Jumat, 19 Februari 2021

Renungan Hati Kristen Penuh Makna


Renungan 1
Jangan Pernah Lupakan Penyertaan Tuhan di didalam Hidupmu
Bacaan: Ulangan 8:1-20
"Ingatlah kepada semua perjalanan yang kaulakukan atas kemauan TUHAN, Allahmu, di padang gurun sepanjang empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang tersedia di didalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang terhadap perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, melepaskan engkau lapar dan berikan engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang terhitung tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membawa dampak engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan berasal berasal dari roti saja, tetapi manusia hidup berasal berasal dari segala yang diucapkan TUHAN."
Ulangan 8:2-3
Kehidupan yang kita jalani di dunia ini berbeda-beda supaya terhadap yang satu dengan yang lainnya punyai kehidupan yang berbeda. Dalam hidup ini, tidak selamanya kebahagiaan yang kita dapatkan. Namun tersedia kalanya perasaan sedih terhitung Tuhan ijinkan untuk datang di didalam kehidupan kita. Tawa dan tangis, perasaan sedih dan kebahagiaan, puas dan duka, khususnya kehilangan pun Tuhan ijinkan tersedia untuk mewarnai kehidupan kita.
Coba bayangkan jika semua orang di dunia ini selamanya bahagia, bagaimana ia bisa lihat kuasa Tuhan di didalam hidupnya? Ketika kehidupan seorang manusia berada di atas, kekayaan, keluarga yan baik, jabatan yang tinggi seringkali manusia menyombongkan diri dan melepaskan Tuhan. Manusia jadi percaya bisa kebolehan dirinya sendiri dan seringkali lupa jika semua yang dimiliki adalah berasal berasal dari Tuhan dan gara-gara Tuhan menyertai hidupnya. Namun, saat seorang manusia berada di bawah, kehilangan kekayaan, kehilangan pekerjaan, keluarga berantakan, khususnya untuk makan dan minum pun sulit, apa yang bisa dilaksanakan oleh manusia saat keadaannya seperti itu? Manusia jadi kecewa dan menyalahkan situasi khususnya menyalahkan Tuhan atas tiap tiap apa yang berlangsung di didalam hidupnya.
Pernah tidak kita merenungkan penyertaan Tuhan di didalam hidup kita? Jika belum, marilah kita rendahkan diri kita dan merenungkan segala kebaikan dan penyertaan Tuhan di didalam hidup kita. Jika terhadap saat ini kita berada di didalam situasi tertekan dan terpuruk, jadi telah kehilangan semua nya dan jadi ditinggalkan oleh orang yang dikasihi tetaplah ingat bisa kebaikan Tuhan dan penyertaan Tuhan. Bukankah nafas kehidupan dan kesehatan merupakan berkat berasal berasal dari Tuhan? Semua itu diijinkan berlangsung di didalam kehidupan kita gara-gara Ia idamkan lihat apakah iman kita selamanya berpegang teguh padaNya dan kita selamanya berserah kepadaNya.
Dalam Ulangan 8:6 dikatakan demikian "Oleh gara-gara itu haruslah engkau berpegang terhadap perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalur yang ditunjukkan-Nya dan dengan khawatir bisa Dia." Jika gara-gara persoalan hidup yang tengah kita alami kita malah meninggalkan Tuhan dan tidak berserah kepadaNya bagaimana Ia bisa menunjang kita?
Untuk bisa hingga ke tanah yang dijanjikan Tuhan, bangsa Israel harus melalui padang gurun empat puluh tahun lamanya. Namun sepanjang empat puluh tahun itu, Tuhan tak dulu sedetik pun meninggalkan mereka. Pada siang hari Tuhan memelihara mereka dengan tiang awan dan terhadap malam hari Tuhan memelihara mereka dengan tiang api.
Namun, apa yang dilaksanakan oleh bangsa Israel?
Bangsa Israel sering bersungut-sungut di hadapan Tuhan. Ketika mereka lapar dan haus mereka justru tidak memohon kepada Tuhan tetapi mereka justru berkata bahwa mereka lebih baik di Mesir.
Sikap bangsa Israel yang seperti itu sering kali kita alami di didalam kehidupan ini. Ketika kehidupan yang kita alami tidak cocok dengan apa yang kita inginkan, saat Tuhan belum mengabulkan doa kita, saat duka cita Tuhan ijinkan tersedia di didalam kehidupan kita, sering kali kita bersungut-sungut tanpa mengetahui Tuhan selamanya menyertai kita dan apa yang kita alami di didalam kehidupan ini merupakan suatu sistem hidup supaya kita mendapatkan kebahagiaan yang sejati yang berasal berasal berasal dari padaNya.
Berikut ini adalah hal-hal yang bisa kita pelajari berasal berasal dari ayat yang telah kita baca:
1. Tuhan selamanya menyertai anak-anakNya di didalam segala hal
Sama halnya sepeti Tuhan menyertai bangsa Israel empat puluh tahun lamanya untuk melalui padang gurun, Ia pun bisa selamanya menyertai kita tiap tiap hari dan tiap tiap detik di didalam kehidupan kita. Ketika kita mengalami ada problem dan memohon bantuanNya, tentu Ia bisa menunjang kita dengan caraNya. Namun gara-gara kita yang sering kali tidak sabar di didalam menunggu pertolongan Tuhan, maka sering sekali kita mengandalkan kebolehan diri sendiri khususnya mengandalkan orang lain. Namun, tanpa disadari tersedia tangan Tuhan terhitung yang selamanya menyertai kita. Ketika Ia mengijinkan segala sesuatu berlangsung di didalam hidup kita, Tuhan idamkan kita mengetahui penyertaanNya dan kehadiranNya di didalam kehidupan kita.
2. Apa yang kita punyai terhadap saat ini adalah pertolongan berasal berasal dari Tuhan
Sebagai manusia, kadang waktu kita jadi sombong saat apa yang kita punyai melebihi orang lain. Terkadang kita sering kali lupa bahwa apa yang kita punyai adalah pertolongan berasal berasal dari Allah. Dalam Ulangan 8:11 Allah telah memperingatkan kita demikian "Hati-hatilah, supaya jangan engkau melepaskan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang terhadap perintah, ketentuan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu terhadap hari ini;" Oleh gara-gara itu, janganlah kita melepaskan Tuhan saat kita jadi telah berkecukupan. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kita punyai adalah milikNya.
3. Selalu andalkan Tuhan tiap tiap saat
Apakah benar manusia bisa mengandalkan Tuhan saat semua yang dimilikinya telah habis dan saat semua orang telah meninggalkannya? Ya, itulah manusia. Terkadang saat kita jadi ada problem hadapi sesuatu kita justru mengandalkan Tuhan. Dan saat kita tidak merasakan ada problem dan hanya kesenangan yang kita rasakan, kita justru melepaskan Tuhan. Yang Tuhan idamkan adalah kita selamanya mengandalkannya di didalam situasi dan situasi apa pun. Baik puas maupun duka yang kita alami, kita harus mengandalkannya. Jangan menunggu semuanya hilang baru kita mengandalkanNya. Namun, andalkanlah Tuhan di didalam tiap tiap kehidupan kita.
Jika terhadap saat ini kita hidup serba berkecukupan dan segala perihal baik tengah kita alami di didalam kehidupan ini, janganlah kita jadi tinggi hati dan melepaskan Tuhan. Janganlah kita berkata bahwa apa yang kita punyai terhadap saat ini merupakan hasil kebolehan dan jerih payah diri kita sendiri.
 "Maka janganlah kaukatakan di didalam hatimu: Kekuasaanku dan kebolehan tangankulah yang membawa dampak aku mendapatkan kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, gara-gara Dialah yang memberi tambahan kepadamu kebolehan untuk mendapatkan kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti saat ini ini." Ulangan 8:17-18.
Perlu diingat, segala kekayaan yang kita punyai adalah punyai Tuhan dan bisa kembali kembali kepada Tuhan. Sebab, saat kita telah tiada, kita tidak bisa bisa membawa apa pun berasal berasal dari dunia ini. Yang bisa kita bawa ke hadapanNya adalah segala kelakuan kita semasa hidup. Perbuatan baik dan kelakuan jahat yang telah kita perbuat harus kita pertanggung jawabkan ke hadapanNya.
Kita tidak bisa dulu mengetahui apa yang bisa berlangsung kepada hidup kita besok. Kita tidak bisa mengetahui apa yang bisa berlangsung terhadap kita 5 menit yang bisa datang, 30 menit yang bisa singgah khususnya 1 jam yang bisa datang. Kita tidak mengetahui apakah kebahagiaan atau perasaan sedih yang bisa kita rasakan. Namun, segala yang berlangsung di didalam kehidupan kita adalah atas seiijinNya dan apa pun yang harus kita lalui dan apa pun yang kita peroleh itu merupakan kemauan Tuhan.
Dalam Pelengkap Kidung Jemaat No. 241
"Tak 'Ku Tahu 'kan Hari Esok" bait yang pertama bisa kita nyanyikan demikianlah
Tak ‘ku mengetahui ‘kan hari esok, tetapi langkahku tegap
Bukan surya kuharapkan, kar’na surya ‘kan lenyap.
O ga tersedia ‘ku gelisah, bisa masa menjelang; ‘ku berlangsung dan terhitung Yesus. Maka hatiku tenang.
Banyak perihal tak kufahami di didalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini: Tangan Tuhan yang pegang.
Dalam lirik lagu selanjutnya dikatakan bahwa kita tidak bisa dulu mengetahui bisa hari esok seperti apa, tetapi yang kita mengetahui bahwa kita selamanya berlangsung dan terhitung Yesus dan Tuhan selamanya memegang tangan kita. Oleh gara-gara itu, untuk apa saat ini kita bangga dan sombong atas apa yang kita miliki? Untuk apa kita bersedih jika situasi kita terhadap saat ini tidak cocok dengan kemauan kita? Harus kita ketahui, apa pun yang berlangsung di didalam kehidupan kita, telah Tuhan atur dan Tuhan selamanya menyertai kita. Oleh gara-gara itu, di didalam segala situasi kita harus selamanya berserah kepadaNya. Kita harus menguatkan dan meneguhkan iman kita supaya kita tidak meninggalkanNya. Janganlah gara-gara sedikut persoalan atau sedikut kebahagiaan kuta justru melepaskan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan tidak dulu tidur. Ia selamanya lihat hati anak-anakNya. Kiranya apa pun yang berlangsung di didalam kehidupan kita, kita selamanya ingat dan tidak melepaskan penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HATI
RENUNGAN HATI
Renungan 2
Seorang Pemimpin Sejati
Bacaan: Kejadian 41:37-46
"Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh gara-gara Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah tersedia orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah jadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu semua rakyatku bisa taat; hanya takhta inilah kelebihanku berasal berasal dari padamu."
Kejadian 41:39-40
Pasti tidak sedikit keliru satu kita yang idamkan jadi seorang pemimpin tetapi belum bisa memimpin dirinya sendiri khususnya orang lain. Atau tersedia pula keliru satu kita yang telah jadi pemimpin tetapi belum jadi pemimpin yang cocok dengan kemauan Allah.
Kepemimpinan yang benar adalah sesaui dengan Firman Allah. Lalu apa itu pemimpin?
Pemimpin adalah orang yang memberi tambahan teladan. Kita bisa mengikuti Yusuf sebagai pemimpin yang mau di hadapanNya. Kita mengetahui bahwa Yusuf merupakan orang simpel tetapi bisa jadi penguasa di Mesir atas penyertaan Tuhan. Apa yang berlangsung di didalam kehidupan Yusuf telah Tuhan kehendaki supaya Yusuf bisa jadi seorang penguasa di Mesir terhadap usianya yang selamanya muda. Ia tidak hanya bisa memimpin dirinya sendiri tetapi ia terhitung bisa memimpin orang lain. Berikut ini merupakan kualifikasi seorang pemimpin sejati.
Harus punyai visi yang jelas.
Tanpa sebuah visi, kita tidak bisa menentukan arah kehidupan kita. Fungsi visi adalah supaya kita mengetahui arah, kuat dan terhitung tahan uji, punyai keberanian untuk bertindak, dan terhitung mendapatkan kepuasan dan kemenangan.
Visi Yusuf terlihat saat ia bermimpi bahwa ayah, ibu dan terhitung saudara-saudaranya sujud menyembah kepadaNya. Pertanyaan bagi kita saat ini yaitu, saat kita jadi orang percaya apa yang mestinya jadi visi kita? Ketika kita punyai sebuah visi mestinya visi Yesus terhitung masuk ke di didalam visi kita yaitu untuk melacak dan menyelamatkan yang hilang.
1. Bijak dan berhikmat (takut bisa Tuhan)
Takut bisa Tuhan merupakan uraian pemimpin sejati. Ketika seorang pemimpin punyai sikap khawatir bisa Tuhan maka ia bisa jadi pemimpin yang bijak dan berhikmat gara-gara apa yang dilakukannya mirip seperti apa yang Tuhan kehendaki. Berikut ini merupakan uraian pemimpin yang khawatir bisa Tuhan.
2. Memiliki integritas, di awali berasal berasal dari hati
Integritas merupakan perihal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Integritas harus di awali berasal berasal dari hati dan bisa terlihat melalui tindakan kita. Pemimpin yang berintegritas bisa bisa memimpin dengan bijak.
a. Tidak ikut bergosip
Banyak berasal berasal dari terhadap kita jatuh gara-gara bergosip. Bergosip adalah sesuatu yang tidak baik gara-gara bergosip hanya bisa membawa dampak kita menceritakan kejelekan atau keburukan orang lain yang belum tentu benar adanya. Oleh gara-gara itu, jika kita idamkan jadi seorang pemimpin, kita harus menjauhkan rutinitas bergosip ini.
b. Tidak menyakiti orang lain
Seorang pemimpin yang khawatir bisa Tuhan tidak bisa menyakiti orang lain baik gara-gara sikap atau perkataan. Seseorang yang khawatir bisa Tuhan tentu tidak bisa asal jalankan tindakan dan berbicara.
c. Berani menentang jika tersedia yang salah
Salah satu perihal yang paling ditakuti oleh seseorang adalah menentang jika tersedia orang lain yang berbuat salah. Kalau jika itu sebetulnya salah, telah tugas kita untuk membernarkan supaya orang selanjutnya tidak jatuh kembali ke di didalam kekeliruan yang sama. Bukankah kita sebagai sesama manusia harus saling mengingatkan dan memperingatkan?
d. Menghargai orang yang berlangsung di didalam kebenaran
Ketika seseorang berlangsung di didalam kebenaran dan tidak mengikuti hal-hal yang tidak mau di hadapan Tuhan, perihal yang harus kita jalankan adalah menghargainya. Jangan malah kita men-judge orang selanjutnya dengan kalimat yang menyakiti seperti “sok suci” atau “sok benar” gara-gara tidak semua orang bisa berlangsung di didalam kebenaran.
e. Menepati janji kendati harus berkorban
Kita semua tentu punyai janji. Namun, seseorang yang khawatir bisa Tuhan sajalah yang bisa menepati janji itu walupun harus berkorban.
f. Tidak mementingkan diri sendiri
Salah satu perihal yang bisa membawa dampak seorang pemimpin jatuh adalah gara-gara ia amat mementingkan dirinya sendiri. Sebagai seorang pemimpin yang khawatir bisa Tuhan, haruslah kita terhitung mementingkan keperluan orang lain. Ketika kita mau mementingkan orang lain maka kita telah jadi seorang pemimpin yang khawatir bisa Tuhan.
g. Tidak berfokus terhadap kedudukan
Banyak orang yang idamkan kedudukan yang tinggi, supaya banyak yang bersusah payah untuk mengejar kedudukan selanjutnya supaya menghalalkan segala cara. Jika kita jadi seorang pemimpin yang khawatir bisa Tuhan, kita tidak boleh berfokus terhadap kedudukan, tetapi kita harus berfokus terhadap Tuhan.
h. Melayani dengan kasih
Kasih merupakan sesuatu perihal yang sering dilupakan oleh seorang pemimpin. Padahal tanpa kasih service yang kita jalankan tidak bisa menghasilkan apa-apa. Kasih harus dijadikan basic untuk melayani Tuhan. Sebab kasih adalah yang paling besar
Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang punyai visi yang mengetahui dan khawatir bisa Tuhan. Pada saat ini banyak pemimpin yang lebih menekankan kharisma berasal berasal dari terhadap karakter. Memang pemimpin yang berkharisma bisa membawa seseorang ke puncak dan bisa disegani oleh banyak orang. Namun, pembawaan yang bisa membawa dampak seseorang bisa bertahan. Oleh gara-gara itu, saat kita idamkan jadi seorang pemimpin mintalah hikmat dan kebijaksanaan berasal berasal dari Tuhan. Tapi sebelum saat saat kita bisa memimpin orang lain, kita harus bisa memimpin diri kita sendiri khususnya dahulu. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Selasa, 16 Februari 2021

