonan kita kepadaNya. Ketika kita berdoa bersama dengan sungguh-sungguh, maka Ia bakal menambahkan yang terbaik bagi kita. Tuhan tidak menghendaki doa yang panjang dan bertele-tele. Seringkali doa disalah artikan oleh lebih dari satu orang di mana lebih dari satu orang beranggapan bahwa tambah panjang doa yang dinaikkan kepada Tuhan maka Tuhan bakal mendengarnya.
CONTOH DOA SYAFAAT
Bapa di Sorga tidak buta dan tidak tuli, saat kita berdoa bersama dengan nyata-nyata kepadaNya maka Tuhan bakal mendengarkannya. Janganlah berdoa hanya menghendaki dilihat dan dikenal orang agar orang lain berasumsi  kita pandai berdoa, tetapi jadikanlah doa itu sebagai wujud komunikasi dan jalinan spesial kita bersama dengan Allah.
Lalu apakah itu doa syafaat?
Doa syafaat merupakan doa yang diucapkan untuk orang lain sanggup untuk kesibukan di Gereja, bangsa dan negara ataupun untuk kehidupan sehari-hari. Dalam doa syafaat biasanya tersedia lebih dari satu topik yang didoakan dan biasanya ditutup bersama dengan Doa Bapa Kami. Ketika memulai doa, pastikan kita mengucap syukur khususnya dahulu kepada Tuhan, memuji dan memuliakan namanya, mengakui segala dosa dan kesalahn kita baru mengajukan permohonan yang kita doakan. Isi dari doa syafaat terbesut sanggup diatur bersama dengan cara bertahap dan tidak terburu-buru. Biasanya doa syafaat kerap kita dengar pada Ibadah Raya di Gereja, Ibadah Rumah Tangga, Ibadah Pemuda, Ibadah Kaum Wanita, Ibadah Kaum Pria dan Ibadah Sekolah Minggu. Isi dari doa syafaat pun tidak mirip tergantung dari konteks dan di mana kita berdoa syafaat agar mengatur kedaan yang ada.
Cara berdoa syafaat yang baik dan benar yaitu menyiapkan topik doa yang bakal dibawakan di dalam doa syafaat, merendahkan diri di hadapan Tuhan, menambah satu atau dua lagu pujian sebagai ungkapan syukur kepada Allah, berdoa bersama dengan nyata-nyata kepadaNya serta mengakhirinya bersama dengan doa syukur dan menyempurnakan doa syafaat yang udah dinaikkan bersama dengan Doa Bapa Kami.
Berikut ini merupakan contoh-contoh doa syafaat.
1. Doa Syafaat Ibadah Raya di Gereja
Bapa yang bertahta di di dalam Kerajaan Sorga, menerima kasih atas penyertaanMu pada hari ini agar kita sanggup tersedia di GerejaMu untuk memuji dan memuliakan namaMu. Kami tersedia di tempat ini bukan karena kuat dan hebat kami, tetapi itu seluruh karena berkat kasihMu kepada kami. Pada kesempatan pagi hari ini, kita menghendaki berdoa bagi jemaatMu di tempat ini yang tengah mengalami sakit atau pemulihan. Kiranya Engkau sertai mereka di mana pun mereka berada. Berikanlah mereka kesembuhan agar mereka sanggup berkumpul lagi di tempat ini bersama dengan bersama dengan kita untuk memuji dan memuliakan namaMu. Tak lupa kita juga berdoa bagi saudara kita yang tengah berulang tahun atau lagi tahun pernikahan. Kiranya Engkau sajalah yang menyertai mereka di umur baru mereka. Sertai mereka dan jadikanlah mereka spesial yang khawatir bakal Engkau dan tetap memuji dan memuliakan namaMu. Pakai mereka seturut bersama dengan kehendakMu saja ya Bapa.
Bapa di Sorga, kita juga menghendaki berdoa bagi layanan gerejaMu di tempat ini. Kiranya Engkau sertai tiap tiap kesibukan yang kita rencanakan, kiranya Engkau lancarkan an sertai. Kiranya tiap tiap apa yang kita melaksanakan di tempat ini sanggup mengasyikkan hatiMu dan menjadi berkat bagi sesama. Kiranya juga Engkau sertai warga kira-kira di tempat ini agar kiranya mereka sanggup tetap membantu tiap tiap kesibukan yang kita lakukan. Kami juga berdoa bagi para pelayanMu di tempat ini. Kiranya mereka sanggup melayani Engkau bersama dengan kesungguhan hati dan bukan karena paksaan. Biarlah apa yang mereka melaksanakan sanggup mengasyikkan hatiMu dan sanggup menjadi persembahan yang harum bagi hormat dan kemuliaan namaMu.