KHOTBAH NATAL mengenai makna dan keindahan dalam terang


Bahan Khotbah Natal
GMP (Glory, Miracle and Present of Christmas)
Bacaan: 2 Korintus 5:11-21
“Jadi siapa yang tersedia di didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama udah berlalu, sebenarnya yang baru udah datang. Dan sepenuhnya ini berasal berasal dari Allah, yang dengan dengan perantaraan Kristus udah mendamaikan kami dengan dengan diri-Nya dan yang udah mempercayakan service pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan dengan diri-Nya oleh Kristus dengan dengan tidak pertimbangkan pellanggaran mereka. Ia udah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati anda dengan dengan perantaraan kami: didalam nama Kristus kami berharap kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa udah dibuat-Nya menjadi dosa sebab kita, agar didalam Dia kami dibenarkan oleh Allah.”
2 Korintus 5:17-21
KHOTBAH NATAL berkenaan makna dan keindahan didalam terang
Apa yang saudara menginginkan saat Natal udah tiba? Hadiah yang mahal ataukah suatu hal yang lebih berasal berasal dari cuman hadiah yang tidak bakal dulu dapat saudara dapatkan dimanapun di seluruh dunia ini? Natal merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu oleh orang percaya, tidak cuma ditempat ini lebih-lebih di daerah lain Natal menjadi moment yang paling ditunggu. Sebenarnya paa yang ditunggu saat Natal oleh kami semua? Apakah yang ditunggu cuma cuman hadiahnya, pakaian baru yang dapat dipakai atau justru kebersamaan dengan dengan keluarga? Seringkali kami tidak paham makna penting berasal berasal dari Natal itu sendiri. Natal merupakan hari di mana kami merayakan kelahiran Kristus di dunia ini. Acapkali moment indah Natal cuma berlangsung sepanjang satu atau dua hari dan kemudian hilang keesokan harinya. Natal yang adalah moment kedamaian dan sukacita seringkali dihancurkan oleh perselisihan sebab perbedaan pendapat. Sebagai manusia seringkali kami lupa bakal makna Natal tersebut.
Euforia Natal termasuk dapat kami rasakan jauh sebelum bakal berasal berasal dari bulan kelahiranNya. Pasti kami di daerah ini udah buat persiapan Natal berasal berasal dari jauh hari. Mulai berasal berasal dari urutan acara, persembahan pujian apa yang bakal ditampilkan, dekorasi Gereja dan pohon Natal dan termasuk dana yang perlu dikumpulkan. Dengan persiapan sepanjang itu, sebenarnya kami buat persiapan Natal untuk siapa? Apakah untuk Tuhan atau justru untuk manusia? Mulai berasal berasal dari anak sekolah minggu, pemuda remaja, kaum ibu, kaum papa lebih-lebih kaum lansia pun turut terkena pengaruh euforia Natal ini. Terlebih anak sekolah minggu yang benar-benar antusias buat persiapan tampilan terbaiknya untu perayaan Natal di Gereja.
Tahukah saudara jikalau kelahiran Yesus ke didalam dunia ini memiliki target penting dan sebenarnya perlu kami renungkan? Dalam Yohanes 3:16-18 bicara demikianlah “Karena begitu besar kasih Allah bakal dunia ini, agar Ia udah mengaruniakan Anak-nya yang tunggal, agar tiap-tiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan meraih hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke didalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak bakal dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia udah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya didalam Anak Tunggal Allah.” Dalam ayat yang baru saja kami baca, paham dikatakan bahwa kelahiran Yesus ke didalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan kami umat berdosa agar kami tidak binasa melainkan meraih hidup yang kekal. Tidak tersedia satupun manusia yang tidak berdosa.
Bahkan sejak berasal berasal dari didalam persentase pun kami udah berdosa. Manusia pertama kali jatuh ke didalam dosa selagi Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan dengan dengan memakan buah berasal berasal dari pohon kehidupan. Sejak selagi itu, pertalian manusia dengan dengan Allah menjadi rusak. Manusia jatuh ke didalam kegelapan dan menyingkirkan kasih dan termasuk kemuliaan yang udah Allah berikan. Namun, sebab Ia begitu mengasihi kita, maka Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal Tuhan kami Yesus Kristus ke didalam dunia ini untuk menyelamatkan kami berasal berasal dari maut. Ia adalah terangNya yang nyata dan ajaib. Karena Ia lahir ke didalam dunia ini, kami meraih pengharapan bakal keselamatan.
Apakah dengan dengan kelahiranNya ke didalam dunia ini, Ia termasuk lahir didalam hati kita? Bagaimana kami paham apakah Allah udah tersedia didalam hati kami atau belum? Ketika Allah udah tersedia didalam hati dan hidup kita, sebenarnya kami bakal meraih kedamaian dan sukacita. Hidup kami bakal dipenuhi oleh kasih dan penyertaanNya. Kita termasuk bakal hidup sebagai anak terang dengan dengan hidup seturut kehendakNya. Anak terang bukan bicara berkenaan tubuh kami yang dapat mengeluarkan cahaya seperti matahari. Tapi anak terang bicara berkenaan hidup dan kehidupan kami yang tidak lagi didalam kegelapan dan hidup kami dapat menjadi terang bagi orang lain. Mari kami buka Alkitab kami didalam Yohanes 1:4-9 “Dalam Dia tersedia hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bersinar di didalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia mampir sebagai saksi untuk berikan kesaksian berkenaan terang itu, agar oleh dia seluruh orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tapi ia perlu berikan kesaksian berkenaan terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiaporang, tengah mampir ke didalam dunia.” Ketika kami hidup sebagai anak terang, kami tidak segan untuk bercerita berkenaan terang itu. Kita termasuk tidak segan untuk berikan dan mengasihi sesama kita. Jika aku bicara seperti ini sebenarnya mudah, tapi didalam sebenarnya senantiasa banyak di antara kami yang belum dapat menjadi terang itu yang bermakna tidak menimbulkan Yesus unuk lahir termasuk di didalam hatinya.
Ya, Natal tidak perlu senantiasa bicara berkenaan kemewahan dan pernak perniknya yang bersinar dan berkilauan. Natal termasuk tidak perlu senantiasa bicara berkenaan seberapa mahal hadiah yang kami memberikan untuk sesama kami atau untuk Tuhan. Namun, Natal di sini bicara apakah Tuhan udah turut lahir didalam hati kami atau belum. Jika belum, apa yang membawa dampak saudara susah untuk mengundangnya lahir didalam hati dan hidup saudara? Kita sebagai orang yang percaya kepadaNya janganlah menjadi serupa dengan dengan dunia kita. Sebentar kami merayakan kelahiranNya tapi tidak lama kemudian kami lupa bakal makna yang terdapat atas kelahiranNya ke didalam dunia ini. Janganlah kami buat persiapan acara yang meriah ini untuk manusia tapi jadikanlah ini perayaan untuk Tuhan.
Pasti banyak di antara kami yang buat persiapan hari Natal ini. Mulai berasal berasal dari pakaian baru, sepatu baru, tas baru pokoknya sepenuhnya serba baru. Tapi sebenarnya seluruh itu untuk apa dan untuk siapa saudara lakukan? Tuhan tidak memandang apa yang kami pakai selagi kami mampir ke Gereja ini.Ia tidak memandang seberapa bagus baju, sepatu atau tas yang saudara kenakan. Yang Allah memandang adalah hati saudara. Apakah saudara yang tersedia di sini benar-benar mampir untuk memuji dan memuliakan namaNya. Mari kami memandang di luar sana. Masih banyak orang-orang yang perlu kasih dan pemberian kita.
Pernahkan saudara memandang sebuah lukisan yang berlatarkan sebuah Gereja di mana di dalamnya terdapat banyak orang yang mampir untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Orang-orang yang tersedia di didalam Gereja kenakan pakaian benar-benar indah. Tak lupa termasuk banyak kado yang dibungkus dengan dengan kertas warna-warni. Pohon Natal yang indah dan termasuk tinggi menjulang. Namun ternyata, di balik kaca jendela tersebut tersedia seorang anak kecil yang menatap ke didalam Gereja dengan dengan penuh senyuman. Pakaian yang dikenakan anak itu lusuh dan kotor. Badannya kurus dan tidak terawat. Jika saudara dulu memandang lukisan seperti ini, apa yang dapat saudara simpulkan? Ya, Natal yang saudara melakukan terhadap selagi ini senantiasa terpaku terhadap kemewahan agar orang lain menilai Natal yang dilaksanakan sukses dilaksanakan. Namun sebenarnya Natal yang sebenarnya adalah saat kami sudi berbagi dengan dengan sesama yang membutuhkan. Berbagi itu bukan perlu senantiasa bicara berkenaan materi, tapi berbagi itu dapat bicara berkenaan kasih. Ketika saudara memiliki kasih Tuhan, tentu saudara tidak segan untuk berbagi kebahagaiaan Natal yang tengah saudara rasakan. Saudara dapat saja berbagi materi, tapi berbagi yang dilandasi dengan dengan Kasih Tuhan sungguh tidak ternilai harganya. Akan banyak kebahagiaan dan sukacita saat saudara berbagi dengan dengan dilandaskan kasih Tuhan. Pada selagi ini marilah kami renungkan makna Natal apa yang sebenarnya saudara cari. Makna Natal yang sejati atau justru cuma makna Natal sesaat?
Natal sebenarnya merupakan hari yang benar-benar indah. Saudara yang tersedia terhadap selagi ini tentu merasakan termasuk bagaimana indahnya susasana Natal. Bisa berkumpul dengan dengan saudara, kerabat dan termasuk orang yang dikasihi tentu menjadi pengalaman yang tidak ternilai harganya yang tidak dapat dibeli dimanapun. KelahiranNya ke didalam dunia ini sebenarnya sungguh luar biasa. Selain untuk menyelamatkan kami orang yang berdosa, kelahiranNya ke didalam dunia ini termasuk membawa dampak kami meraih damai dan sukacita yang benar-benar miliki nilai didalam kehidupan kita. Ketika kami tidak dapat berkumpul dengan dengan orang yang kami kasihi terhadap hari Natal ini, apa yang bakal kami rasakan? Pasti bakal muncul perasaan sedih jikalau perlu merayakan hari kelahiranNya seorang diri saja. Namun, janganlah itu menjadi penghalang bagi kami untuk merasakan kasih dan sukacita Natal. Dalam tema khotbah Natal malam ini GMP (Glory, Miracle and Present of Christmas) apa sebenarnya yang berharap disampaikan? Mari kami memandang satu persatu.
Glory atau kemuliaan. Natal merupakan hari yang sungguh mulia di mana Tuhan tersedia didalam dunia ini. Ia lahir ke didalam dunia ini bukan tanpa tujuan. Ia lahir ke didalam dunia ini untuk menyelamatkan kami umatnya yang berdosa dan melepas kami berasal berasal dari maut. Karena Natal merupakan hari yang mulia, kami perlu benar-benar memaknai Natal yang sebenarnya didalam hidup kita. Jangan jadikan Natal sebagai suatu perayaan tahunan yang perlu kami rayakan. Namun, jadikan Natal sebagai seseuatu yang benar-benar istimewa bagi kita. Maknai makna Natal itu. Jika terhadap selagi ini kami belum dapat memaknai makna kelahiranNya didalam dunia ini kami tidak bakal dulu dapat merayakan hari kelahiranNya dengan dengan perasaan bahagia. Ini kalau saudara merayakan hari lagi th. teman yang tidak dekat dengan dengan saudara. Apa yang anda rasakan jikalau anda turut merayakan hari lagi th. teman yang tidak dekat dengan dengan anda? Pasti tersedia perasaan canggung atau perasaan tidak enak dan tidak benar-benar bahagia. Berbeda jikalau teman dekat saudara lagi tahun. Pasti saudara bakal beri tambahan hadiah yang paling baik untuk teman dekat saudara dan tentu saudara bakal turut berbahagia saat merayakannya. Demikian termasuk di hari Natal ini. Jika saudara tidak benar-benar mengenalNya, bagaimana saudara dapat turut senang merayakan hari kelahiranNya?

Miracle atau keajaiban. Bagi lebih berasal dari satu orang, Natal merupakan hari yang penuh keajaiban. Mengapa demikian? Ini sebab selagi hari Natal tiba, kami dapat berkumpul dengan dengan keluarga atau orang yang kami kasihi. Sesuatu yang dingin menjadi hangat. Hubungan yang udah rusak dapat dipulihkan. Namun, keajaiban Natal tidak cuma cuman itu saja. Ketika kami termasuk menimbulkan Tuhan untuk lahir di didalam hati dan hidup kita, keajaiban itu bakal malah terasa. Kita bakal terasa damai dan penuh sukacita. Berkat dan kasihNya bakal senantiasa melimpah didalam hidup saudara. Selain itu, kami termasuk dapat menjadi sebuah keajaiban bagi sesama kita. Ketika sesama kami sedih, kami dapat mampir untuk menghiburnya. Ketika sesama kami tengah lemah kami dapat mampir untuk menguatkannya. Keajaiban Natal tidak cuma cuman keajaiban yang Tuhan memberikan bagi kita, tapi keajaiban Natal termasuk suatu hal yang dapat kami memberikan bagi sesama kami lewat perkataan maupun tingkah laku yang kami melakukan bagi sesama. Menjadi pembawa keajaiban adalah suatu hal yang benar-benar susah untuk dilakukan. Namun bukan bermakna tidak mungkin. Pada hari ini, kami diajak untuk beri tambahan keajaiban bagi orang banyak. Kita diajak untuk menjadi terang dan menjadi pemberi keajaiban yang dapat menghapuskan perasaan sedih dan menguatkan orang yang lemah.

Present atau hadiah. Ya, Natal merupakan hadiah terbesar bagi kami berasal berasal dari Allah. Kelahiran Tuhan Yesus ke bumi ini merupakan bukti nyata berasal berasal dari hadiah yang Allah memberikan kepada kami agar kami dapat meraih keselamatan dan tidak jatuh ke didalam maut. Pertanyaan selanjutnya adalah, hadiah apa yang udah kami memberikan untuk Tuhan dan untuk sesama kita? Pasti kami seluruh kerap mendengar cerita berkenaan orang-orang Majus berasal berasal dari Timur yang mampir untuk menyongsong kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem. Yang mereka bawa adalah emas, kemeyan dan mur. Semua yang mereka bawa adalah suatu hal yang paling baik yang mereka punya. Apakah kami udah beri tambahan hadiah yang paling baik yang kami memiliki bagi Tuhan? Dengan hidup seturut dengan dengan kehendakNya dan menyerahkan seluruh hidup kami kepadaNya itu udah menjadi hadiah paling baik bagi Tuhan. Tuhan tidak perlu barang yang mewah dan mahal jikalau kami memberinya dengan dengan paksaan dan tidak tulus. Sebab yang senantiasa Tuhan memandang adalah hati kita. Ketika kami beri tambahan suatu hal dengan dengan tulus untuk Tuhan tentu Ia bakal beri tambahan yang baik termasuk untuk kita. Selain untuk Tuhan, kami termasuk dapat beri tambahan hadiah Natal kepada sesama. Tidak seperti Santa yang mampir terhadap malam hari lewat cerobong asap untuk beri tambahan hadiah kepada anak-anak, kami dapat beri tambahan hadiah itu kepada sesama tiap-tiap saat. Namun, saat kami berikan janganlah termasuk dengan dengan paksaan atau agar dicermati oleh orang lain bahwa kami adalah orang baik. Kita perlu berikan dengan dengan tulus.
Natal merupakan moment yang seringkali lebih-lebih tiap-tiap tahunnya ditunggu oleh orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. KelahiranNya ke didalam dunia ini bukan tanpa alasan. KelahiranNya ke didalam dunia ini untuk beri tambahan keselamatan dan termasuk damai, kasih dan termasuk sukacita Natal bagi kami semua. Namun, sudahkah Allah lahir didalam hati dan hidup kita? Marilah di hari Natal yang indah ini, kami renungkan makna kelahiranNya yang sebenarnya didalam hidup kami ittu seperti apa. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Sabtu, 13 Februari 2021

Pengertian dan Jenis Khotbah Dalam Kristen


Apa itu Khotbah dalam Kristen?
Khotbah merupakan tidak benar satu sarana untuk menginformasikan firman Tuhan kepada jemaat pada suatu Gereja atau persekutuan, sehingga khotbah itu sendiri jadi pusat dalam peribadahan umat Kristen. Khotbah yang disampaikan biasanya bakal sesuai bersama dengan topik dan materi yang sudah ditetapkan bersama dengan maksud khusus kepada orang banyak sesuai bersama dengan kondisi dan kondisi kala itu. Namun khotbah tidaklah mirip bersama dengan pidato ataupun ceramah, karena khotbah sebagai pemberitaan firman Tuhan didasarkan pada Alkitab, dan bukan pada pengalaman khusus manusia ataupun anggapan berasal dari manusia itu sendiri (bukan hasil kesimpulan subjektif si pengkhotbah). Khotbah adalah tidak benar satu wujud komunikasi satu arah karena jemaat tidak bisa segera merespon si pengkhotbah. Berkhotbah bukanlah suatu sistem untuk membawa dampak pendengar jadi ahli Alkitab melainkan untuk mengenalkan Allah melalui Firman yang bakal disampaikan.
PENGERTIAN KHOTBAH DALAM KRISTEN dan Jenisnya
Secara umum, sistematika khotbah bisa dibagi jadi tiga bagian yaitu pendahuluan, isikan dan penutup. Pendahuluan biasanya memuat latar belakang yang mempunyai jemaat menuju inti khotbah yang inginkan disampaikan bersama dengan mengutarakan sedikit permasalahan. Isi khotbah merupakan bagian sentral atau bagian utama dalam susunan khotbah. Di bagian isi, pengkhotbah bakal menyampaikan isikan Firman Tuhan yang tersedia dalam Alkitab. Pengkhotbah juga butuh kala lama untuk mempersiapkannya karena perlu melalui sistem penafsiran. Bagian paling akhir dalam sebuat khotbah yaitu penutup. Penutup biasanya memuat kesimpulan atau pesan berasal dari khotbah yang sudah disampaikan. Pada bagian ini, aplikasi atau penerapan dalam kehidupan yang jadi penekanan. Bagian penutup juga bisa diisi bersama dengan sebuah ilustrasi yang bisa membawa dampak jemaat lebih sadar isikan khotbah yang disampaikan..
Khotbah yang disampaikan oleh pengkhotbah biasanya mempunyai takaran arti dan pesan bagi orang yang mendengarnya. Pesan yang di informasikan itu di dalam bhs Yunani disebut Kerygma. Kerygma merupakan pesan berasal dari teks Alkitab yang sudah ditafsirkan sebelumnya. Di dalam berkhotbah juga tersedia hal-hal yang perlu dimengerti tidak benar satunya yaitu ilmu berkhotbah. Ilmu khotbah atau yang juga dikenal bersama dengan arti homiletika merupakan alat yang perlu dikuasai oleh seorang pengkhotbah. Di dalam penyusunan khotbah juga dibutuhkan sistem hermeneutik. Proses hermeneutik ini mendukung pengkhotbah dalam menafsir teks yang adalah dalam Alkitab sehingga kontekstual. Dalam homiletika, yang jadi basic dan acuan khotbah adalah pengakuan Allah di dalam diri Yesus Kristus sebagaimana disaksikan di dalam Kitab Suci. Dan Alkitab adalah cuma satu simber tertulis yang senantiasa tersedia mengenai Yesus Kristus. Sehingga Alkitablah yang jadi acuan untuk ber-khotbah.
Khotbah mempunyai manfaat yang berupa pendidikan, sosial, etis, dan politis. Dimana pengkhotbah bakal jadi pemimpin dalam ibadah dan bakal mewartakan Firman Tuhan dalam ibadah tersebut.
Ciri-ciri khotbah yang baik yaitu;
Ada pendalaman dan kesimpulan teks Alkitab yang bakal dikhotbahkan.

Isi khotbah mempunyai kaitan bersama dengan realitas masalah dan kebutuhan jemaat (sesuai bersama dengan kondisi yang banyak dihadapi oleh jemaat).

Berkhotbah bersama dengan baik dan benar bersama dengan berdoa dan meminta hikmat terutama dahulu kepada Allah.

Ada retorika (seni dan type penyampaian) sehingga jemaat tidak mengantuk dan senantiasa fokus untuk memperhatikan.

Ada kesatuan integritas pengkhotbah bersama dengan khotbahnya.

Khotbah yang disampaikan simple dan tidak bertele-tele.

Isi khotbah menarik tetapi senantiasa mempunyai takaran nilai-nilai dalam Alkitab.

Khotbah yang disampaikan terstruktur jadi berasal dari pendahuluan, isikan dan penutup.

Memiliki tujuan atau batasan kala dalam menyampaikan khotbah.
Di dalam suatu ibadah, khotbah dijadikan sebagai alat untuk mengajar dan mengajarkan jemaat bakal Firman Tuhan.
Tujuan berkhotbah itu sendiri yaitu;
1. Membawa jemaat mengenal Tuhan
Pada kala beribadah, Tuhan secara khusus bakal bicara melalui pengkhotbah melalui pewartaan Firman Tuhan yang disampaikan sehingga bisa mempunyai jemaat tambah lama dekat dan mengenalNya dan juga terkait padaNya.
2. Membawa jemaat ke dalam kebenaran
Dalam 2 Timotius 3:16 disebutkan demikian “Segala postingan yang diilhamkan Allah sebenarnya berfaedah untuk mengajar, untuk membuktikan kesalahan, untuk melakukan perbaikan tingkah laku dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Sehingga saat seseorang berkhotbah haruslah ia bisa mempunyai jemaat ke dalam kebenaran melalui Firman yang bakal ia wartakan.
3. Bersaksi
Tujuan dalam berkhotbah yaitu untuk bersaksi. Ketika pengkhotbah menyampaikan Firman Tuhan, Firman itu pertama-tama perlu diterapkan kepada khusus dan pengalaman pengkhotbahnya, baru kepada jemaatnya. Ketika seorang pengkhotbah juga turut bersaksi atas kebaikan Tuhan dalam hidupnya, jemaat tentu bakal turut merasakan kebaikan Allah. Namun, kesaksian yang disaampaikan kala berkhotbah haruslah terjalin bersama dengan pesan Firman yang dibawakan.
Jenis-jenis Khotbah
Ada sebagian tipe khotbah yang biasanya disampaikan oleh pengkhotbah. Jenis-jenis khotbah itu pada lain;
1. Khotbah Tekstual
Khotbah tekstual merupakan khotbah yang dibangun bersama dengan garis besarnya berdasarkan sebuah teks ayat Alkitab. Khotbah ini biasanya didasarkan pada satu atau dua ayat saja. Adapun keunggulan dan kelemahan khotbah tekstual yaitu:
Keunggulan Khotbah Tekstual
Ayat singkat dan terfokus, sehingga ringan dalam persiapan khotbah. Biasanya digunakan oleh para pengkhotbah pemula.

Mudah dimengerti dan dimengerti oleh jemaat karena penyampaiannya yang sederhana.

Dikhotbahkan ayat per ayat, sehingga pembahasan terlalu fokus pada konteks ayat. Hal ini bakal membawa dampak jemaat sadar apa maksud berasal dari masing-masing ayat yang dikhotbahkan.
Kelemahan Khotbah Tekstual
Pembagian masing-masing ayatnya condong dipaksakan.

Jika tidak dilaksanakan secara cermat, pengambilan satu atau dua ayat dalam Alkitab tanpa menyaksikan konteksnya bakal membawa dampak kesalah pahaman, apalagi juga bisa mengalih-tafsirkan kebenaran.

Jika dipakai konsisten bakal membawa dampak rasa bosan bagi jemaat yang mendengarnya.

Ketika cuma tersedia satu ayat yang baik bakal kesulitan untuk dijadikan tema khotbah tekstual.
2. Khotbah Topikal (Tematik)
Khotbah topikal merupakan khotbah yang dibangun berdasarkan sebuah topik. Khotbah ini didasarkan pada sebuah pokok yang diambil berasal dari dalam atau luar Alkitab. Khotbah tipe ini merupakan khotbah yang kerap dipakai oleh para pengkhotbah.
Adapun keunggulan dan kelemahan khotbah ini yaitu:
Keunggulan Khotbah Topikal
Pengkhotbah bisa mengembangkan banyak variasi aspek berita dalam Alkitab secara bebas sehingga pembahasannya jadi luas. Materi yang dibahas pun bisa dilengkapi atau dikurangi atas basic pertimbangan kala dan isikan khotbah.