Tidak lupa juga Tuhan, kita berdoa bagi jemaatmu yang tersedia di tempat ini. Kiranya Kau menambahkan kasih dan penyertaanMu senantiasa kepada kita semua. Berkati keluarga, pekerjaan apalagi pendidikan yang tengah kita tempuh. Bagi jemaat kita yang butuh pekerjaan atau yang seang merindukan pasangan hidup, kiranya Engkau saja yang sertai dan berikan karena Engkau memahami apa yang kita butuhkan.
Kiranya Engkau juga memberkati bangsa dan negara ini. Engkau memberkati pemerintahannya merasa dari yang tertinggi hingga yang paling rendah kiranya kuasaMu nyata di tengah-tengah pemimpin yang memimpin bangsa dan negara ini. Kiranya juga Engkau menambahkan kedamaian dan keamanan kepada bangsa dan negara kami.
Ya Bapa, memang tetap banyak doa dan permohonan yang menghendaki kita panjatkan kepadaMu. Namun kita tahu, Engkau khususnya dahulu memahami apa yang menghendaki kita sampaikan dan apa yang kita perlukan. Doa yang tetap jauh dari tidak cukup sempurna ini kita alaskan hanya di di dalam namaMu saja. Dalam nama Tuhan Yesus kita udah berdoa dan mengucap syukur, Amin.(Doa syafaat ini sanggup pula diakhiri bersama dengan Doa Bapa Kami).
2 Doa Syafaat Ibadah Rumah Tangga
Ya Bapa, menerima kasih atas penyertaanMu yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kita agar pada kesempatan sore hari ini kita sanggup berkumpul di tempat ini untuk memuji dan memuliakan namaMu. Kami memahami ya Bapa, kita sanggup berkumpul di sini bukan karna kuat dan hebat kita tetapi ini seluruh karena penyertaanMu yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada kami. Terima kasih ya Bapa ata Firman yang udah kita baca, kiranya Firman seterusnya sanggup kita renungkan dan sanggup menjadi terang di dalam tiap tiap cara hidup kami. Kami memahami bakal tiap tiap kelemahan kita ya Bapa, oleh karena itu kiranya Engkau senantiasa menyertai kita dimanapun kita berada.
Pada kesempatan kali ini, kita menghendaki berdoa bagi keluarga di tempat ini. Kiranya Engkau yang senantiasa menyertai keluarga di tempat ini. Berkati suami, istri dan anak-anaknya. Berkati pekerjaan maupun pendidikan yang tengah di tempuh. Kiranya Engkau Mengenakan keluarga di tempat ini seturut bersama dengan kehendakMu. Kiranya kuasaMu nyata di tempat ini.
Kami juga berdoa bagi seluruh jemaatMu yang tersedia pada kesempatan sore hari ini maupun yang belum sanggup hadir. Kiranya Engkau juga turut memberkati suami, istri beserta anak-anaknya. Berkati juga perkerjaan dan pendidikan yang tengah ditempuh. Kami adalah makhluk yang lemah. Kami memahami ya Bapa bahwa kita tidak sanggup hidup tanpa Engkau.Oleh karena itu ya Bpa, kiranya Engkau menyertai keluarga di tempat ini. Bentuk keluarga di tempat ini seturut bersama dengan kehendakMu. Kiranya kita sanggup tetap merasakan kasih dan penyertaanMu yang nyata di dalam kehidupan kita dan keluarga kami.
Sebentar kita bakal pulang ke tempat kita tiap-tiap ya Bapa, kiranya Engkau sertai tiap tiap kesibukan yang bakal anda melaksanakan sehabis pulang dari tempat ini. Ya Bapa, inilah doa dan ucapan syukur yang kita panjatkan kepadaMu. Kami memahami ya Bapa, Engkau udah menggetahui khususnya dahulu doa yang menghendaki kita sampaikan kepadaMu. Doa ini kita naikkan hanya di di dalam namaMu Tuhan kita Yesus Kristus. Amin. (Doa syafaat ini juga sanggup diakhiri bersama dengan doa Bapa Kami).
Demikianlah misal doa syafaat Ibadah Raya di Gereja serta doa syafaat Ibadah Rumah Tangga. Kiranya misal doa syafaat ini sanggup menjadi referensi bagi kita semua. Namun perlu diingat, sebelum saat saat berdoa mintalah hikmat dari Tuhan. Jangan terpaku kepada teks yang udah dibuat atau dipelajari karena doa merupakan wujud ucapan syukur dan curahan isi hati kita kepada Tuhan agar doa bukanlah suatu perihal yang perlu dihafal tetapi doa merupakan suatu perihal yang harusnya mengalir begitu saja. Tuhan Yesus memberkati.

Read More