Khotbah tipe ini biasanya membawa dampak pengkhotbah berkhotbah sesuai bersama dengan kondisi yang terlalu terjadi dalam jemaat. Melalui khotbah ini juga pengkhotbah bisa memberikan solusi pemecahan masalah berdasarkan Firman Tuhan.
Kelemahan Khotbah Topikal :
Cenderung untuk menggantikan kebenaran Allah bersama dengan kesimpulan manusia.

Isi berasal dari penyampaian Firman Tuhan bisa bermakna bias.

Kurangnya penafsiran ayat berasal dari pengkhotbah sehingga bisa timbul ketidaksesuaian pada khotbah bersama dengan isikan yang dikhotbahkan.

Alkitab cuma digunakan sebagai bahan pendukung pandangan khusus pengkhotbah. Sehingga seumpama tidak dilaksanakan secara hati-hati bisa membawa dampak pemahan pengkhotbah saja yang dikhotbahkan.
3. Khotbah Ekspositori
Khotbah ekspositori merupakan khotbah yang didasarkan pada nas Alkitab yang biasanya lebih panjang berasal dari dua ayat. Bagian terbesar materi khotbah biasanya diambil segera berasal dari nas Alkitab dan kerangkanya terdiri berasal dari serangkaian ide-ide yang diuraikan secara bertahap dan berpangkal pada satu ide utama. Khotbah yang dibawakan bakal saling terjalin pada nas yang satu bersama dengan nas yang lain.
Dari ketiga tipe khotbah yang ada, khotbah Ekspositori merupakan tipe khotbah yang jarang didengar di gereja-gereja di Indonesia. Pada biasanya pengkhotbah-pengkhotbah di Indonesia kerap kenakan khotbah Topikal. Hal ini barangkali karena jauh lebih ringan dalam mempersiapkan isikan khotbah dibandingkan bersama dengan tipe khotbah yang lain. Dalam mempersiapkan khotbah Topikal, pengkhotbah biasanya cuma perlu melacak sebuah pokok atau topik khotbah dalam Alkitab dan menyita sebagian ayat berasal dari dalam Alkitab selanjutnya selanjutnya membentuknya jadi pokok-pokok besar.

Read More

Rabu, 10 Februari 2021

Renungan Singkat Tentang Firman Tuhan


RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Hidup Beriman kepada Allah
Bacaan: Ibrani 11:1-40
"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta sudah dijadikan oleh firman Allah, supaya apa yang kita menyaksikan sudah berlangsung berasal dari apa yang tidak bisa kita lihat."
Ibrani 11:3
Salah satu perihal yang diharapkan Allah di didalam kehidupan kita sebagai manusia yaitu meliki iman kepadaNya. Iman adalah dasar hidup bagi orang percaya. Ketika seseorang mempunyai Iman yang teguh kepada Tuhan, ia tentu bisa melewati segala masalah hidup yang dialami. Karena Iman seseorang tidak bisa risau untuk terus melangkah maju karena percaya bahwa Tuhan bisa tetap menyertai.
RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Apa gunanya bagi kita orang yang percaya kepada Tuhan tapi tidak mempunyai iman? Hidup orang percaya yang tidak beriman dan hidup orang percaya yang beriman sungguh nampak sangat memahami bedanya. Ketika orang percaya yang tidak beriman menghadapi suatu masalah hidup, kebanyakan dia bisa menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan di didalam kehidupannya. Ketika masalah yang tersedia terus mampir dan menjadi tidak tersedia jalur nampak kebanyakan dia bisa kecewa kepada Tuhan dan bisa meninggalkan Tuhan. Berbeda bersama dengan orang percaya yang beriman. Ketika suatu masalah hidup terus mampir menghadang layaknya tiada habisnya, dia bisa tetap berdiri teguh dan tetap percaya atas semua janji Tuhan di didalam hidupnya. Bahkan di didalam Ibrani 11:1 dikatakan demikianlah "Iman adalah dasar berasal dari segala suatu perihal yang kita berharap dan bukti berasal dari segala suatu perihal yang tidak kita lihat." Pada sementara ini apakah kita sebagai orang percaya sudah mempunyai iman percaya kepadaNya?
Hidup manusia adalah sebuah misteri dan sering kadang kehidupan ini justru layaknya potongan puzzle. Kita harus melacak potongan-potongan yang hilang itu supaya menjadi potongan puzzle yang lengkap. Kehidupan manusia tidak tersedia yang memahami terkecuali Allah sendiri. Apa yang berlangsung di didalam kehidupan kita sementara ini, Ia ijinkan tersedia supaya kuasaNya menjadi nyata di didalam kehidupan kita.
Namun, seringkali manusia menjadi risau dan gentar dikala harus diperhadapkan bersama dengan sebuah masalah. Bahkan tak sedikit diantar kita yang berpikir bahwa masalah hidup yang dialami tidak pernah berhenti. Ketika satu masalah selesai, masalah baru ulang datang. Oleh karena itu, Tuhan menghendaki supaya kita mempunyai Iman yang teguh kepadaNya supaya kita tetap kuat di didalam mengahadapi badai hidup ini.
Ketika badai hidup mampir menyerang kita tidak bisa risau dan percaya Tuhan tetap menyertai kita kapan pun dan dimana pun karena Iman yang kita miliki. Namun, apakah tersedia alasan bagi kita untuk mempunyai Iman kepadaNya? Sebenarnya mempunyai Iman kepada Tuhan tidak harus alasan karena Iman itu bisa nampak dikala kita bisa merasakan kasih Tuhan di didalam kehidupan kita.
Berikut ini merupakan hal-hal yang bisa kita peroleh dikala kita mempunyai Iman.
1. Karena Iman, segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin
Iman mengakibatkan segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin. Sebab karena Iman kita bisa terus percaya kepadaNya bahwa Ia bisa mengubahkan krhidupan kita lebih-lebih Ia bisa merampungkan masing-masing masalah yang dialami.
Sama perihal nya layaknya Sara dan Abraham yang belum dikaruniai anak di didalam jaman tuanya. Namun, karena Iman yang mereka miliki, mereka tetap percaya dan tunggu janji Tuhan tergenapi di didalam kehidupan mereka. Karena iman itulah terhadap pada akhirnya Sara punya kadar dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Bagi manusia, apa yang dialami Sara adalah tidak kemungkinan berlangsung karena Sara sudah tua dan sudah tidak bisa punya kadar lagi. Namun, apa yang bagi manusia tidak kemungkinan berlangsung bagi Allah semua itu tidak tersedia yang tidak mungkin. Jika terhadap sementara ini kita menjadi apa yang kita menghadapi atau kita menghendaki tidak kemungkinan terjadi, milikilah Iman kepadaNya karena Ia bisa menjadikan yang tidak kemungkinan menjadi mungkin.
2. Karena Iman, kita bisa memberi tambahan yang terbaik bagi Allah
Iman memampukan kita untuk memberi tambahan yang terbaik bagi Allah tanpa risau kekurangan karena percaya bahwa Allah bisa mencukupkan. Ketika kita diperhadapkan bersama dengan kata berikan apakah yang tersedia di didalam asumsi kita? Memberi sering kadang menjadi perihal yang sulit dilaksanakan terkecuali kita cuma terpaku terhadap suasana diri sendiri saja. Seringkali dikala bisa memberi tambahan suatu perihal kepada orang lain lebih-lebih kepada Allah sendiri saja kita harus berpikir lebih-lebih dahulu apakah terkecuali bersama dengan berikan apa yang dibutuhkan masih bisa tercukupi atau tidak.
Dalam cerita Kain dan Habel yang memberi tambahan persembahan untuk Tuhan, kita memahami bahwa persembahan Habel Tuhan terima tapi persrmbahan Kain Tuhan tolak supaya nampak rasa iri di didalam diri Kain. Habel bisa memberi tambahan persembahan yang terbaik bagi Tuhan karena ia mempunyai Iman percaya kepada Tuhan. Apa yang ia berikan kepada Tuhan termasuk sebagai bentuk ucapan syukur atas kebaikan Tuhan di didalam hidupnya dan di didalam hidup keluarganya.
Jika terhadap sementara ini kuta masih sulit memberi tambahan yang terbaik bagi Allah, maka milikilah Iman kepadaNya. Sebab dikala kita memberi tambahan apa yang terbaik bagi Tuhan bersama dengan penuh senang cita, Tuhan bisa melimpahkan bekatNya yang baru dan melimpah.
3. Karena Iman, kita senang di hadapan Allah
"Tetapi tanpa iman tidak kemungkinan orang senang kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah berikan upah kepada orang yang betul-betul melacak Dia." Ibrani 11:6. Iman yang kita mempunyai bisa mengakibatkan kita sangat percaya dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan supaya kita menjadi senang di hadapanNya. Berkenan di hadapan Tuhan tidak harus tetap berbuat baik dan rajin berdoa dan termasuk membaca firman-Nya, karena hidup senang di hadapan Allah harus mempunyai Iman kepadaNya.
4. Karena Iman, kita bisa melangkah melewati ketidak pastian
Ketika hidup kita menjadi tidak pasti, terkecuali kita mempunyai Iman tentu kita bisa bisa melewati ketidak pastian itu. Ketika Musa memimpin bangsa Israel di padan gurun menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, tentu ia menjadi jalur yang dilaluinya tidak pasti. Namun, karena imannya kepada Allah Musa tetap nelangkah maju memimpin bangsa Israel. Kita pun harus demikian, Iman yang kita mempunyai bisa mengakibatkan kita terus maju dikala kehidupan yang kita jalani menjadi tidak pasti.
5. Karena Iman, kita menjadi tertentu yang hidup seturut bersama dengan keinginan Allah
Iman yang kita mempunyai termasuk bisa mengakibatkan kita hidup seturut kehendakNya. Ingatkah kita cerita mengenai Abraham yang Tuhan suruh untuk mempersembahkan Ishak anak yang dikasihinya. Apa yang Abraham lakukan? Abraham lansung menuruti apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. Bisa saja Abraham menampik keinginan Tuhan, karena Ishak merupakan anak yang sudah ia tunggu di jaman tuanya. Namun karena Iman yang dimilikinya, ia percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya adalah baik adanya. Kita termasuk harus mempunyai Iman yangvtaat supaya kita bisa menjadi tertentu yang hidup seturut bersama dengan keinginan Tuhan.
6. Karena Iman, kita bisa menjadi kesaksian hidup bagi orang lain
Hal lain yang bisa kita dapatkan dikala mempunyai iman yaitu kita menjadi kesaksian yang hidup kepada orang lain. Iman bisa mengakibatkan orang lain menyaksikan kehidupan kita menjadi teladannya supaya mengakibatkan orang lain percaya bisa kuasa, kasih dan penyertaan Tuhan.
Oleh karena itu. milikilah Iman yang benar di hadapanNya. Janganlah kita menyerah bisa kehidupan ini di didalam menjadi menjajakan Iman kepercayan kita untuk suatu perihal yang sesaat. Ketika Iman kita diuji, tetap berdirilah teguh karena Ia termasuk yang bisa tetap menyertai kita. Sulit memang bagi kita untuk tetap berdiri dikala masalah hidup mampir menghadang. Namun, ingatlah bahwa Tuhan tetap menyertai kita dan Ia todak pernah meninggalkan kita sendirian. Berdoalah terus dan berserahlah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Minggu, 07 Februari 2021

TEKS DRAMA NATAL Kelahiran Sang Juruselamat


DRAMA NATAL
Tema “Kelahiran Sang Juruselamat”
Ayat: Matius 1:18-25, Matius 2:1-12
Tokoh:
Malaikat Tuhan

Maria Ibu Yesus

Yusuf Ayah Yesus

Bayi Yesus

Raja Herodes

3 orang Majus berasal dari Timur

Pemilik penginapan 1

Pemilik penginapan 2
DRAMA NATAL Kelahiran Sang Juruselamat
Prolog:
Pada suatu hari, Tuhan menyuruh Malaikat-Nya untuk menghampiri Maria. Maria adalah seorang yang saleh dan telah bertunangan bersama Yusuf. Malaikat Tuhan yang berkunjung menghampiri Maria membawa kabar gembira bahwa ia bakal mempunyai persentase dan melahirkan seorang Juruselamat. Namun sebab kedatangan Malaikat Tuhan, Maria ketakutan.
Malaikat : “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria : (terkejut dan senantiasa memandangi malaikat Tuhan yang datang) berbicara dalam hati “Apakah arti salam itu?”
Malaikat  “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau meraih kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau bakal mempunyai persentase dan bakal melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia bakal menjadi besar dan bakal disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah bakal mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia bakal menjadi raja atas kaum keturunan Yakub hingga selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak bakal berkesudahan.”
Maria : “Bagaimana perihal itu bisa saja terjadi, sebab aku belum bersuami?”
Malaikat : “Roh Kudus bakal turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi bakal menaungi engkau; sebab itu anak yang bakal kaulahirkan itu bakal disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mempunyai persentase seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Maria  : “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Malaikat : (pergi meninggalkan Maria)
Prolog:
Maria pun bergegas menemui Yusuf sehabis Malikat Tuhan menginformasikan kabar gembira ini kepada Maria. Namun, sehabis mendengar cerita Maria, Yusuf pun pergi muncul meninggalkan Maria dan ia berniat menceraikan Maria diam-diam sebab ia tidak ingin mencemarkan nama Maria di  muka lazim dan sesudah itu Yusuf pun tertidur.
Maria  : “Yusuf, sebetulnya aku membawa kabar baik bagimu. Malaikat Tuhan berkunjung menghampiriku dan ia berbicara bahwa aku bakal mempunyai persentase dan melahirkan seorang Juruselamat.”
Yusuf  : (terkejut) “Apa benar itu Maria?” (memegang pundak Maria)
Maria  : “Benar Yusuf. Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan. Biarlah yang berlangsung padaku seturut bersama kehendak-Nya.”
Yusuf  : (meninggalkan Maria bersama kebingungan) “Bagaimana ini? Sesungguhnya ku sangat mengasihi Maria dan tidak ingin meninggalkannya. Namun, aku terhitung tidak ingin mencemarkan namanya di depan banyak orang. Kalu begitu lebih baik aku menceraikannya diam-diam.” (tak berapa lama, Yusuf pun tertidur)
Malaikat : “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir mengambil alih Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah berasal dari Roh Kudus. Ia bakal melahirkan anak laki-laki dan engkau bakal menamakan Dia Yesus, sebab Dialah yang bakal menyelamatkan umat-Nya berasal dari dosa mereka. Hal itu berlangsung supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu bakal mempunyai persentase dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka bakal menamakan Dia Imanuel yang artinya Allah menyertai kita.”
Yusuf  : (terbangun berasal dari tidurnya) “Kiranya kehendakmu sajalah yang terjadi.”
Prolog:
Kemudian, genaplah sembilan bulan persentase Maria. Pada selagi itu Maria dan Yusuf sedang ada di Betlehem dan Maria bakal segera melahirkan. Yusuf pun mencari penginapan disana tapi seluruh penginapan kosong hingga sesudah itu Maria melahirkan di sebuah kandang domba
Yusuf  : “Permisi apakah ada kamar kosong?” (mengetuk pintu dan sedikit berteriak)
Penginapan 1 : “Pergilah! Disini telah tidak ada lagi kamar kosong.” (membuka pintu bersama kasar sesudah itu menyuruh Yusuf pergi)
Yusuf  : “Permisi apakah ada kamar kosong?” (mengetuk pintu dan sedikit berteriak)
Penginapan 2 : “Tidak ada! Jangan berteriak seperti itu di malam dingin seperti ini. Carilah penginapan lain.” (berbicara bersama nada tinggi dan tidak membukakan pintu)
Yusuf  : “Aku telah mencarinya kemana-mana, tapi tidak ada kamar kosong lagi. Bantulah aku. Isteriku bakal segera melahirkan dan kita mesti tempat.”
Penginapan 2 : (membuka pintu) “Lalu apa peduliku kalau isterimu bakal melahirkan? Pergilah! Jangan mengganggu sebab hari telah malam.”
Yusuf  : (berjalan pergi dan menyaksikan Maria yang kesakitan) “Tuhan, tolonglah kita sebab Maria bakal segera melahirkan.”
Prolong :
Yusuf dan Maria konsisten berlangsung hingga sesudah itu mereka mendapatkan sebuah kandang domba. Maria pun melahirkan Yesus disana. Malaikat Tuhan bernyanyi gembira. Tak hanya itu, berita perihal kelahiran Yesus pun merasa terdengar hingga ke orang-orang Majus berasal dari Timur.
Malaikat : “Sebab seorang Juruselamat telah lahir di Btlehem. Pergilah dan ikutilah bintang yang bercahaya bersama terang di langit itu” (menunjuk bintang sesudah itu menghilang)
Prolog:
Orang-orang Majus mengikuti bintang yang bercahaya di langit bersama terangnya. Hingga sesudah itu mereka bertama kepada Herodes perihal sang Juruselamat yang telah lahir.
Orang Majus 1 : “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah menyaksikan bintang-Nya di Timur dan kita berkunjung untuk menyembah Dia.”
Herodes : (terkejut dan merasa sangat kesal) “Sesungguhnya dimanakah kalian mendengar berita itu?
Orang Majus 2 : “Dari malaikat Tuhan yang berkunjung menemui kami.”
Herodes : “Sesungguhnya aku tidak mengetahui perihal perihal itu. Pergilah dan selidikilah secara seksama hal-hal perihal Anak itu dan sehabis kalian mendapatkan Dia, kabarkanlah kepadaku terhitung di mana Anak itu berada supaya aku terhitung berkunjung untuk menyembah Dia.”
Prolog:
Setelah mendengar perkataan Herodes, Orang-orang Majus berasal dari Timur itu pergi dan menyaksikan bintang yang tadi mereka mengikuti berhenti di atas suatu daerah di mana Anak itu berada.
Orang Majus 3 : “Lihatlah itu bintang-Nya yang telah menunjuukkan di mana Mesias itu berada. Mari kita pergi ke daerah itu.” (menunjuk bintang dan mengikuti arah bintang itu bersama sukacita)
Prolog:
Setelah sampai, mereka sangat bersuka cita dan sujud menyembah kepadaNya. Dibukalah persembahan yang mereka bawa.
3 orang Majus : “Salam”
Yusuf  : “Salam bagi kalian juga.”
Orang Majus 1: “Sesungguhnya malaikat Tuhan berkunjung menghampiri kita sesudah itu kita mengikuti bintang berasal dari Timur itu supaya kita mampu hingga disini. Kami sungguh bersuka cita atas lahirnya seorang Mesias ke dalam dunia ini.”
Orang Majus 2 : “Tak lupa kita membawa persembahan bagi Anak yang telah lahir itu.”
Orang Majus 3: “Kiranya apa yang kita bawa mampu menggembirakan hatiNya dan mampu menjadi persembahan yang mau di hadapanNya.”
Prolog:
Ketiga orang majus pun mengeluarkan persembahan yang mereka bawa. Mereka membawa emas, kemenyan dan mur. Setelah mereka mempersembahkan persembahan yang mereka bawa. Malaikat Tuhan memperingatkan mereka supaya mereka tidak berlangsung menuju daerah Herodes. Sehingga mereka berlangsung memutar.
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi.
Malaikat : “Bangunlah, ambillah Anak itu dan juga ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana hingga Aku berfirman kepadamu, sebab Herodes bakal mencari anak itu untuk membunuh Dia.”
Yusuf  : (bangun berasal dari tidurnya dan mengajak Maria untuk pergi) “Bangunlah Maria. Kita mesti pergi berasal dari daerah ini sebab Malaikat Tuhan telah berfirman kepadaku.”
Maria  : (bangun dan membawa Yesus dalam pangkuannya) “Baiklah Yusuf. Marilah kita pergi.”
Prolog:
Yusuf dan Maria pun pergi ke tanah Mesi seperti apa yang telah diperintahkan oleh Malaikat Tuhan. Mereka berada di Mesir hingga Herodes mati. Setelah itu Yusuf, Maria dan Yesus pun pergi ke daerah Galilea dan tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret bersama bahagia.

Read More

Kamis, 04 Februari 2021

Tips Renungan Pagi, Malam, dan Harian Kristen


TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Saat Teduh dan Membaca Renungan Setiap Hari
Pada pas ini, kerap kami dengar makna SaTe atau Saat Teduh. Saat Teduh merupakan pas yang kami sedia kan untuk Tuhan sehingga kami bisa paham kehendakNya melalui Firman dan renungan yang kami baca masing-masing harinya. Kita kerap jalankan pas teduh tetapi tidak membaca FirmanNya bersama alasan repot atau udah udah dan berasumsi bahwa hanya bersama berdoa itu udah cukup. Lalu, apakah benar demikian? Manusia hidup berasal dari Firman Allah. Ketika kami rajin membaca Firman dan merenungkannya dan juga mengaplikasikannya dalam hidup kami maka kami bisa hidup seturut bersama kehendakNya dan paham maksud Tuhan dalam hidup kita. Jika kami udah rajin bersaat teduh dan berdoa tetapi kami tidak membaca FirmanNya, itu sama saja tidak ada artinya bagi kami gara-gara Firman yang kami baca merupakan pedoman hidup bagi orang percaya.
5 TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Berdoa pas teduh pixabay.com
Renungan harian lebih berasal dari sekadar pas berdoa. Renungan yang kami baca pas teduh baik itu renungan pagi, renungan malam ataupun renungan harian bisa memulihkan jalinan kami bersama Allah sehingga kami terhitung bisa paham maksud Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus singgah untuk memulihkan jalinan itu dan memberikan kami semisal bagaimana hidup sebagai anak-anak-Nya melalui renungan dan Firman yang kami baca masing-masing harinya. Sewaktu Roh Kudus menimbulkan kami masing-masing untuk kembali ke keluarga Allah, kami harus sebabkan keputusan mengenai bagaimana kami bisa memprioritaskan pas kami bersama-Nya. Kita harus miliki pas khusus yang kami sedia kan bagiNya untuk paham dan paham kehendakNya melalui apa yang kami baca dan kami rasakan sewaktu pas teduh.
Jika pada pas ini kami menjadi belum bisa pas teduh bersama membaca renungan baik pagi ataupun malam, atau lebih-lebih kami menjadi tidak bisa membaca renungan masing-masing hari, kami harus ingan bahwa Firman yang kami baca merupakan pedoman dan sumber kehidupan kita. Doa sebenarnya merupakan nafas hidup orang percaya, tetapi manusia tidak bisa hidup berasal dari hanya sekedar berdoa tetapi terhitung harus membaca dan paham kehendakNya yang dambakan Ia sampaikan kepada anak-anakNya.
Setiap orang harus miliki pas renungan harian. Namun, hanya orang yang dambakan miliki jalinan yang bisa mengubahkan hidup dan kehidupan dan juga yang dambakan menggembirakan hati Tuhan yang pasti bisa sedia kan waktunya untuk membaca renungan dan firmanNya masing-masing hari. Orang tersebut bisa paham bahwa ia tidak bisa hidup sendirian sehingga ia harus sesuatu yang menguatkan dan menjadi pedoman sebagai basic hidupnya. Orang tersebut terhitung siap untuk diubahkan di dalam Kristus. Ketika kami udah terbiasa bersaat teduh lantas membaca sedikit berasal dari FirmanNya pasti waktu ia dambakan berbuat dosa, Tuhan mengingatkan dan perasaannya selama hari bisa tenang dan penuh puas cita. Ketika orang itu lupa pas teduh dan membaca Firman, ia bisa menjadi kecemasan dan tidak tenang selama hari gara-gara ada Roh Kudus yang mengingatkan.
Dalam Amsal 8:33 bersama paham dikatakan demikianlah “Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang masing-masing hari menanti pada pintuku, yang pelihara tiang pintu gerbangku.” Firman Tuhan menimbulkan kami untuk singgah kepada-Nya masing-masing hari untuk belajar bisa Dia melalui FirmanNya, untuk menerima kasih karunia-Nya sehingga hidup kami sebagai anak-anak-Nya selamanya menerima berkat-berkat yang Dia rindu curahkan ke dalam hidup kita. Renungan yang dibuat bagi kami bisa digunakan oleh kami sebagai pengingat bisa Firman Tuhan.
Ketika kami udah miliki pas untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya, kami udah menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai orang percaya, seharusnya kami memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan kita. Sejak kecil kami udah diajarkan untuk mengenal Tuhan bersama membaca Kitab Suci, tetapi jadi kami beranjak dewasa, kadang waktu prioritas kami tergantikan oleh hal-hal duniawi. Kita lebih mementingkan keperluan duniawi dibandingkan mementingkan Allah. Bukankah Allah selamanya beserta denga kita? Mengapa kami harus meninggalkan sesuatu yang pasti dan pilih sesuatu yang sesaat. Dalam Perjanjian Lama, kami bisa melihat orang tua mengajarkan anak-anaknya pengajaran Hukum Taurat. Apa yang diajarkan kepada anak-anaknya diulang masing-masing harinya. Bahkan waktu duduk bersama orang tua bisa mengajarkan anak-anaknya pengenalan bisa Tuhan.
Bagaimana bersama kami pada pas ini?
Apakah kami sudi menerima pengajaranNya masing-masing hari baik pagi maupun malam?
Sama halnya seperti doa yang merupakan nafas kehidupan orang percaya, renungan dan Firman Tuhan merupakan pedoman dan basic kehidupan kami sehingga kami paham mana yang baik dan tidak dan juga mana yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dilakukan. Renungan harian yang kami baca masing-masing hari bisa memengaruhi hidup kita; dan sebabkan kami bertumbuh, bertobat, berserah, dan mencintai dan juga mengenal Yesus lebih dalam lagi. Hal yang harus dipahami pada pas ini yaitu masing-masing kami membaca renungan harian dan Firman Tuhan tidak artinya kami miliki semua jawaban dan juga bisa jalankan apa pun yang kami inginkan. Membaca renungan masing-masing hari sebabkan kami yakin dan bisa berdiri teguh di tengah persoalan. Membuat kami selamanya setia untuk menanti janji Tuhan tergenapi dalam kehidupan kami sehingga kelak kami bisa raih jawaban dan kemenangan atas masing-masing persoalan hidup. Dalam Yeremia 29:11-13 dikatakan demikianlah “Sebab Aku ini paham rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rencana damai sejahtera dan bukan rencana kecelakaan, untuk beri tambahan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan bila anda berseru dan singgah untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku bisa mendengarkan kamu; bila anda melacak Aku, anda bisa mendapatkan Aku; bila anda bertanya Aku bersama segenap hati.”
Saat teduh adalah mengenai positif yang bisa membangun jalinan bersama Tuhan, bersama ada pas teduh kami bisa jadi diperbaharui untuk siap menghadapi persoalan atau pergumulan yang kami hadapi. Apakah saudara dulu mendengar kata-kata bahwa pas teduh paling baik dikerjakan pada pukul 00.00 atau pada pukul 04.00 gara-gara pada pas itu situasi tenang dan hening sehingga kami bisa mendengarkan nada Tuhan. Padahal kenyataannya, kapan pun kami bersaat teduh haruslah hati dan analisis kami tenang. Sebab dalam situasi tenang, kami bisa mendengar nada Tuhan. Kapanpun itu, kami harus beri tambahan pas kami kepada Tuhan.
Banyak sekali langkah pas teduh yang bisa kami jalankan menjadi berasal dari menyanyikan lagu pujian dan penyembahan, membaca Alkitab, membaca renungan, evaluasi diri sendiri dan tetap banyak mengenai yang bisa kami jalankan untuk membangun pas teduh bersama Tuhan. Jika pada pas ini terlihat pertanyaan seperti ini, kami masing-masing hari udah kerap berdoa lebih-lebih pergi ke gereja, lantas apakah harus bagi kami untuk bersaat teduh dan membaca renungan dan juga Firman Tuhan?
Tentu itu harus bagi kami dan sebenarnya harus kami lakukan.
Manfaat pas teduh dan membaca renungan masing-masing hari bagi kami yaitu:
1. Membangun jalinan khusus bersama Allah
Komunikasi bersama Tuhan sangatlah penting, gara-gara di mana kami menjalan hari-hari kami beserta dan seturut jalanNya. Jangan hingga kami kehilangan arah lebih-lebih tidak dulu terkait bersama Tuhan. Ketika kami tidak membangun jalinan denganNya, kami bisa menjadi tertekan dan kehilangan puas cita waktu harus diperhadapkan oleh sebuah masasalh. Hubungan khusus yang dibangun bersama Tuhan sebabkan kami paham bahwa kami memerlukan Tuhan dalam masing-masing kehidupan kita. Tuhan tidak mengajari kami untuk tinggal dalam zona nyaman saja sehingga Ia memaksa kami terlihat berasal dari zona nyaman itu bersama caraNya sendiri, sehingga kami harus melalui proses yang bisa membangun kami secara iman.
2. Mampu mengucap syukur dalam segala hal
Mengucap syukur sangatlah harus untuk kami jalankan gara-gara Tuhan selamanya beri tambahan kasih dan berkatNya kepada kami masing-masing hari. Meskipun kami miliki masalah, kami bisa selamanya bisa mengucap syukur kepadaNya gara-gara banyak mengenai dalam hidup ini yang patut kami syukuri.
3. Dimampukan untuk menghadapi persoalan bersama kapabilitas Tuhan
Ketika diperhadapkan dalam suatu masalah, seringkali manusia lenih mengandalkan kapabilitas dirinya sendiri dibandingkan bersama kapabilitas Tuhan. Bahkan manusia bisa cenderung lebih mengandalkan manusia lain dibandingkan mengandalkan Tuhan. Ketika Tuhan belum menjawab masing-masing doa dan keinginan kita, kami menjadi khawatir dan khawatir bisa kehidupan yang kami alami. Padahal di dalam Firman Tuhan udah dikatakan demikianlah “Janganlah hendaknya anda khawatir mengenai apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala mengenai keinginanmu kepada Allah dalam doa dan keinginan bersama ucapan syukur.” Filipi 4 : 6. Kekuatiran yang kami alami tidak bisa menyelimuti hati kami terkecuali kami sebabkan jalinan yang dekat denganNya. Kita bisa mempercayakan hidup dan kehidupan kami sehingga waktu persoalan datang, kami bisa menghadapinya bersama kekuatan. Matius 7:7 “Mintalah, maka bisa diberikan kepadamu; carilah, maka anda bisa mendapat; ketoklah, maka pintu bisa dibukakan bagimu.”
4. Akan diperbaharui masing-masing harinya
Ketika kami merenungkan FirmanNya dalam kehidupan kita, kami bisa berkelanjutan diperbaharui masing-masing harinya. Ia bisa memperbaharui diri kami menjadi lebih baik berasal dari pada sebelumnya. Ia terhitung bisa beri tambahan kami hal-hal baru yang tidak terduga dalam kehidupan kita.
Ketika kami udah paham fungsi berasal dari bersaat teduh dan membaca renungan kami terhitung harus paham bagaimana caranya kami bisa bersaat teduh dam membaca renungan bersama baik.
Berikut ini tips jalankan pas teduh dan membaca renungan masing-masing harinya.
1. Menentukan tempat untuk bersaat teduh dan membaca renungan
Matius 6:6 “Tetapi terkecuali engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi bisa membalasnya kepadamu.”
Ketika kami hendak bersaat teduh dan merenungkan FirmanNya mengenai yang harus kami jalankan yaitu melacak tempat yang pas dan jangan di tempat yang banyak orang.
Lebih baik kami berdoa di dalam kamar sehingga kami menjadi lebih fokus dalam membentuk jalinan denganNya.
2. Mengatur waktu
Mengatur pas terlampau harus untuk kami jalankan gara-gara seringkali aktivitas maupun tugas mengganggu pas kami untuk bersaat teduh. Sebenarnya tidak ada batasan bagi kami seberapa lama kami jalankan pas teduh. Namun sebaiknya kami sedia kan pas kami untukNya walau hanya sebentar. Jika saudara menjadi repot pada pagi hari, pas teduhlah sebelum akan saudara tidur atau pada pas subuh sebelum akan saudara jalankan aktivitas. Oleh gara-gara itu, kami harus belajar untuk mengatur waktu. Dari 24 jam yang Tuhan beri tambahan untuk kita, maa tidak ada pas untuk singgah kepadaNya? Padahal masing-masing hari kami miliki pas untuk bermain gadget aau pergi bersama bersama teman.
Sebelum mengawali pas teduh saja, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa kepada Bapa-Nya di sorga padahal Ia terlampau repot jalankan aktivitasnya. Tuhan Yesus mengawali doa pada pas subuh dan mengakhiri doa pada pas malam hari. Kita pun bisa kenakan pas subuh dan malam hari untuk anda mengawali pas teduh dan mengakhirinya.
3. Memulai pas teduh dan membaca renungan bersama menyanyikan lagu pujian dan penyembahan
Menyanyikan lagu pujian dan penyembahan sebenarnya besar kuasanya. Lagu pujian dan penyembahan kerap kali sebabkan situasi pas teduh jadi menjadi dan perasaan kami bisa terlampau fokus. Lagu pujian dan penyembahan kami naikkan kepadaNya sebagai bukti hormat dan ucapan syukur kepadaNya.
4. Membuat kami jadi bertumbuh di dalam Tuhan
Hal yang bisa kami jalankan pas bersaat teduh adalah bersama membaca Firman Tuhan. Karena Firman Tuhan yang disampaikan seringkali sebabkan kami harus paham apa maksud yang dambakan disampaikan di dalamnya. Jika kami kesusahan untuk paham Firman Tuhan gara-gara bahasanya yang kesusahan kami pahami dan memerlukan pemahaman yang memadai dalam, kami bisa kenakan renungan harian sebagai buku pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kami baca cocok bersama konteks yang disampaikan renungan harian bagi kita. Renungan yang kami baca tidak hanya sebabkan kami lebih paham dan paham maksud Firman Tuhan, tetapi renungan harian bisa sebabkan kami jadi bertumbuh.
Setelah kami membaca Firman Tuhan dan renungan, mengenai yang bisa kami jalankan adalah mengevaluasi diri kami sendiri apakah apa yang udah disampaikan dalam renungan yang dibaca udah kami terapkan dalam kehidupan kita. Atau kemungkinan renungan dan Firman Tuhan yang dibaca berisi jawaban atas masing-masing pergumulan yang tengah kami doakan.
Setelah jalankan evaluasi diri, kami harus menutup doa kami bersama doa syafaat. Kita bisa mengutarakan masing-masing isikan hati kami kepadaNya. Selain itu kami harus terhitung mengucap syukur padaNya.
5. Disiplin dan Komitmen
Jika kami dambakan mebaca renungan dan FirmanNya masing-masing hari baik itu renungan pagi maupun renungan malam, mengenai yang kami perlukan yaitu sikap telaten dan prinsip yang ada dalam diri kita. Ketika kami miliki prinsip dan membiasakan diri kami untuk mendisiplinkan diri, kami tidak bisa lupa lebih-lebih malas untuk membaca renunganNya. Oleh gara-gara itu, marilah kami menjadi mendisiplinkan diri. Kita bisa mengawali ketekunan bersaat teduh dan membaca renunganNya selama 15 menit masing-masing hari. Jika udah terbiasa, kami umumnya bisa bisa melakukannya lebih berasal dari 15 menit. Buanglah rasa “yang ada dalm diri kami gara-gara itu merupakan cobaan yang harus kami menghadapi terkecuali kami dambakan singgah bersekutu kepadaNya.
Sama halnya seperti doa, Firman Tuhan merupakan pedoman dan basic kehidupan bagi orang percaya. Oleh gara-gara itu, kami harus membiasakan diri kami untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya. Kita bisa kenakan buku renungan sebagai referensi pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kami baca cocok bersama konteks yang disampaikan renungan harian masing-masing harinya. Oleh gara-gara itu, kami harus miliki prinsip dan sudi mendisiplinkan diri kami sehingga kami sudi membangun jalinan yang lebih dekat denganNya gara-gara kami hidup berasal dari FirmanNya. Tuhan Yesus memberkati.

Read More

Senin, 01 Februari 2021

3 Renungan Malam Hari Kristen yang Memotivasi Hidup


Daftar Isi :
Renungan Malam 1 : Belajar berasal dari Samuel

Renungan Malam 2: Untuk Apa Menyimpan Dendam dalam Hatimu?

Renungan Malam 3 : Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Renungan Malam 1
Belajar berasal dari Samuel
Bacaan: 1 Samuel 3:1-21
”Dan Samuel jadi lama besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun berasal dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel berasal dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel sudah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.”
1 Samuel 3:1-21
Samuel merupakan anak berasal dari Hana dan Elkana. Hana merupakan seorang perempuan yang waktu taat kepada Tuhan. Ketika usianya jadi lama lanjut Hana belum dikaruniai seorang anak pun. Hati Hana jadi sedih dan sakit lebih-lebih setaip pergi ke daerah tinggal TUHAN, Penina istri Elkana yang lain menyakiti Hana. Setiap hari, baik pagi maupun malam, Hana berdoa kepada Tuhan agar ia dapat memiliki seorang anak, lebih-lebih Hana bernazar kepada Tuhan, kecuali Tuhan mengaruniakannya seorang anak laki-laki, ia dapat mempersembahkan anak itu jadi hamba Tuhan seumur hidupnya. Tuhan pun mendengar doa Hana dan Hana dapat memiliki kandungan dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamainya Samuel yang bermakna “Aku sudah memintanya berasal dari pada TUHAN.”
Setelah Hana menyapih Samuel, dia menitipkan anaknya itu kepada imam Eli agar iman Eli dapat mendidik Samuel jadi seorang hamba dan pelayan yang setia kepada Tuhan. Iman Eli memili dua orang anak yang bernama Hofni dan Pinehas. Namun, ke dua anak imam Eli memiliki sikap yang jelek agar mereka tidak rela di hadapan Tuhan. Mereka tidak mengindahkan tiap tiap korban bakaran yang dibawa untuk Tuhan agar jadi lama besarlah dosa mereka. Berbeda dengan Samuel. Di bawah asuhan imam Eli, Samuel tumbuh jadi seorang pelayan Tuhan. Pada waktu itu, firman berkenaan Tuhan jarang disaksikan dan didengarkan dan juga penglihatan-penglihatan jarang terjadi. Imam Eli pun jadi lama tua dan penglihatannya jadi kabur. Saat Samuel tidur di dalam bait Suci Tuhan, Tuhan memanggil Samuel. Namun, gara-gara Samuel belum paham bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan ia jadi datang ke imam Eli sampai Tuhan memanggil Samuel sebanyak tiga kali. Karena terus menerus didatangi oleh Samuel, imam Eli jadi paham bahwa Samuel sudah dipanggil oleh Tuhan agar ia menyuruh Samuel menjawab “Berbicaralah, TUHAN, gara-gara hamba-Mu ini mendengar,” (1 Samuel 3:9). Lalu, Tuhan datang kembali menghampiri dan memanggil Samuel dan Samuel menjawab seperti apa yang sudah imam Eli katakan. Tuhan terhitung berfirman kepada Samuel bahwa Tuhan dapat menghukum Israel dan keluarga imam Eli gara-gara dosa yang sudah dilakukan oleh anak-anaknya dan ia tidak memaharahi mereka (1 Samuel 3:11-14).
Ketika pagi hari Samuel bangun, Samuel enggan untuk memberitahukan apa yang Tuhan katakan kepada imam Eli. Namun gara-gara perkataan imam Eli kepadanya, pada akhirnya Samuel memberitahukan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya dan tidak menyembunyikan apa pun kepada imam Eli. Setelah bicara demikian, imam Eli tidak memarahi Samuel justru ia menyembah Tuhan dapat apa yang dikatakan Samuel kepadanya. Karena itu juga, Samuel jadi lama besar dan Tuhan menyertai Samuel dan menemati janji-Nya (1 Samuel 3:19).
Dari cerita berkenaan hidup Samuel, kami dapat memandang bahwa Samuel adalah seorang anak muda yang taat kepada perintah Tuhan. Ia senantiasa rela studi dan taat dengan apa yang imam Eli katakan. Disini, imam Eli dapat kitalihat peranannya sebagai bapak angkat berasal dari Samuel. Meskipun bukan orang tua kandungnya sendiri, Samuel senantiasa mengasihi dan taat dengan apa yang dikatakan oleh imam Eli. Kita terhitung dapat memandang bahwa Samuel dapat memasang dirinya dan dapat paham apa yang jadi prioritas hidupnya. Sebagai anak muda, kami tentu paham bahwa berkenaan yang paling di idamkan adalah kesenangan duniawi sama seperti yang Hofni dan Pinehas lakukan. Namun gara-gara permohonan duniawi mereka inilah, mereka hidup dengan tidak rela di hadapan Allah dan lebih-lebih jadi percakapan banyak orang gara-gara sikap jelek yang mereka tunjukkan. Ini menyatakan bahwa baik tua maupun muda wajib memiliki prioritas dalam hidupnya. Manusia mana sih yang tidak rela hidup dalam kesenangan? Namun, seluruh itu ada batasannya tersendiri. Tujuan hidup kami adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita boleh saja melacak kesenangan dunia ini, namun jangan sampai kami jadi melakukan berkenaan yang tidak rela di hadapan-Nya dan justru jadi merugikan orang lain gara-gara sikap kami yang tidak baik. Tuhan memandang tiap tiap apa yang kami lakukan. Bahkan Tuhan pun paham pikiran kita. Ia sudah paham lebih-lebih dahulu isikan hati kami dan apa yang dapat kami perbuat selanjutnya. Ia idamkan agar kami hidup jadi anak yang taat dan khawatir pada-Nya dengan tidak senantiasa mendahulukan permohonan duniawi ini. Pada waktu ini kami dapat studi sikap yang dimiliki oleh Samuel.
Sikap-sikap yang dapat kami pelajari yaitu:
1. Menghormati orang tua
Sikap Samuel pertama yang dapat kami pelajari adalah menghormati orang tua atau menghormati orang yang umurnya jauh lebih tua dibandingkan kami meskipun kami belum mengenalnya. Seperti yang kami ketahui, imam Eli merupakan bapak angkat berasal dari Samuel, namun Samuel senantiasa menghormati imam Eli sebagaimana mestinya. Ini terbukti waktu Tuhan memanggil Samuel, namun Samuel mengira yang memanggilnya adalah imam Eli, Samuel dengan cepat menghampiri imam Eli yang sedang terbaring lebih-lebih Samuel sampai berlari. Samuel pun dengan sigap menanyakan “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Ini tidak terjadi sekali namun sampai tiga kali. Meskipun imam Eli menjelaskan bahwa ia tidak memanggil Samuel, namun waktu namanya dipanggil Samuel segera berlari menghampirinya. Ini menyatakan bahwa Samuel menghormati imam Eli.Apakah kami pada waktu ini sudah melakukan tindakan seperti apa yang sudah Samuel lakukan. Mungkin tidak seluruh dianta kami jarang untuk menghormati orang tua. Ketika orang tua kami memanggil, apakah kami segera datang menghampiri panggilan itu? Yang ada kadang waktu kami marah dan kesal lebih-lebih dahulu. Mari pada waktu ini kami belajardari Samuel. Ia menghormati dan taat kepada orang tuanya meskipun itu bukanlah orang tua kandungnya. Bahkan dalam Keluaran 20:12 dikatakan demikianlah “Hormatilah ayahmu dan ibumu, agar lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
2. Menentukan prioritas
Hal setelah itu yang dapat kami pelajari berasal dari Samuel yaitu, Samuel dapat mengetahu prioritas mana yang lebih penting dalam hidupnya. Sebagai manusia kadang waktu kami lupa apa sebenarnya prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai seorang pelajar kadang waktu kami lupa bahwa prioritas kami adalah studi agar jadi pakai waktu yang dimiliki untuk bermain. Sebagai seorang pekerja, kadang waktu kami lupa priorita kami dalam pekerjaan agar tidak bekerja secara maksimal. Dalam hidup, berkenaan yang wajib kami memiliki yakni sebuah prioritas. Prioritas sangat penting dalam kehidupan kami gara-gara tanpa ada prioritas manusia dapat hidupseenaknya. Hal ini terhitung sama seperti Hofni dan Pinehas yang tidak paham apa prioritas utama dalam hidup mereka. Karena inilah mereka hidup seenaknya dan jadi berbuat dosa agar hidupnya tidak kembali rela di hadapan Tuhan. Oleh gara-gara itu, marilah jadi saat ini kami paham apa sebenarnya prioritas utama dalam hidup kami agar kami dapat mengatur kehidupan yang kami miliki.
3. melakukan tanggung jawab yang dimiliki dengan sepenuh hati
Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab dalam hidupnya. Tanggung jawab yang dimiliki tiap tiap orang berbeda-beda bergantung berasal dari apa yang ia kerjakan. Namun, tidak seluruh orang dapat selesaikan tanggung jawab yang dimilikinya sampai selesai dengan baik. Pada waktu ini kami dapat studi berasal dari Samuel yang mengerjakan tanggung jawab yang ia memiliki dengan sepenuh hati. Samuel merupakan pelayan Tuhan yang disebutkan bahwa Samuel tidur di dalam bait suci Tuhan atau di dalam daerah tinggal Tuhan. Dalam ayat 15 disebutkan bahwa Samuel tidur sampai pagi dan sesudah itu dibukakannya pintu daerah tinggal Tuhan. Pada malam itu kami paham bahwa Samuel tidak dapat tidur gara-gara ia terus menerus dipanggil oleh Tuhan, dapat saja Samuel bangun sampai siang gara-gara ia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Namun, Samuel tidak melakukan itu. Ia paham apa yang sudah jadi tanggung jawabnya dan apa yang wajib dilakukannya. Ia senantiasa bangun pagi dan membkakan pintu daerah tinggal Tuhan. Apakah kami dapat seperti itu? Ketika kami memiliki sebuah tanggung jawab, maka kerjakanlah tanggung jawab itu dengan sepenuh hati. Janganlah justru gara-gara alasan capek atau senantiasa mengantuk kami jadi meninggalkan tanggung jawab yang dimiliki.
4. Berbicara apa adanya
Hal yang paling kerap ditakuti oleh seseorang adalah bicara apa ada kepada orang lain lebih-lebih kecuali perkataan selanjutnya dianggap dapat menyakiti hati orang yang bersangkutan. Seseorang terhitung dapat khawatir bicara apa ada berkenaan dirinya gara-gara khawatir orang lain menanggap dirinya rendah atau dapat meremehkannya. Namun, pernahkan kami berpikir dapat efek yang dapat ditimbulkan ke depannya pada seseorang kecuali kami tidak rela bicara apa ada atau bicara jujur? Misalnya waktu orang selanjutnya melakukan kekeliruan dan kami tidak rela bicara berkenaan kesalahannya tersebut. Orang itu tentu dapat terus menerus ulangi kekeliruan yang sama jadi dapat lebih parah berasal dari sebelumnya. Oleh gara-gara itu, janganlah kami khawatir bicara apa adanya. Selagi itu sebenarnya benar dan dapat melakukan perbaikan dan juga menyapa seseorang, lakukanlah itu.
Pada hari ini kami diajarkan untuk lebih benar-benar mengerjakan tugas yang kami miliki. Kita wajib paham sebenarnya apa prioritas utama dalam hidup kita. Kita tidak boleh senantiasa mengejar kesenangan duniawi gara-gara itu adalah tindakan yang tidak dikehendaki oleh Allah. Selain itu kami diajar untuk mengimbuhkan suatu hal apa adanya. Jika sebenarnya pesan atau perkataan yang kami sampaikan dapat menyaiti hati atau merupakaan perkataan yang tidak menyenangkan, kami senantiasa wajib mengimbuhkan pesan itu gara-gara itu merupakan suatu kebenaran yang wajib disampaikan apa ada agar tidak boleh kami tambahi atau lebih-lebih kurangi. Janganlah justru kami khawatir untuk mengimbuhkan kebenaran. Selain itu, kami terhitung wajib hidup dan dengar-dengarnya dapat panggilanNya. Untuk paham arti panggilanNya dalam hidup kita, kami wajib membangun sebuah interaksi yang dekat dengannya. Salah satu langkah untuk dapat membangun interaksi yang dekat dengan Tuhan yakni dengan berdoa dan membaca firman. Kiranya hidup kami terbekati oleh renungan ini. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam
Renungan Malam
Renungan Malam 2
Untuk Apa Menyimpan Dendam dalam Hatimu?
Bacaan: Kejadian 45:1-15
”Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menagis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf. Yusuf mencium seluruh saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.”
Kejadian 45:14-15
Pernahkah saudara jadi disakiti oleh seseorang lebih-lebih oleh orang yang anda kasihi atau lebih-lebih oleh keluarga anda sendiri? Jika pernah, sudahkan malam ini saudara mengampuni mereka yang sudah menyakiti saudara? Jika belum, apa alasan anda untuk tidak mengampuni orang yang sudah menyakiti saudara? Jika jawaban saudara adalah gara-gara orang selanjutnya sudah melakukan kekeliruan yang sama secara berulang dan senantiasa mengecewakan anada waktu anda sudah memaafkannya agar pada waktu ini anda tidak dapat memaafkannya, bukankah anda justru jadi orang yang waktu perhitungan pada waktu ini? Memang manusia memiliki batas kesabaran tiap-tiap namun bukankah dalam firman Tuhan sudah dikatakan bagi kami untuk senantiasa memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Dalam Matius 18:21-22 dikatakan demikianlah “Kemudian datanglah Petrus dan bicara kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku wajib mengampuni saudaraku kecuali ia berbuat dosa pada aku? Sampai tujuh kali? Yesus bicara kepadanya: “Bukan! Aku bicara kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Dalam Injil Matius ini sudah paham dikatakan bagi kami bahwa kami wajib senantiasa mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Dalam praktiknya, memaafkan adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Memaafkan orang yang sangat dekat dengan kami justru lebih sulit lagi. Ketika orang paling dekat kami menyakiti kita, interaksi kami dengannya justru jadi rusak dan tidak sedekat dulu. Mungkin saja sudah saling memaafkan, namun waktu berdekatan jadi canggung untuk menyapa dan dekat lagi. Perlu kami sadari, manusia merupakan makhluk yang kerap kali berbuat dosa dan kesalahan. Tanpa kami mengerti dapat saja sikap tingkah laku atau perkataan kami menyinggung orang lain dan orang lain membenci kita. Bukankah ini merupakan berkenaan yang semestinya kami mengerti juga? Bukan hanya orang lain, dapat saja saja sikap dan tingkah laku kami terhitung menyinggung perasaan Tuhan. Namun, apakah waktu kami melakukan kekeliruan Tuhan marah pada kami dan Ia meninggalkan kami begitu saja? Tidak. Tuhan tidak marah kepada kita, justru Ia menunggu kami untuk datang kepadaNya dan memohon ampun atas segala kekeliruan yang sudah kami perbuat. Ia adalah Allah yang panjang sabar dan Allah yang senantiasa mengampuni dosa umat-Nya waktu kami datang dengan benar-benar ke hadapannya.
Pada waktu ini kami dapat studi berasal dari kisah Yusuf. Kita tentu sudah kerap mendengar kisah berkenaan Yusuf, jadi berasal dari Sekolah Minggu sampai waktu Ibadah Minggu di Gereja. Namun, pada waktu ini kami dapat studi kembali berkenaan kisah Yusuf. Yusuf merupakan anak berasal dari Yakub dan isteri yang dikasihinya Rahel. Yakub sangatlah menyayangi Yusuf agar seluruh saudara-saudaranya membenci Yusuf. Kebencian saudara-saudaranya jadi malah waktu Yusuf menceritakan mimpinya. Ketika saudara-saudara Yusuf menggembalakan kambing domba, Yakub menyuruh Yusuf untuk mengantarkan makanan kepada saudara-saudaranya. Namun, keinginan baik Yusuf dibalas dengan kejahatan oleh saudara-saudara Yusuf. Mereka bermufakat untuk melacak langkah bagaimana membunuh Yusuf. Ketika Yusuf datang, mereka segera menanggalkan jubah Yusuf dan membuangnya ke dalam sumur kosong yang tidak berair. Yusuf sesudah itu dijual oleh saudara-saudaranya agar Yusuf bekerja kepada Potifar sebagai kepala pengawal raja. Penderitaan Yusuf tidak sampai disana saja. Ketika Yusuf bekerja kepada Potifar, isterinya menjebak Yusuf agar Yusuf wajib di penjara. Di dalam penjara Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti. Karena hikmat Tuhan, Yusuf pun dapat menafsirkan mimpi ke dua orang itu dengan balasan Yusuf terhitung dapat dibebaskan berasal dari dalam penjara. Setelah juru minum bebas, ia justru remehkan Yusuf. Tak berapa lama, Firaun bermimpi dan tidak ada seorang pun yang dapat menafsirkan mimpi Firaun kecuali Yusuf. Karena hikmat yang sudah Tuhan berikan kepada Yusuf, ia dapat menafsirkan mimpi Firaun dan pada akhirnya Firaun melantik Yusuf jadi penguasa atas seluruh Mesir. Ketika terjadi kelaparan di seluruh negeri, saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk belanja gandum kepada Yusuf. Saudara-saudaranya tidak paham bahwa Yusuf sudah jadi penguasa. Di Mesir dan pada waktu ini mereka sedang bicara kepada Yusuf. Saat bertemu dengan saudara-saudaranya kembali apa yang dilakukan oleh Yusuf? Apakah Yusuf membenci dan menghukum saudara-saudaranya? Tentu tidak. Yusuf justru mengampuni saudara-saudaranya lebih-lebih Yusuf menangis dengan keras waktu memandang saudara-saudaranya. Ini sudah menyatakan bahwa Yusuf senantiasa mengasihi saudara-saudaranya meskipun mereka sudah menyakiti Yusuf.
Kita pada waktu ini studi mengampuni berasal dari Yusuf. Ketiaka saudara-saudaranya menyakiti dia, membencinya, membuangnya lebih-lebih menjualnya, Yusuf sama sekali tidak membenci saudar-saudaranya. Ia senantiasa mengasihi saudara-saudaranya dan terus menerus merindukan mereka. Apa yang dialami Yusuf sangat berat lebih-lebih jauh lebih berat daripada yang kami alami waktu ini. Namun apakah langkah dapat seperti Yusuf yang rela mengampuni saudara-saudara yang sudah menyakitinya? Kita kerap kali terpaku pada perasaan kami saja. Kita kerap lupa dapat apa yang semestinya kami perbuat waktu ada orang yang menyakiti kita. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita, kami justru menyimpan dendam terhadapnya dan tidak rela mengampuni kesalahannya. Meskipun kami bicara sudah memaafkan, namun kami tidak rela dekat dengan orang itu lagi.
Adapun hal-hal yang dapat kami pelajari berasal dari Yusuf yaitu;
1. Mengasihi orang yang membencinya
Hal yang paling sulit dilakukan adalah mengasihi orang yang sedang membenci kita. Jika ada orang yang membenci kami justru kami jadi ikut-ikutan membencinya. Pada waktu ini kami diajari oleh Yusuf bahwa kami wajib senantiasa mengasihi sesama kami meskipun orang itu membenci kita. Dari awal Yusuf sudah tentu paham kecuali saudara-saudaranya membenci dirinya. Ia pasi paham kecuali sikap saudara-saudaranya tidak baik terhadapnya. Namun, itu tidak membawa efek Yusuf membenci saudara-saudaranya, lebih-lebih Yusuf senantiasa mengasihi mereka dengan sepenuh hati. Apakah kami dapat seperti Yusuf? Jika belum bisa, yang wajib kami melakukan adalah datang kepadaNya dan berdoa dan juga memohon penyertaanNya dalam hidup kita.
2. Memaafkan orang yang bersalah
Yang sangat sulit dilakukan adalah memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Jika sudah disakiti hati kami tentu seakan tertutup untuk orang tersebut. Ketika orang selanjutnya mengalami kesusahan, kami tidak dapat membantunya gara-gara rasa pikirkan kami sudah hilang. Saat berpapasan dengannya seolah-olah kami memandang suatu hal yang wajib kami menyingkirkan berasal dari hadapan kita. Bukankah kecuali kami seperti itu sikap kami menyatakan bahwa kami bukanlah anak-anak Allah. Apa yang kami alami waktu ini tidaklah seperti Yusuf di mana ia sampai dijual oleh saudara-saudaranya. Namun apakah kami dapat seperti Yusuf yang senantiasa mengampuni saudara-saudaranya? Renungkanlah dalam diri dan hati saudara masing-masing. Sudahkan kami membukakan pintu maaf kepada orang-orang yang menyakiti hati anda?
3. Berdoa dan berharap penyertaan Tuhan selalu
Berdoa dan berharap penyertaan Tuhan adalah langkah yang dapat anda melakukan agar anda dapat mengampuni orang yang sudah menyakiti hati anda. Ketika kami menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan ke dalam penyertaan Tuhan, Tuhan tentu dapat melembutkan hati kami dan memakai hidup kami seturut dengan kehendaknya. Mengampuni tidaklah sulit untuk dilakukan kecuali kami rela berharap penyertaan berasal dari Tuhan. Tidak ada hati yang sangat kuat untuk Tuhan lembutkan. Tidak ada hidup yang sangat sulit untuk Ia ubahkan. Semua itu kembali kembali kepada diri kami tiap-tiap apakah kami rela diubahkan olehNya atau tidak.
Mengampuni bukan hanya hanya mengucapkan aku memaafkan segala kekeliruan yang sudah anda melakukan kepadaku. Mengampuni bermakna rela remehkan kekeliruan itu dan rela memulai suatu interaksi yang baru berasal dari awal. Jika pada waktu ini kami belum bia memaafkan seseorang, berkenaan yang wajib kami melakukan adalah berdoa dan berharap hikmatNya. Kita wajib berdoa kepada Tuhan agar Tuhan rela melembutkan hati kami dan hati orang yang menyakiti kita. Tuhan melembutkan hati kami agar kami dimampukan untuk memaafkan kesalahn orang yang menyakiti kita. Kita berdoa kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang yang menyakiti kami agar ia paham kekeliruan apa yang sudah ia perbuat agar ia tidak dapat ulangi kesalahannya kembali dan rela beralih dan juga berharap maaf kepada orang-orang yang disakitinya. Meminta hikmat Tuhan bermakna kami minta tuntunan Tuhan agar tidak ada amarah dalam diri kami agar kami dapat mengintropeksi diri. Berkata demikianlah sebenarnya enteng namun berkenaan yang paling sulit adalah melakukannya. Jika pada waktu ini anda senantiasa jadi sulit untuk mengampuni, ingatlah bahwa Tuha sudah mengampuni kekeliruan dan dosa saudara berapa kali pun keslahan yang anda lakukan. Ia senantiasa mengasihi dan menyayangi saudara lebih-lebih Ia tidak dulu meninggalkan saudara sendirian. Mengampuni bukanlah persoalan waktu melainkan persoalan hati. Apakah hati kami sudah siap untuk mengampuni atau belum. Tuhan Yesus memberkati.Renungan Malam 3
Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka dalam segala suatu hal yang terjadi di bawah matahari; nasib seluruh orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan sesudah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang terhitung orang hidup membawa harapan, gara-gara anjing yang hidup lebih baik berasal dari pada singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup paham bahwa mereka dapat mati, namun orang yang mati tak paham apa-apa, tak ada upah kembali bagi mereka, lebih-lebih kenangan kepada mereka sudah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Apa yang paling anda dalam hidup anda waktu ini?
Kekayaan? Kepintaran? Kepopularitasan?
Keluarga yang bahagia? Atau dapat saja jabatan yang tinggi?
 Karena tidak benar satu atau kesemuanya itu yang anda miliki, pernahkan anda jadi bangga sesudah itu menyombongkan diri terhahap yang lain? Atau dapat saja waktu ada orang di bawah anda, idamkan berkenalan dengan anda, anda menolaknya dan bicara “kita tidak sama”. Ukuran persamaan Allah dengan manusia sangatlah jauh berbeda. Persamaan menurut manusia adalah waktu seseorang memiliki kekayaan, kepintaran atau jabatan yang sama. Karena itulah, manusia kerap kali memandang nasib orang berbeda-beda. Karena apa yang dimilikinya pada waktu ini ia berpikiran bahwa nasib baik yang sudah Tuhan berikan. Ketika memandang orang lain memiliki suatu hal di bawahnya kami justru menjelaskan nasib orang itu buruk.
Pada waktu ini, manusia menakar segala suatu hal yang terjadi pada dirinya atau apa yang ia memiliki sudah diatur oleh nasib. Bahkan tak sedikit orang memandang peruntungan nasib berdasarkan Shio atau Zodiak. Jika dalam ramalan menjelaskan nasibnya dapat jelek pada hari ini, orang selanjutnya justru enggan untuk nampak daerah tinggal dan bekerja. Bahkan senantiasa jadi khawatir kecuali ada suatu hal yang tidak di idamkan terjadi. Lain halnya kecuali dalam ramalan dikatakan bahwa orang selanjutnya dapat mengalami nasib yang baik pada hari ini jadi berasal dari persoalan kesehatan, keuangan, pekerjaan lebih-lebih asmara seutuhnya dikatakan baik. Orang selanjutnya dapat stimulus dalam merintis harinya gara-gara percaya nasib baik dapat terjadi padanya hari ini. Karena ramalan-ramalan yang belum tentu benar ini membawa efek seseorang jadi lebih percaya kepada apa yang dibacanya dalam ramalan dibandingkan percaya dan berserah kepada Tuha.
Namun, apakah benar seluruh yang terjadi dalam kehidupan kami bergantung berasal dari nasib yang kami alami?
Saya dulu mendengar keluhan berkenaan seorang ibu yang memiliki suami penggangguran dan ia yang wajib membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya. Ia terus menerus mengeluh dan membandingkan kehidupannya dengan saya. Ada suara kecewa lebih-lebih marah dalam suaranya. Diakhir percakapan lebih-lebih ibu itu menangis tersedu-sedu sampai anak yang digendongnya turut menangis. Namun, ada satu berkenaan yang tidak dapat aku lupakan berasal dari perkataan ibu tersebut. Ibu selanjutnya bekata seperti ini “Kenapa nasib aku jelek seperti ini. Hidup aku berasal dari dulu sampai saat ini kok kesulitan terus. Kasihan aku tiap pulang kerja wajib memandang anak-anak aku yang menunggu aku untuk dibuatkan makanan. Saya kerja banting tulang demi anak-anak berharap nasib anak aku tidak seperti orang tuanya.”  Setelah mendengar perkataan ibu tersebut, aku terus menerus berpikir apakah benar Tuhan menciptakan seseorang dengan nasib yang berbeda-beda. Kegalauan aku tidak berhenti sampai disana. Beberapa kali aku memandang lebih-lebih mendengar seseorang bicara “ingin merubah nasib”. Sebenarnya aku jadi perkataan Ibu selanjutnya atau orang-orang berkenaan idamkan merubah nasibnya adalah tidak benar yang benar adalah idamkan merubah kehidupan. Setelah aku membaca Pengkhotbah aku paham bahwa nasib tiap tiap orang yang Tuhan ciptakan adalah sama gara-gara pada pada akhirnya kelak dapat kembali kembali kepada sang Pencipta.
Nasib hidup seseorang adalah kematian.
Memang sulit bagi kami untuk merubah paradigma yang sudah mengakar dalam penduduk kecuali kesimpulan orang selanjutnya terhitung tidak turut diubah. Berbicara berkenaan nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu hal yang baru yang dapat kami temui kecuali kami bicara berkenaan nasib. Pada waktu ini kami tentu dapat memandang banyak orang  yang bangga dapat apa yang ia memiliki pada waktu ini lebih-lebih orang selanjutnya jadi bangga dapat nasib yang dimilikinya hinga bicara kepada banyak orang. Orang yang mendengarnya lebih-lebih ada yang jadi nasibnya jelek agar jadi malas untuk bekerja gara-gara jadi hidupnya sama saja. Padahal berkenaan yang wajib kami melakukan pada waktu ini adalah menikmati hidup yang sudah Tuhan berikan bagi kami dan bekerja sebaik mungkin. Dalam Pengkhotbah 9:9-10 dikatakan demikianlah “Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, gara-gara itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau melakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Segala suatu hal yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, gara-gara tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau dapat pergi.”
Nasib seluruh orang itu sama tidak ada yang tidak serupa gara-gara seluruh manusia dapat mati dan kembali kepada Bapa di Surga.
Dari pada terus menerus bicara berkenaan nasib yang tak ada habisnya, lebih baik kami pahami dan paham lebih-lebih dahulu apa sebenarnya kehidupan yang kami jalani itu.
1. Nasib seluruh orang sama
Seperti yang dikatakan sebelumnya, manusia pada waktu ini terus menerus bicara berkenaan nasib hidup yang menimpanya. Nasib hidup seluruh orang itu sama. Yang membuatnya nampak tidak serupa adalah manusia. Manusia memakai kandungan nasib baik dan nasib jelek untuk menilai kehidupan seseorang. Padahal Tuhan sudah memberi tambahan nasib yang baik bagi seluruh orang waktu seseorang jadi nasibnya sangat jelek di dunia ini, bermakna orang selanjutnya tidak rela berusaha dan bekerja untuk membawa efek kehidupannya lebih baik. Seseorang seringkali terpaku pada ramalan ansib harian. Tidak sedikit orang jadi men-tuhankan ramalan gara-gara lebih mempercayai ramalan dibandingkan dengan mempercayai Tuhan. Jika terus menerus berlanjut, kepercayaannya dapat ada Tuhan dapat jadi lama berkurang dan membawa efek seseorang jadi lupa kenapa Tuhan ada dalm hidupnya. Sekali lagi, nasib akhir hidup kami adalah kematian. Jadi, janganlah kembali kami membanding-bandingkan nasib aku dengan dia atau lebih-lebih nasih dia dengan saya. Sebab kecuali kami terus menerus membanding-bandingkannya bagaimana kami paham bahwa hidup kami ini adalah anugerah?
2. Menikmati hidup
Ketika kami diberikan peluang hidup oleh Tuhan, janganlah kami jadi pakai hidup kami untuk membanding-bandingkan hidup kami dengan orang lain. “Wah sedap banget hidupnya gak kaya aku, nasib jelek aja terus menerus yang aku dapetin.” Jika terus menerus berpikiran seperti itu bagaimana kami dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang sudah Tuhan berikan bagi kita. Yang Tuhan idamkan adalah kami mensyukuri segala berkenaan yang terjadi dalam hidup kami dengan tidak menyia-nyiakan peluang yang Ia berikan. Ia terhitung idamkan agar tiap tiap apa yang kami kerjakan, kami melakukan dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga jangan setengah-setengah. Ketika seseorang dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang dimilikinya, orang selanjutnya tentu dapat paham bahwa hidup yang sudah diberikan Tuhan adalah indah ada meskipun pada waktu ini ia ada dalam suasana sulit sekalipun.
3. Kematian
Kematian merupakan fase akhir dalam kehidupan seorang manusia. Kematian yang tentu dapat terjadi merupakan nasib berasal dari tiap tiap orang yang ada di bumi ini. Ketika seseorang sudah mati, ia tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Rasa sakit, amarah, kesenangan dan kenangan sudah dilupakannya. Ia tidak dapat merasakan kehangatan waktu dengan dengan orang yang dikasihi. Ia terhitung tidak dapat bekerja seperti waktu semasa hidupnya. Kita tidak dapat dulu paham sampai kapan waktu yang diberikan Tuhan untuk dirinya. Kematian itu seperti pencuri yang waktunya tidak dapat kami tentukan. Hanya Tuhanlah yang dapat menentukannya. Ketika seseorang dapat mengalami kematian, ia wajib mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia perbuat semasa hidupnya kepada Tuhan baik itu merupakan tingkah laku baik ataupun tingkah laku jahat.
Apapun yang terjadi dalam kehidupan kami waktu ini, ingatlah bahwa bukan nasib yang menentukannya melaikan Tuhan yang menentukan dan mengaturnya. Jangan menyalahkan nasib lebih-lebih berusaha untuk merubahnya gara-gara nasih yang kami memiliki tidak dapat kami ganti gara-gara bagaimana caranya agar kami dapat merubah kematian? Serahkanlah seluruh hidup dan kehidupan anda kepada Allah agar anda lebih dapat mensyukuri kehidupan yang sudah Tuhan berikan. Jangan berhenti berharap dan berdoa kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Read More